- Gomu Gomu no Mi milik Luffy
- Bara Bara no Mi milik Buggy
- Sube Sube no Mi milik Alvida
- Moku Moku no Mi milik Smoker
Review Episode 1 One Piece Netflix Season 2, Adaptasi Luar Biasa

- Episode pertama One Piece Netflix Season 2 sukses mengadaptasi arc Loguetown secara utuh, menghadirkan cerita yang solid dan setia pada sumber aslinya dengan pacing yang terasa pas.
- Peningkatan kualitas produksi terlihat jelas, dari efek visual kekuatan Buah Iblis hingga koreografi pertarungan, menandakan budget yang jauh lebih besar dibanding musim sebelumnya.
- Penampilan para aktor baru seperti Callum Kerr sebagai Smoker dan Julia Rehwald sebagai Tashigi mendapat pujian karena berhasil membawa karakter mereka hidup dengan karisma kuat.
Hari ini saya akan mulai maraton 8 episode One Piece Netflix Season 2.
Tentu saja ini tidak bisa instan. Delapan episode ini rata-rata berdurasi sekitar 60 menit. Tapi ada satu keuntungan: pada Kamis pekan lalu (5/3/2026) saya bersama sejumlah awak media dan influencer sudah lebih dulu menonton episode pertama dalam sesi screening.
Jadi sebelum membahas review penuh season-nya, mari kita bahas dulu kesan saya terhadap episode pembuka Season 2 ini.
Bagaimana hasilnya? Simak di bawah ini!
Table of Content
Sinopsis One Piece Netflix Season 2 Episode 1
Karena berbagai alasan, Bajak Laut Topi Jerami memutuskan untuk singgah ke Loguetown dulu sebelum memasuki Grand Line. Tapi ada musuh lama dan baru yang telah menanti mereka di sana!
| Producer | Matt Owens, Steven Maeda, Marty Adelstein, Becky Clements |
| Writer | Matt Owens, Ian Stokes |
| Age Rating | 13+ |
| Genre | Adventure |
| Duration | 66 Minutes |
| Release Date | 10-3-2026 |
| Theme | Bajak laut, petualangan, warisan keluarga |
| Production House | Netflix |
| Where to Watch | Netflix |
| Cast | Iñaki Godoy, Emily Rudd, Mackenyu |
Trailer One Piece Netflix Season 2
Galeri One Piece Netflix Season 2 Episode 1
1. Mengadaptasi Loguetown dari Awal Hingga Akhir

Arc Loguetown adalah bagian cerita sebelum Grand Line yang belum sempat diadaptasi di One Piece Netflix Season 1.
Karena itu, seluruh kisah Loguetown akhirnya disajikan dalam Episode 1 Season 2 ini.
Saat datang ke screening, pertanyaan saya sederhana: Apakah Matt Owens dan tim produksi bisa merangkum Loguetown dengan baik dalam satu episode?
Jawabannya: bisa. Dan hasilnya memuaskan.
Salah satu kritik yang muncul pada Season 1 adalah tambahan adegan untuk karakter lain (seperti Garp dan Koby) yang terasa memakan waktu layar yang seharusnya bisa digunakan untuk memperdalam karakter seperti Usopp dan Sanji.
Episode pembuka Season 2 juga memiliki adegan tambahan baru, tetapi menariknya kisah Loguetown tetap terasa utuh dan setia dari awal hingga akhir.
Jika kualitas adaptasinya konsisten seperti ini hingga episode 8, Season 2 berpotensi menjadi lebih dahsyat dari Season 1, padahal Season 1 sendiri sudah dianggap sebagai salah satu gold standard adaptasi live-action anime.
2. Episode yang Seolah Menegaskan: “Budget Kami Lebih Besar”

Di Season 1, terasa bahwa tim produksi harus cukup kreatif dalam mengelola budget. Beberapa elemen bahkan dipotong, seperti Moomoo atau Hatchan yang tidak muncul dalam arc Arlong Park.
Namun di episode pertama Season 2 ini?
Rasanya seperti tim produksi ingin mengatakan: “Sekarang budget bukan masalah.”
Jika di Season 1 pengguna Buah Iblis hanya ada beberapa karakter seperti Monkey D. Luffy dan Buggy, di episode ini kita langsung melihat banyak kekuatan sekaligus.
Beberapa di antaranya,
Dan itu belum semua!
Nah, semua efek kekuatan itu ditampilkan dengan visual yang terasa solid.
Ditambah lagi Luffy di episode ini terasa lebih tidak menahan diri dalam menggunakan kemampuan karetnya. Hal ini seakan menjadi pesan bagi para fans: Grand Line memang akan jauh lebih liar dari East Blue, dan tim produksi tampaknya sudah siap untuk itu.
3. Tim Casting One Piece Masih Punya “Magic”

Satu hal yang terus membuat saya kagum dari live-action One Piece adalah kemampuan tim produksinya dalam menemukan aktor yang tepat untuk karakter ikonik.
Memang ada beberapa pengecualian di Season 1. Misalnya aktor pemeran Benn Beckman yang menurut sebagian fans terasa kurang berwibawa.
Namun di Episode 1 Season 2 ini, hampir semua karakter baru terasa langsung bersinar.
Callum Kerr menghadirkan Smoker yang keras dan tegas, namun tetap terasa sebagai sosok Marinir yang memiliki prinsip keadilan yang kuat, berbeda dengan figur seperti Axe-Hand Morgan.
Julia Rehwald juga menyajikan Tashigi dengan menarik. Ia terlihat sedikit kikuk dan canggung, bahkan kadang mengingatkan saya pada Velma dari Scooby-Doo, namun tetap berbahaya ketika bertarung.
Koreografi duel pedang antara Tashigi dan Roronoa Zoro terasa realistis dan memiliki “bobot,” membuat Tashigi versi live-action ini cukup mencuri perhatian.
Jika Smoker dan Tashigi memang akan menjadi sosok yang sering memburu Topi Jerami di Season 2, maka keduanya terasa sebagai pasangan karakter yang sangat solid.
Menariknya, bukan hanya karakter besar yang tampil memikat.
James Hiroyuki Liao sebagai Ipponmatsu, penjual pedang di Loguetown, juga berhasil mencuri perhatian. Ia tampil sebagai pedagang licik yang tidak segan menipu pelanggan, kocak, tetapi tetap memiliki sisi baik.
Karakter kecil, tapi sangat berkesan.
4. 66 Menit yang Terasa Berlalu Cepat

Episode pertama ini memiliki durasi sekitar 66 menit, namun terasa berlalu sangat cepat.
Tidak ada adegan yang terasa membosankan atau terlalu bertele-tele. Bahkan momen santai seperti para anggota Topi Jerami berpisah untuk berbelanja tetap terasa menarik karena selalu ada detail kecil yang membuat penonton penasaran.
Begitu aksi dimulai, peningkatan budget juga langsung terasa.
Pertarungan, efek visual, hingga koreografi duel terasa lebih spektakuler tanpa kehilangan gaya bertarung yang relatif realistis yang sudah menjadi ciri live-action ini.
5. Membuat Saya Sangat Penasaran dengan Episode Selanjutnya

Secara keseluruhan, episode pertama ini adalah pembuka yang sangat kuat untuk Season 2.
Sekarang saya akan melanjutkan menonton episode 2 hingga 8 sebelum memberikan review penuh untuk seluruh season.
Namun jika kualitas Season 2 benar-benar konsisten seperti episode pembukanya?
Saya tidak akan terkejut jika akhirnya Season 2 mendapatkan nilai lebih tinggi dibanding Season 1.
Dan mengingat betapa kuatnya Season 1 sebagai adaptasi live-action anime, itu adalah pujian yang sangat besar.
Oh, untuk nilai, saya memberi nilai 5 dari 5 bintang untuk episode 1 Season 2 ini. Kualitasnya sedahsyat itu!


















