Kami Mencoba Persona 4 Revival di Tokyo, Ini Impresi Kami!

Persona 4 Revival merupakan remake penuh Persona 4 Golden yang dibangun ulang oleh ATLUS, mencakup visual, antarmuka, combat, cutscene, serta sejumlah konten.
Inaba dan karakter ikonik tampil lebih detail, hidup, dan ekspresif melalui model 3D baru, sambil tetap mempertahankan identitas lokasi serta cerita utama Persona 4.
Combat mempertahankan eksploitasi kelemahan dan 1 More, lalu menambahkan Guard, Baton Pass, serta Prime Time; Persona 4 Revival dijadwalkan rilis 18 Februari 2027.
Tokyo, Duniaku.com - Tokyo Game Show 2026 menjadi kesempatan bagi kami untuk mencoba langsung sejumlah game yang tengah dipersiapkan SEGA dan ATLUS. Dari beberapa judul yang tersedia, Persona 4 Revival menjadi salah satu yang paling menarik perhatian karena game ini bukan sekadar remaster, melainkan remake penuh dari Persona 4 Golden dengan perubahan pada visual, antarmuka, gameplay, hingga sejumlah konten di dalamnya.
Kami mendapat kesempatan untuk mencoba Persona 4 Revival secara langsung di kantor SEGA di Jepang dan melihat bagaimana ATLUS membawa kembali Inaba serta karakter-karakter ikoniknya ke generasi baru. Setelah sebelumnya hanya melihat trailer dan berbagai cuplikan gameplay, mencoba langsung versi playable memberikan gambaran yang berbeda mengenai bagaimana remake ini terasa ketika benar-benar dimainkan.
Berikut adalah impresi kami setelah mencoba Persona 4 Revival.
Table of Content
1. Inaba yang Familiar, tetapi Terasa Seperti Tempat yang Berbeda

Persona 4 Revival Hands On Tokyo by Dimas Ramadhan/Duniaku.com. Dok. SEGA ATLUS Kesan pertama ketika masuk ke Persona 4 Revival adalah betapa berbeda wajah Inaba dibandingkan game aslinya. Secara desain, tempat-tempat yang kita kenal masih memiliki identitas yang sama, tetapi semuanya sekarang dibuat dengan detail visual yang jauh lebih tinggi.
Perubahannya terasa bukan cuma dari karakter. Jalanan, sekolah, sungai, pertokoan, hingga area-area kecil di Inaba sekarang terlihat lebih hidup. Beberapa tempat yang dulu terasa seperti sekumpulan background kini terasa seperti bagian dari sebuah kota yang benar-benar bisa kita masuki dan jelajahi.
Hal tersebut membuat pengalaman bermain Persona 4 Revival terasa menarik sejak awal. Kita masih mengenali Inaba yang sama, tetapi ketika melihatnya dari sudut pandang baru, ada sensasi seperti kembali ke tempat yang sudah familiar setelah bertahun-tahun tidak mengunjunginya.
2. Perubahan Visualnya Bukan Sekadar Membuat Karakter Lebih Bagus

Persona 4 Revival Hands On Tokyo by Dimas Ramadhan/Duniaku.com. Dok. SEGA ATLUS Tentu saja, perubahan paling gampang dilihat ada pada karakter. Desain para anggota Investigation Team sekarang dibuat dengan model 3D yang jauh lebih detail dan ekspresif. Pergerakan mereka juga terasa lebih natural dibandingkan presentasi Persona 4 sebelumnya.
Yang menarik ketika melihatnya secara langsung adalah bagaimana ekspresi karakter ikut membantu adegan-adegan yang sebenarnya sudah kita kenal. Interaksi antara karakter terasa lebih hidup karena sekarang bukan hanya dialog dan portrait yang berbicara, tetapi model karakter di dalam adegan juga ikut bereaksi.
Presentasi seperti ini membuat Persona 4 Revival terasa lebih dekat dengan standar visual game Persona modern. ATLUS sendiri memang membangun ulang grafis, UI, combat, dan cutscene untuk remake ini, sekaligus mempertahankan cerita utama yang sudah dikenal pemain lama.
3. Combat-nya Terasa Lebih Dekat dengan Persona Modern

Persona 4 Revival Hands On Tokyo by Dimas Ramadhan/Duniaku.com. Dok. SEGA ATLUS Bagian yang cukup menarik ketika mencoba Persona 4 Revival adalah bagaimana sistem pertarungannya terasa seperti evolusi dari formula lama Persona 4. Dasarnya masih familiar, mulai dari mengeksploitasi kelemahan musuh hingga mendapatkan kesempatan melakukan 1 More.
Namun, sekarang ada sejumlah mekanik yang membuat pertarungan terasa lebih aktif. Salah satunya adalah Guard, yang tidak hanya digunakan untuk bertahan tetapi juga dapat memberikan keuntungan tertentu ketika dilakukan dengan tepat. Ada pula Baton Pass yang memungkinkan serangan diteruskan kepada anggota party lain setelah mendapatkan 1 More.
Kemudian ada Prime Time, salah satu mekanik baru yang cukup mencolok. Gauge tertentu bisa diisi selama pertarungan dan kemudian digunakan untuk melakukan rangkaian aksi yang lebih kuat. Dari apa yang kami coba, pendekatan ini membuat combat Persona 4 Revival terasa lebih agresif dibandingkan sekadar mengulang pola serang-eksploitasi kelemahan seperti di game aslinya.
4. Ini Masih Persona 4 yang Kita Kenal

Persona 4 Revival Hands On Tokyo by Dimas Ramadhan/Duniaku.com. Dok. SEGA ATLUS Meskipun perubahan visual dan gameplay-nya cukup terasa, kesan paling menarik setelah mencoba Persona 4 Revival justru adalah bagaimana game ini masih mempertahankan identitas Persona 4.
Suasana Inaba tetap menjadi bagian penting. Ada kontras antara kehidupan sekolah yang santai dengan misteri Midnight Channel dan dunia penuh Shadow yang harus dijelajahi. Formula kehidupan sehari-hari tersebut juga tetap menjadi bagian dari permainan, termasuk aktivitas sekolah, membangun hubungan dengan karakter lain, dan mengatur bagaimana kita menghabiskan waktu.
Buat pemain lama, hal ini membuat Persona 4 Revival terasa seperti pengalaman yang familiar tetapi disajikan menggunakan teknologi dan desain game yang jauh lebih modern. Sementara bagi pemain yang belum pernah memainkan Persona 4, versi ini tampaknya memang dirancang supaya dunia Inaba bisa dinikmati tanpa harus merasa sedang memainkan RPG dari generasi sebelumnya.
Pada akhirnya, sesi hands-on kami belum cukup untuk menjawab seperti apa pengalaman Persona 4 Revival setelah puluhan jam bermain. Namun, setelah benar-benar duduk dan mencobanya sendiri di Jepang, kesan awal kami cukup jelas: ATLUS tidak hanya membawa Persona 4 ke resolusi yang lebih tinggi, tetapi benar-benar membangun kembali cara game tersebut terlihat dan dimainkan.
Dan justru karena fondasi Persona 4 masih terasa kuat, menarik untuk melihat seberapa jauh perubahan-perubahan tersebut akan terasa ketika game lengkapnya dirilis pada 18 Februari 2027.




















