Review Talk to Me, Horor Kerasukan di Era Media Sosial

Ketika Media Sosial Bertemu Horor

Talk-To-Me-Poster.jpg

Talk to Me adalah film horor supranatural Australia tahun 2022 yang disutradarai oleh Danny dan Michael Philippou dalam debut penyutradaraan film fitur mereka. Film ini ditulis oleh Danny Philippou dan Bill Hinzman berdasarkan konsep dari Daley Pearson. Film ini dibintangi oleh Sophie Wilde, Alexandra Jensen, Joe Bird, Otis Dhanji, dan Miranda Otto.

Kisahnya mengikuti sekelompok remaja yang menemukan bahwa mereka dapat menghubungi roh menggunakan tangan yang diawetkan secara misterius, namun salah satu dari mereka membawa hal tersebut terlalu jauh.

1. Remaja dan sensasi yang mereka cari

Talk-To-Me-3.jpgDok. A24

Pada sebuah pesta rumah yang ramai, Cole mencari adiknya, Duckett. Ketika Cole menemukan Duckett dan mencoba membawanya pulang, Duckett menusuk saudaranya sebelum bunuh diri dengan menusuk wajahnya sendiri. Sementara itu, Mia berusia 17 tahun sedang berjuang dengan peringatan kedua kematian ibunya, Rhea, karena overdosis dan hubungannya yang jauh dengan ayahnya, Max.

Mia, sahabatnya Jade, dan adik laki-laki Jade, Riley, menyelinap keluar ke pertemuan yang diadakan oleh Hayley dan Joss di mana atraksi utamanya adalah tangan yang diawetkan dari asal yang misterius. Memegang tangan dan mengatakan "Talk to me" memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan roh; diikuti dengan mengatakan "I let you in," yang memungkinkan roh untuk memiliki mereka.

Mia menjadi sukarelawan pertama dan dirasuki oleh roh yang menunjukkan fokus mengancam pada Riley. Joss dan Hayley berhasil memutus koneksi, tetapi hanya setelah batas waktu terlewati sedikit. Kisah ini kemudian berkembang dengan berbagai konflik dan ketegangan yang melibatkan roh, tangan yang diawetkan, dan konsekuensi dari berkomunikasi dengan dunia lain.

Baca Juga: Review Strays, Film Soal Anjing yang Beda Banget dari Biasanya 

2. Bukan Cuman Horor Saja

Talk-To-Me-4.jpgDok. A24

Talk to Me gak cuma soal horor doang. Di balik semua ketegangan, film ini juga ngajak kita merasakan emosi dan hubungan antar karakter. Terutama Mia, yang diperankan dengan apik oleh Sophie Wilde. Lewat Mia, kita diajak merasakannya: gimana rasanya kangen sama orang yang udah tiada, sambil berusaha menjaga hubungan dengan keluarga baru.

Tapi, di balik itu semua, ada pesan mendalam. Remaja zaman now, dengan akses teknologi dan informasi yang luas, seringkali merasa perlu untuk "fit in" atau diterima di lingkungannya. Mereka ingin diakui, dilihat, dan didengar. Dan kadang, caranya adalah dengan melakukan hal-hal yang ekstrem, seperti yang digambarkan di film ini.

Namun, apa yang terjadi jika sensasi yang mereka cari ternyata membawa konsekuensi yang nggak mereka duga sebelumnya? Ini yang coba diangkat oleh film Talk to Me. Di balik semua aksi seru dan horor, ada refleksi mendalam tentang bagaimana remaja mencari identitas mereka, serta dampak dari keputusan-keputusan yang mereka ambil dalam prosesnya.

3. Kesimpulan: Horor yang "Nendang"!

Talk-To-Me.jpgDok. A24

Talk to Me itu kayak roller-coaster. Penuh dengan ketegangan, emosi, dan tentu saja, horor yang "nendang". Dengan cerita yang mendalam, akting keren dari Sophie Wilde, dan pendekatan baru dalam genre horor, Talk to Me wajib nih buat ditonton.

Kami bisa memberikan nilai 3,9 dari 5 bintang review untuk Talk to Me. Siap-siap teriak dan merinding selama menonton filmnya. 

Nah itu review Talk to Me dari Duniaku.com. Gimana menurutmu? Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: Review Blue Beetle, Babak Baru Bagi DC Studios

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU