Peringkat 12 Generasi Terburuk One Piece dari Dampaknya ke Cerita!

- Generasi Terburuk One Piece terdiri dari 11 Supernova yang muncul di Sabaody dan ditambah oleh Marshall D. Teach.
- Urouge adalah satu-satunya anggota Generasi Terburuk yang hingga kini belum benar-benar relevan dalam alur utama cerita meski sempat terlihat menjanjikan.
- Basil Hawkins adalah sosok yang selalu bertindak berdasarkan peluang, tetapi justru menjadi salah satu anggota Generasi Terburuk yang paling terseret oleh takdir.
Generasi Terburuk di One Piece terdiri dari 11 Supernova yang muncul di Sabaody dan kemudian ditambah oleh Marshall D. Teach sang Kurohige.
Pada awal kemunculannya, banyak pembaca mengira seluruh anggota Generasi Terburuk akan memainkan peran besar hingga akhir cerita. Namun seiring berjalannya waktu (terutama memasuki Final Saga) kenyataannya tidak demikian. Peran mereka mengerucut secara alami: ada yang benar-benar membentuk arah dunia, ada yang sempat bersinar lalu meredup, dan ada pula yang kontribusinya terasa selesai lebih cepat dari dugaan.
Kini, dengan peta konflik yang semakin jelas, kita bisa melihat siapa saja yang benar-benar meninggalkan jejak berarti dalam narasi besar One Piece.
Berikut adalah peringkat Generasi Terburuk One Piece berdasarkan dampaknya terhadap cerita, bukan semata kekuatan, tetapi seberapa besar mereka mengubah arah dunia, konflik, dan era yang sedang berlangsung.
12. Urouge: Generasi terburuk yang belum relevan

Urouge adalah satu-satunya anggota Generasi Terburuk yang hingga kini belum benar-benar relevan dalam alur utama cerita meski sempat terlihat menjanjikan.
Pada masa Whole Cake Island Arc, Urouge sempat memberi kesan kuat sebagai Supernova potensial. Ia disebut berhasil mengalahkan Charlotte Snack, salah satu Sweet Commander Big Mom, sebelum akhirnya terdesak oleh serangan balasan Bajak Laut Big Mom. Di titik itu, Urouge tampak seperti sosok yang berani menantang Yonko dan selamat. Sosok yang menarik kalau kemudian ketemu Luffy entah sebagai sekutu atau musuh.
Namun belakangan terungkap bahwa pencapaian tersebut tidak seunik yang terlihat. Eustass Kid ternyata juga pernah mengalahkan Charlotte Snack, bahkan dengan hasil yang lebih signifikan. Kid bukan hanya menang, tetapi juga memaksa Snack menyerahkan salinan Road Poneglyph, lalu pergi tanpa memicu konflik besar. Dibandingkan itu, peran Urouge terasa lebih sebagai encounter singkat ketimbang langkah strategis.
Setelah momen tersebut, kehadiran Urouge dalam cerita nyaris menghilang. Kontribusinya yang paling diingat justru sebatas mendoakan Kaido sebelum Yonko itu melompat dari Pulau Langit, sebuah adegan simbolis, tetapi tidak berdampak langsung pada jalannya konflik. Karena Kaido juga tidak kenapa-kenapa kemudian.
Bukan berarti kisah Urouge sudah berakhir ya. Justru karena ia belum banyak digunakan, potensinya masih terbuka. Namun hingga titik Final Saga saat ini, Urouge tetap menjadi anggota Generasi Terburuk yang kehadirannya belum mengubah apa pun secara berarti.
11. Basil Hawkins: Peramal yang terseret situasi

Untuk seseorang yang mampu melihat probabilitas masa depan, ironis bagaimana Basil Hawkins justru menjadi salah satu anggota Generasi Terburuk yang paling terseret oleh takdir.
Hawkins adalah sosok yang selalu bertindak berdasarkan peluang. Ketika berhadapan dengan Kaido dan melihat kemungkinan hidupnya tipis, ia memilih menyerah, keputusan yang logis secara statistik, namun fatal secara naratif. Pilihan itu membuatnya berakhir sebagai alat Beast Pirates di Wano, bukan sebagai pengubah keadaan.
Di Pertempuran Onigashima, tragedinya mencapai puncak. Hawkins sebenarnya menyadari bahwa peluang hidupnya tetap kecil kalau ia di kubu Beast Pirates. Namun rasa bersalah mulai menghantuinya: sementara Kid dan Killer dulu terus melawan meski peluangnya buruk, ia justru memilih tunduk.
Kesadaran itu membuat Hawkins merasa terlambat untuk berpindah kubu.
Maka untuk pertama kalinya, Hawkins bertarung bukan demi probabilitas terbaik, melainkan demi harga diri, meski ia tahu nasibnya hanya punya 1% kesempatan hidup hingga hari esok datang.
10. Capone Bege: Pria yang membawa Sanji ke Whole Cake Island, konspirator melawan Big Mom

