Review Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore

Dumbledore dan Grindelwald berduel demi prinsip hidup mereka

Review Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore

Akhirnya film yang ditunggu-tunggu datang juga. Setelah menunggu enam tahun lamanya, akhirnya Dumbledore harus berduel melawan Grindelwald. Sang kekasih hatinya yang pernah mengikatkan diri dengan pakta darah yang tidak bisa dibatalkan. Sebuah mantra “anak muda” yang sangat efektif dalam mencegah seseorang yang kita cintai menjadi musuh.

David Yates kembali dipercaya oleh J.K. Rowling untuk melanjutkan kisahnya di film yang ketiga ini. Dengan pengalamannya menggarap empat film Harry Potter dan dua film Fantastic Beasts sebelumnya, seharusnya Yates memiliki integrasi untuk mempertahankan plot yang bergulir di seri Fantastic Beasts.

Seperti apa jalannya kisah ketiga dari lima film yang direncanakan oleh Rowling ini? Mari kita simak kisahnya di bawah ini.

1. Sinopsis Film Fantastic Beast: The Secret of Dumbledore

Review Fantastic Beasts: The Secrets of DumbledoreDok. Warner

Dunia sihir mengalami gonjang-ganjing yang luar biasa keras. Kasus Grindelwald yang membunuh para No-Maj (manusia normal) menjadi salah satu masalah yang harus segera diselesaikan departemen sihir. Sebab di saat yang bersamaan dunia sihir sedang menghadapi pemilihan pemimpin dunia sihir yang baru.

Ketika gonjang-ganjing belum berakhir, Newt (Eddie Redmayne) yang sedang menyelamatkan anak Qilin, diserang oleh gerombolan Grindelwald yang dipimpin oleh Credence (Erza Miller). Rupanya Grindelwald membutuhkan kemampuan Qilin yang bisa memperlihatkan masa depan ataupun mencium kebaikan seseorang.

Mengetahui bila Grindelwald memiliki seekor Qilin, Albus Dumbledore (Jude Law) memutuskan untuk membentuk sebuah tim yang bisa mengelabui Grindelwald dan pasukannya. Tim tersebut terdiri dari Newt, Jacob (Dan Fogler), Theseus (Callum Turner), Lally (Jessica Williams), Yusuf (Williams Nadylam), dan Bunty (Victoria Yeates).

Tim yang berisikan orang-orang aneh ini memiliki tugas untuk menjalankan rencana di atas rencana yang menyebabkan Grindelwald tidak bisa mengetahui apa tujuan asli dari seorang Dumbledore.

Keadaan semakin memburuk ketika pemimpin kementrian sihir Jerman, Anton Vogel (Oliver Masucci) menyatakan kalau Grindelwald (Mads Mikkelsen) tidak bersalah dan dibebaskan atas segala tuduhannya. Para pendukung Grindelwald langsung memanfaatkan momen tersebut untuk mencalonkan Grindelwald sebagai pemimpin dunia sihir.

Baca Juga: Sutradara Endgame Jelaskan Kenapa Film MCU Banyak Komedinya

2. Petualangan Newt dan Sekutunya

Review Fantastic Beasts: The Secrets of DumbledoreDok. Warner

Kisah Newt pada awalnya dimulai dari cerita Fantastic Beasts and Where to Find Them. Sebuah kisah yang memperkaya dunia Harry Potter meskipun idenya diangkat dari sebuah buku sampingan yang diterbitkan bersamaan dengan novel utama Harry Potter.

Walaupun disebut memperkaya, tetapi sejatinya kualitas cerita dari Fantastic Beasts and Where to Find Them tidak sebaik kisah utama Harry Potter. Sementara itu pada film keduanya, The Crimes of Grindelwald, cerita yang ditampilkan malah terkesan kurang terarah dan acak-acakan. Apalagi film ini menampilkan terlalu banyak subplot yang sedikit sekali terbawa ke film berikutnya.

Baru pada film yang ketiga ini, Yates dan Rowling bisa menuliskan cerita yang lebih lurus dengan banyak plot penting sehingga menutupi beberapa kekurangan yang ditimbulkan oleh film keduanya. Walaupun dalam prosesnya memunculkan banyak karakter yang tahu-tahu muncul padahal tidak pernah disinggung sama sekali.

