Kenapa Jean Grey Tak Langsung Percaya Spider-Man di Brand New Day?

- Jean sulit percaya kepada orang lain setelah Sara, satu-satunya keluarga yang dimilikinya, diculik Damage Control.
- Spider-Man dianggap musuh karena terlihat membantu Damage Control saat menghadapi serangan Jean.
- Jean tidak dapat membaca pikiran Peter, sehingga kecurigaannya terhadap Spider-Man semakin besar.
Cukup menarik bahwa sebagian besar konflik Spider-Man: Brand New Day sebenarnya berakar dari Jean yang tidak menjelaskan dengan baik kenapa ia mengincar Damage Control.
Kalau sejak awal Peter tahu bahwa Jean sebenarnya sedang mencari kakaknya yang diculik Damage Control, mungkin konflik film ini bisa selesai jauh lebih cepat.
Tapi dari sudut pandang Jean sendiri, kenapa ia tidak langsung percaya kepada Spider-Man?
Ini analisis saya!
Table of Content
1. Jean memang seorang penyendiri

Sadie Sink sebagai Jean Grey dalam Spider-Man: Brand New Day (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day) Jean awalnya hanya punya Sara, kakaknya.
Setelah ibu mereka pada dasarnya membuang keduanya karena takut ketika kekuatan mereka mulai muncul, Sara menjadi satu-satunya keluarga yang benar-benar dimiliki Jean.
Lalu Sara diculik Damage Control di tengah taman.
Jadi wajar kalau pengalaman Jean membuatnya sangat sulit mempercayai orang lain.
Bahkan sepanjang film, Jean lebih sering bergerak dengan bantuan orang-orang yang ia kendalikan daripada benar-benar membangun hubungan dengan orang lain.
Bukan berarti semua tindakannya bisa dibenarkan.
Tapi secara psikologis, cukup masuk akal kalau seseorang yang kehilangan keluarganya dan kemudian diburu pihak berwenang akan memiliki pola pikir, "Jangan percaya siapa pun. Mereka akan mengambil orang yang saya sayangi."
2. Spider-Man justru membantu Damage Control

Spider-Man dan Bill Metzger (dok. Sony Pictures Releasing/Spider-Man: Brand New Day) Nah, ini masalah besar.
Dari perspektif Jean, Spider-Man bukan orang asing yang kebetulan muncul.
Spider-Man secara aktif membantu Damage Control menghadapi serangannya dalam insiden tank di awal film.
Jean tidak tahu bahwa Peter sebenarnya tidak memahami apa yang terjadi pada Sara.
Yang Jean lihat hanyalah seorang superhero yang bekerja bersama pihak yang menurutnya bertanggung jawab atas hilangnya kakaknya.
Jadi ketika Spider-Man mencoba menghentikannya, sangat mudah bagi Jean untuk menyimpulkan Spidey adalah musuh.
Dan ini tentu tidak membantu persepsinya terhadap Peter.
3. Jean tidak bisa masuk ke pikiran Peter

Sadie Sink sebagai Jean Grey (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day) Ini mungkin justru bagian yang paling menarik.
Bayangkan situasinya dari perspektif Jean.
Ia memiliki kemampuan psionik yang membuatnya bisa membaca atau memengaruhi pikiran orang lain.
Lalu ada Spider-Man.
Dia tidak bisa masuk ke kepala Peter sebelum kekuatannya berkembang lebih jauh.
Jadi Jean berhadapan dengan seseorang yang membantu Damage Control, berusaha menghentikannya, dan merupakan satu-satunya orang yang tidak bisa ia baca secara mental.
Bagi Jean, situasinya bisa terasa jauh mengancam.
Dan ketika seseorang sudah memiliki masalah kepercayaan, ketidakmampuan membaca niat orang lain seperti ini bisa membuat kecurigaan semakin besar.
Itu mungkin kombinasi yang membuat Jean susah percaya Peter

Jean Grey dan Peter Parker (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day) Yang menarik, saya rasa Jean sebenarnya tidak punya alasan personal untuk membenci Peter.
Masalahnya adalah mereka bertemu dalam kondisi yang sangat buruk.
Jean melihat Damage Control mengambil kakaknya. Lalu ia melihat Spider-Man membantu Damage Control. Dan Jean tidak bisa membaca pikirannya.
Jadi dari perspektif Jean, Spider-Man lebih mudah dikategorikan sebagai ancaman yang harus dijauhkan daripada calon sekutu.
Ironisnya, Peter sendiri sebenarnya mungkin adalah salah satu orang yang paling bisa memahami situasinya kalau Jean mau menjelaskan.
Dan di situlah tragedi kecil bagian awal Brand New Day: Jean tidak cukup percaya kepada Peter untuk menjelaskan masalahnya, sementara Peter tidak punya cukup informasi untuk memahami kenapa Jean begitu putus asa.



















