Dok. BY4M Studio (The Shrine)
Sebagai film koproduksi, film ini mengandalkan dialog yang memegang peranan krusial. Bahasa Korea mendominasi percakapan antarkarakter utama serta mantra ritual shamanisme yang dibawakan oleh Myung-jin. Di sisi lain, bahasa Jepang disematkan untuk membangun realisme latar desa terpencil di Kobe, di mana para mahasiswa dikisahkan fasih berbahasa Jepang sesuai dengan program studi mereka.
Dari segi performa, film ini patut mendapat apresiasi. Kim Jae-joong yang memerankan Myung-jin menandai comeback layar lebarnya setelah 14 tahun, dan penampilannya sebagai dukun yang berekspresi dingin terasa sangat karismatik. Kong Seong-ha sebagai Yumi juga berhasil menghidupkan rasa takut yang organik. Momen-momen histeris dan terornya dieksekusi dengan porsi yang pas tanpa jatuh menjadi berlebihan.
Didukung oleh jajaran pemeran pendukung lintas negara seperti Sato, Pastor Han Ju, Ji Eun, Ryosuke, Hee Jung, dan Kyoko, akting mereka sangat meyakinkan. Hal ini jelas terbantu oleh realitas syuting di lokasi yang dingin, gelap, dan terpencil di Jepang. Kelelahan fisik para aktor terpancar nyata di layar dan secara tak langsung mendukung nuansa depresif filmnya.