Kisah The Secret of Dumbledore benar-benar melanjutkan langsung dari akhir film keduanya. Di mana kita akhirnya tahu mengapa Dumbledore tidak bisa membantu Newt dalam mengalahkan Grindelwald.

Setelah sebelumnya kita diajak melihat komunitas penyihir di negara lain di luar Inggris, di The Secret of Dumbledore kita diajak melihat budaya dan lokasi keramat mereka. Sayang untuk bagian hewan-hewan ajaibnya, film ini hanya menyertakan tiga hewan saja sehingga seperti meminggirkan profesi Newt sebagai Magizoologist.

Sepertinya peminggiran ini disengaja, sebab Yates jadi bisa mengeksplor hubungan penting di dalam cerita. Seperti misalnya interaksi antara Dumbledore-Grindelwald yang pernah dia cintai, perjalanan cinta Jacob-Queenie yang sempat kandas, dan hubungan kakak adik antara Newt-Theseus.

Tentunya hubungan tersebut bisa digambarkan dengan apik berkat kemampuan akting para pemerannya. Selain itu akting yang bagus ini membentuk chemistry yang unik di tim Newt tanpa dihalang-halangi oleh love interest Newt pada Tina Goldstein.

3. Visual Effect yang Memukau

Review Fantastic Beasts: The Secrets of DumbledoreDok. Warner

Film ini menampilkan banyak lokasi memukau di  dunia sihir pada dekade 1930-an. Setiap adegan aksi terlihat sangat keren, meskipun beberapa di antaranya mengingatkan kami pada perang blaster di Star Wars.

Efek visual yang digunakan oleh Warner Bros juga tidak mengecewakan. Banyak adegan yang terasa sangat “mahal” untuk sebuah pertempuran yang tidak penting-penting amat. Tapi walaupun begitu, adegan duel antara Dumbledore vs Credence maupun Dumbledore vs Grindelwald tampil sangat keren.

Meskipun keren, ada beberapa adegan yang terlihat membingungkan karena terlalu banyak efek slow motion yang kurang pas dan terasa dipaksakan. Tapi untunglah setiap adegan di dalam film ini didukung dengan musik yang mumpuni garapan James Newton Howard.

Walaupun tidak semegah tema utama Harry Potter, tapi beberapa track milik James bisa menggambarkan nuansa industrial yang kental di tahun 30-an. Selain itu beberapa track lainnya terasa seperti diambil dari film Dark Knight. Mungkin ini efek James yang kerap bekerjasama dengan Hans Zimmer dalam menggarap musik untuk film-film Warner Bros.

4. Berhargakah Rahasia Dumbledore?

Review Fantastic Beasts: The Secrets of DumbledoreDok. Warner

Fantastic Beasts: The Secret of Dumbledore jelas jauh dari kata sempurna, apalagi kalau dibandingkan dengan seri utama Harry Potter yang biasanya mampu menjungkalkan pendapatan The Lord of the Rings di box office Amerika maupun seluruh dunia.

Mungkin semua itu timbul karena penggantian peran Grindelwald ke Mads Mikkelsen. Tapi entah mengapa kami juga menemukan kalau Rowling memang kerap tidak konsisten dalam menggarap dunia yang dia kembangkan. Selalu ada beberapa perbedaan yang timbul karena mood ataupun tone tulisan yang dia miliki.

Walaupun begitu kami merasa kalau Fantastic Beasts: The Secret of Dumbledore merupakan salah satu yang paling konsisten di antara film Fantastic Beast lainnya. Karena itu kami bisa mengganjar film ini dengan nilai 4 dari 5 bintang review. Toh kelemahan tadi tidak merusak cerita atau kesenangan kita ketika menyaksikan filmnya.

Fantastic Beasts: The Secret of Dumbledore bakal tayang tanggal 13 April 2022 di bioskop-bioskop kesayangan kamu. Film ini jelas bisa menjadi salah satu pengisi waktu ngabuburit ketika menunggu saat berbuka puasa.

Baca Juga: Ini Dia 10 Film Gangster Korea! Brutal dan Licik!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU