Review Gemini Man, Saat Satu Will Smith Saja Tidak Cukup

Will Smith melawan Will Smith, kira-kira siapa yang menang?

Review Gemini Man, Saat Satu Will Smith Saja Tidak Cukup

Gemini Man adalah film action sci-fi yang dibintangi oleh Will Smith dan disutradarai oleh Ang Lee. Dalam film ini kamu akan menemukan kalau Will Smith berperang dengan dirinya sendiri tapi dalam versi yang jauh lebih muda. Yang jadi pertanyaan di sini adalah, siapakah Will Smith yang lebih muda tersebut? Apakah Will Smith tua mampu mengalahkannya?

1. Proyek Gemini

Review Gemini Man, Saat Satu Will Smith Saja Tidak Cukupdoc. Skydance Media

Henry Borgan (Will Smith) adalah pembunuh bayaran pemerintah yang semakin menua sehingga memikirkan untuk pensiun. Berbagai kejadian dan trauma, menjadikan hidup Henry tidak pernah tenang. Bahkan ketika tidur, dia akan selalu memimpikan seluruh korban-korbannya dalam sebuah mimpi buruk.

Dalam satu kesempatan, Henry membunuh seorang target yang seharusnya tidak dia bunuh. Karena kejadian ini, dia menjadi incaran DIA (Defense Intelligence Agency), organisasi intelijen pemerintah yang memiliki banyak proyek rahasia. Salah satu proyek tersebut melibatkan proses penciptaan manusia berdasarkan DNA inangnya.

Ketika satu persatu teman Henry dihabisi, dia memutuskan untuk melarikan diri bersama Danny (Mary Elizabeth Winstead). Danny sendiri adalah seorang agen DIA yang ikut menjadi target, setelah berinteraksi dengan Henry.

Karena tidak berhasil membunuh Henry, Clay (Clive Owen) sebagai kepala proyek Gemini, mengirimkan Junior. Dalam aksinya Junior bisa mengimbangi Henry, bahkan bisa menekannya hingga hampir terbunuh. Usut punya usut, ternyata Junior memiliki tampang yang sama persis dengan Henry. Hal ini semakin dijelaskan melalui DNA miliknya yang 100 persen sama dengan Henry.

Dari situ akhirnya Henry tahu kalau dia berhadapan dengan dirinya yang jauh lebih muda, lebih kuat, dan mematikan. Apakah Henry akhirnya bertekuk lutut? Atau dia malah menyadarkan Junior dan menjadikannya lebih dari sekedar kloning?

Baca Juga: Review Joker - Masa Lalu Sang Musuh Besar Batman

2. Will Smith vs Will Smith

Review Gemini Man, Saat Satu Will Smith Saja Tidak Cukupdoc. Skydance Media

Film Gemini Man menyajikan plot sci-fi plus aksi baku hantam yang cukup relevan. Aktor Will Smith harus menghadapi dirinya yang lebih muda. Walau sudah tua, dirinya berhasil tampil prima di setiap adegan laga.

Sayangnya, bekal cerita sci-fi tidak begitu berhasil menyeimbangkan akting Will Smith. Jalan cerita cukup bertele-tele, dan cukup terlihat ngasal menjadi masalah utama di Gemini Man. Bahkan perpaduan sutradara Ang Lee, produser berpengalaman Jerry Bruckheimer dan aktor-aktris seperti Clive Owen, Mary Elizabeth Winstead hingga Benedict Wong pun belum mampu menyelamatkan film ini.

Sisi paling mencolok dalam film Gemini Man tentu berasal dari visual efek pada wajah Will Smith. Harus diakui visual CGI dalam film ini ciamik, menggunakan kecanggihan “De-Aging” membuat kami percaya kalau ada dua Will Smith yang bermain dalam satu film. Saking canggihnya, kamu bisa melihat Will Smith muda yang menangis secara CGI.

3. 120 FPS

Review Gemini Man, Saat Satu Will Smith Saja Tidak Cukupdok. Skydance Media

Umumnya film bioskop menggunakan teknologi 24 FPS (frame-per-second). Beberapa film seperti Hobbit, pernah menawarkan teknologi visual 48 FPS. Nah, film Gemini Man ini menggunakan teknologi 120 FPS yang dipadukan dengan mode 3D+. Sayangnya, kecanggihan ini belum bisa dinikmati sepenuhnya di bioskop tanah air. Sebab itulah, ada penyesuaian menjadi 60 FPS untuk edisi yang beredar di Indonesia.

Hilangnya 120 FPS ini menjadikan film Gemini Man kehilangan kekuatannya, terutama dalam aksi kejar-kejaran dan CGI. Aksi kejar-kejaran terasa sedikit lambat ketimbang aslinya, dan CGI di film ini terasa kurang halus. Seharusnya kedua efek ini bakal jadi primadona kalau film Gemini Man diputar di posisi 120 FPS.

Sejatinya kami pribadi cukup bersyukur film ini hanya bisa dinikmati di posisi 60 FPS di Indonesia. Pasalnya dengan penggunaan FPS yang sangat tinggi, efek motion blur yang biasanya muncul di film-film 24 FPS akan hilang sepenuhnya. Hasilnya, beberapa adegan malah lebih mirip sinetron televisi ketimbang film layar lebar.

4.

Layak Tonton?

Review Gemini Man, Saat Satu Will Smith Saja Tidak Cukupdok. Skydance Media

Gemini Man adalah film yang sederhana dengan pesonanya tersendiri. Sayangnya pesona tersebut tertutupi dengan plot yang terlalu mudah ditebak dan akting yang tidak maksimal. Yah, paling banter film ini hanya akan menjadi pilihan kedua saat menentukan "nonton apa?" di akhir minggu.

Menurut kami Gemini Man hanya bisa menorehkan nilai 62 dari 100 poin review yang biasa kami berikan. Tidak istimewa dan kurang bertenaga apalagi ketika harus berhadapan dengan film raksasa seperti Joker.

Baca Juga: Bikin Penasaran, Ini 5 Misteri Film Joker yang Tidak Terjawab!

Artikel terkait

Latest