5 Kemiripan Unik Ethan Resident Evil 7 dengan Bryan Resident Evil 2026

Bryan Hodukavich dan Ethan Winters sama-sama diperkenalkan sebagai orang biasa tanpa pengalaman menghadapi ancaman biologis.
Keduanya hadir dalam judul Resident Evil yang mengambil identitas berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Nasib mereka sebagai manusia pun mirip meski beda jalur.
Bryan Hodukavich adalah tokoh utama Resident Evil (2026). Ia memang merupakan karakter baru yang tidak berasal dari game, tetapi ternyata Bryan punya beberapa kemiripan unik dengan Ethan Winters, protagonis Resident Evil 7: Biohazard hingga Resident Evil Village.
Keduanya sama-sama mengambil pendekatan yang cukup berbeda dari protagonis Resident Evil sebelumnya. Lalu, apa saja kemiripan mereka?
Table of Content
1. Sama-sama Orang Biasa

cuplikan dalam film Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil) Bryan dan Ethan sama-sama merupakan orang biasa yang tiba-tiba harus berhadapan dengan dunia Resident Evil.
Bryan adalah seorang kurir medis yang tidak memiliki pengalaman menghadapi monster ataupun situasi seperti yang dialaminya di Raccoon City. Sementara itu, Ethan Winters diperkenalkan sebagai seorang insinyur sistem biasa yang juga tidak memiliki latar belakang militer seperti Chris Redfield, Leon S. Kennedy, Jill Valentine, atau Claire Redfield.
Menariknya, demi kebutuhan gameplay, Ethan tetap terlihat jauh lebih cepat beradaptasi dengan penggunaan senjata dibandingkan Bryan.
Bryan benar-benar terasa seperti orang biasa yang tiba-tiba dilempar ke dalam film Resident Evil. Bahkan untuk menggunakan senjata saja ia masih terlihat kebingungan.
2. Keduanya Sempat Membuat Penggemar Bertanya-tanya

Ethan Winters merupakan sosok protagonis yang sulit dikalahkan dalam semesta Resident Evil. (dok. Capcom/Resident Evil Village) Ketika Capcom memperkenalkan Ethan Winters sebagai protagonis baru Resident Evil 7: Biohazard di E3 2016, tidak semua penggemar langsung menyambutnya dengan antusias.
Selama dua dekade, seri Resident Evil telah identik dengan karakter-karakter seperti Chris Redfield, Leon S. Kennedy, Jill Valentine, dan Claire Redfield, sosok yang sudah berpengalaman menghadapi zombie, B.O.W., dan berbagai ancaman biologis lainnya.
Tiba-tiba, pemain diminta mengikuti seorang insinyur sistem biasa yang bahkan tidak memiliki latar belakang militer. Konsep tersebut membuat sebagian penggemar bertanya-tanya apakah Ethan bisa menjadi protagonis yang menarik untuk Resident Evil.
Bryan menghadapi situasi yang cukup mirip.
Ia bukan Chris, Leon, Jill, atau Claire. Ia bahkan bukan Ethan. Bryan benar-benar karakter baru yang tidak punya pengalaman menghadapi horor biologis semacam ini.
Menariknya, justru posisi tersebut menjadi bagian penting dari identitas kedua karakter.
3. Judul yang Mereka Bintangi Identitasnya Beda dari Sebelumnya

cuplikan trailer Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil) Kemiripan lain antara Ethan dan Bryan adalah bagaimana keduanya diperkenalkan melalui judul Resident Evil yang memiliki identitas sangat berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Resident Evil 7: Biohazard datang setelah Resident Evil 6, yang dikenal dengan skala aksi besar, banyak karakter, dan gameplay yang jauh lebih berorientasi pada action. RE7 justru mengambil arah sebaliknya.
Pemain menjadi Ethan Winters, seorang pria biasa yang mencari istrinya di sebuah rumah terpencil. Kamera berubah menjadi first-person, ruang lingkup cerita dibuat lebih intim, sementara unsur survival horror dan body horror kembali menjadi fokus utama.
Lalu datang Resident Evil (2026).
Film ini juga tidak mencoba melanjutkan formula film Resident Evil sebelumnya. Film-film Paul W.S. Anderson lebih dikenal dengan aksi bombastis dan Alice sebagai pusat ceritanya. Resident Evil: Welcome to Raccoon City kemudian mencoba mengadaptasi elemen Resident Evil 1 dan 2 secara lebih langsung.
Zach Cregger memilih jalan yang berbeda lagi.
Ia membuat cerita baru dengan Bryan Hodukavich sebagai karakter utama, mengubah banyak aspek mengenai Raccoon City dan infeksi, sekaligus menerjemahkan sejumlah bahasa visual dan mekanisme permainan Resident Evil ke dalam film.
Jadi, baik Ethan maupun Bryan hadir di titik ketika Resident Evil sedang menunjukkan wajah yang berbeda dari sebelumnya.
Ethan bukan Chris atau Leon. Resident Evil 7 juga bukan Resident Evil 6.
Bryan bukan Chris, Leon, Jill, atau Claire. Film 2026 juga bukan film-film Resident Evil sebelumnya.
Dan mungkin justru di situlah kemiripan mereka yang paling menarik: keduanya adalah karakter yang terasa asing ketika pertama kali muncul, tetapi ditempatkan di dalam sebuah Resident Evil yang juga sedang mencoba menjadi sesuatu yang berbeda.
4. Judul yang Mereka Bintangi Mendapat Sambutan Sangat Positif

poster Resident Evil 7 (dok. Capcom/Resident Evil 7) Ada kemiripan lain yang cukup menarik jika melihat respons terhadap karya yang memperkenalkan mereka.
Sebelum Resident Evil 7: Biohazard, Resident Evil 6 memang merupakan game yang sukses secara komersial, tetapi penerimaan kritis dan komunitas terhadap game tersebut cukup beragam. Skor Metacritic-nya berada di kisaran 60-an hingga 70-an, tergantung platform.
Resident Evil 7 kemudian mengambil arah yang cukup berbeda dan mendapatkan penerimaan kritis yang jauh lebih positif, dengan skor Metacritic yang berada di kisaran 80-an.
Sementara itu, film Resident Evil (2026) juga datang setelah beberapa film layar lebar Resident Evil sebelumnya yang mendapatkan penerimaan kritis kurang baik. Resident Evil: Welcome to Raccoon City, misalnya, memiliki Tomatometer 30% di Rotten Tomatoes.
Film garapan Zach Cregger ini justru mendapatkan respons kritis yang jauh lebih positif. Pada saat artikel ini ditulis, Resident Evil (2026) mencatat 96% Tomatometer dari 134 ulasan di Rotten Tomatoes, dengan 129 ulasan Fresh dan 5 Rotten, serta Average of Rated Reviews sebesar 7,80/10.
Tentu saja, respons terhadap sebuah game atau film tidak ditentukan hanya oleh siapa protagonisnya. Namun, menarik melihat bagaimana dua karakter yang awalnya mengambil posisi berbeda dari protagonis Resident Evil klasik sama-sama muncul dalam karya yang mendapat sambutan kritis positif.
5. SPOILER

Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil) Peringatan spoiler untuk Resident Evil 7, Resident Evil Village, dan Resident Evil (2026).
Kemiripan paling unik antara Ethan dan Bryan justru muncul ketika cerita mereka membawa keduanya keluar dari status sebagai manusia biasa.
Dalam Resident Evil Village, terungkap bahwa Ethan sebenarnya sudah meninggal sejak awal insiden di rumah keluarga Baker. Setelah Jack Baker menghantamnya dengan kekuatan yang seharusnya mematikan, Ethan "hidup" berkat Mold yang telah menginfeksinya.
Namun, ada perbedaan besar antara perjalanan Ethan dan Bryan.
Ethan pada akhirnya tetap mempertahankan kesadaran, kepribadian, dan rasa kemanusiaannya. Kondisinya memang membuat identitasnya sebagai manusia menjadi semakin kompleks, tetapi Ethan tidak berubah menjadi monster yang kehilangan dirinya sendiri.
Fakta bahwa dia mati sebelum dibangkitkan Mold diduga jadi faktor penting kenapa ini terjadi, dan kenapa Evelyn tak bisa mengendalikannya.
Bryan mengalami nasib yang jauh lebih mengerikan.
Setelah tergigit dan infeksinya terus berkembang, kondisi Bryan semakin parah. Pada bagian akhir film, setelah rangkaian keputusan buruk dan kekacauan yang melibatkan dirinya serta ilmuwan Umbrella, tubuh Bryan akhirnya mengalami mutasi.
Ia bukan lagi sekadar manusia yang sedang berusaha bertahan hidup. Bryan berubah menjadi monster.
Dan di situlah salah satu perbedaan paling menarik antara keduanya: Ethan menjadi bukan manusia, tetapi tetap menjadi Ethan. Bryan justru tampaknya kehilangan dirinya ketika berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan.
Pada akhirnya, keduanya sama-sama memberikan perspektif yang berbeda terhadap dunia Resident Evil: bagaimana jika seseorang yang benar-benar biasa tiba-tiba dilempar ke dalam mimpi buruk biologis yang biasanya hanya dihadapi oleh para veteran seperti Chris, Leon, Jill, dan Claire?
Bedanya, Ethan berhasil mempertahankan kemanusiaannya sampai akhir. Bryan tidak.





