Peran Capone Bege dalam cerita mungkin sering diremehkan, tetapi tanpanya, Whole Cake Island Arc bisa berjalan sangat berbeda.
Jika yang menemani Pekoms untuk menjemput Sanji bukan Bege, besar kemungkinan Sanji tidak akan dibawa ke Whole Cake Island dengan cara yang sama. Pekoms sudah berutang budi pada Topi Jerami atas peristiwa di Zou dan cenderung bersikap lunak. Namun Bege menembak Pekoms dan mengambil alih situasi, memaksa Sanji mengikuti rencananya, sekaligus membuka pintu menuju Whole Cake Island Arc.
Menariknya, begitu tiba di wilayah Big Mom, Bege justru tampil sebagai konspirator internal. Ia bukan bawahan setia, melainkan sebagai pihak yang diam-diam merencanakan pembunuhan Big Mom. Upaya tersebut memang gagal, tetapi kekacauan besar di pesta pernikahan Sanji–Pudding yang dipicu oleh rencana Bege tetap menjadi titik balik penting.
Kekacauan itu membuka celah bagi para pihak untuk terus bergerak, dan mendorong rangkaian peristiwa yang berdampak panjang hingga Wano.
9. Killer: Pengikut setia Kid

Killer menempati posisi yang mirip dengan Roronoa Zoro bagi Luffy: tangan kanan yang setia pada kaptennya. Ia bukan sosok yang aktif memicu perubahan besar di dunia One Piece, tetapi ia selalu berada di sisi Eustass Kid ketika sang kapten mengukir jejak kekerasan dan ambisinya sebagai bajak laut.
Sepanjang perjalanan Kid, Killer berperan sebagai pendukung paling konsisten, baik secara tempur maupun loyalitas. Perannya mencapai titik paling krusial di Wano, ketika ia terlibat langsung dalam pertempuran besar di Onigashima.
Salah satu kontribusi terpenting Killer adalah mengalahkan Basil Hawkins. Ini bukan kemenangan biasa. Saat itu, Hawkins menggunakan kemampuan mirip voodoo untuk menghubungkan dirinya dengan Kid, sehingga setiap luka yang diterima Hawkins akan dirasakan langsung oleh Kid. Situasi ini membuat Kid berada dalam bahaya besar tanpa memahami penyebab penderitaannya.
Dengan menjatuhkan Hawkins, Killer secara langsung menyelamatkan Kid dari kekalahan akibat trik Hawkins, dan memungkinkan Kid terus bertarung, termasuk dalam duel penentunya melawan Big Mom.
8. Scratchmen Apoo: Pengkhianat dengan dampak menarik

Scratchmen Apoo mungkin bukan petarung terkuat di Generasi Terburuk, tetapi satu tindakannya punya dampak besar terhadap arah cerita.
Masih ingat aliansi Kid–Hawkins–Apoo? Aliansi ini awalnya dibentuk untuk menantang Bajak Laut Rambut Merah, pihak yang sebelumnya telah mengalahkan Kid semasa time skip. Namun aliansi itu runtuh bahkan sebelum benar-benar berjalan, karena Apoo telah lebih dulu bergabung dengan Beast Pirates dan membocorkan rencana tersebut kepada Kaido.
Dampaknya berantai dan brutal:
-Kid dikalahkan dan dijadikan tawanan,
-Killer terpaksa memakan SMILE,
-Basil Hawkins berakhir menjadi anggota Beast Pirates yang loyal, dan bahkan berujung melawan Killer di Onigashima.
Secara tidak langsung, satu aksi pengkhianatan Apoo inilah yang menyeret Bajak Laut Kid ke konflik Wano, alih-alih melanjutkan rivalitas mereka dengan Shanks di tempat lain. Tanpa pengkhianatan itu, jalur cerita Kid, Killer (dan mungkin Hawkins) bisa sangat berbeda.
7. X Drake: Dia yang menyeret Caribou ke Wano

X Drake memiliki kontribusi yang menarik, meski sering kali terasa tidak disengaja. Salah satu tindakannya yang paling berdampak adalah menangkap Caribou untuk Bajak Laut Beast dan membuatnya dipenjara di Tambang Penjara Udon. Caribou kemudian terlibat dalam berbagai peristiwa penting, termasuk membantu Luffy, dan yang lebih mengkhawatirkan, mengetahui fakta bahwa Pluton berada di bawah Wano, informasi yang ia berniat sampaikan kepada Kurohige.
Ironisnya, upaya Drake mengalahkan penggangu kecil di wilayah Beast Pirates ini justru berpotensi menjadi efek domino menuju bencana yang lebih besar, jika informasi itu benar-benar jatuh ke tangan Teach.
Di luar itu, status Drake sebagai perwira SWORD yang menyusup ke Bajak Laut Beast sempat memberi kesan bahwa ia akan memainkan peran strategis besar. Namun di Wano (terutama selama pertempuran di Onigashima) Drake justru lebih terasa sebagai sosok yang terjebak dalam konflik yang melampaui kendalinya. Ia bahkan gagal menghentikan Guernica, agen CP0, yang berujung pada gangguan fatal terhadap duel Luffy dan Kaido.
Meski demikian, kisah Drake belum berakhir. Ia selamat dari Wano, kini dirawat di fasilitas Angkatan Laut, dan organisasi SWORD masih jelas dipersiapkan untuk peran yang lebih besar di Final Saga.
6. Eustass Kid: Salah satu penyebab Big Mom tumbang

Eustass Kid adalah salah satu faktor utama tumbangnya Big Mom, meski perjalanannya berakhir sebelum perebutan akhir One Piece mencapai puncaknya.
Sebelum Wano, Kid pernah menyusup ke wilayah Big Mom dan mundur tanpa bertemu langsung dengannya, membuat ia diejek... namun belakangan terungkap bahwa ia mengalahkan Charlotte Snack, saat itu masih Sweet Commander, dan memperoleh salinan Road Poneglyph. Ini menegaskan bahwa Kid sejak awal adalah ancaman nyata bagi Yonko.
Kontribusi terbesarnya terjadi di Wano. Bersama Trafalgar Law, Kid secara langsung mengalahkan Big Mom, sebuah momen besar yang mengguncang keseimbangan dunia. Tanpa Kid, kemenangan itu nyaris mustahil.
Namun setelah pencapaian tersebut, Kid runtuh dengan cepat. Di Elbaph, ia ditebas oleh Shanks sebelum sempat menembakkan Railgun. Salinan Road Poneglyph miliknya diserahkan kepada Shanks, dan kapal Victoria Punk dihancurkan Dorry dan Brogy karena Kid mengarahkan senjata ke Elbaph.
Dengan kapal hancur dan Road Poneglyph hilang, Kid praktis tersingkir dari perebutan akhir One Piece, kecuali ia bersedia bergabung dengan pihak lain... sesuatu yang bertentangan dengan karakternya.
5. Jewelry Bonney: Sandera untuk memaksa Kuma patuh, tapi jadi kekuatan tersendiri

Jewelry Bonney adalah anak angkat Kuma. Ibunya adalah teman masa kecil Kuma, Ginny, yang diculik, dijadikan salah satu istri Tenryuubito, dan kemudian mati karena penyakit Sapphire Scale. Penyakit yang sayangnya menular ke Bonney.
Upaya Kuma untuk menyembuhkan Bonney yang membuat jalannya menjadi seperti yang kita tahu. Dari tadinya anggota Pasukan Revolusioner jadi Shichibukai, tubuhnya diubah jadi Pacifista. Itu semua karena itulah syarat Jaygarcia Saturn supaya Vegapunk diizinkan mencari solusi penyakit Bonney.
Tragisnya? Sapphire Scale adalah penyakit bahan eksperimen Saturn sendiri, dan Ginny hanyalah salah satu korbannya.
Dengan konteks ini, banyak tindakan besar Kuma sebelum time skip yang dulu terasa misterius mendapat makna baru. Semuanya berakar pada satu hal: upaya tulus seorang ayah menyelamatkan anaknya, meski harus menghapus dirinya sendiri dari dunia.
Namun Bonney tidak berhenti sebagai simbol penderitaan.
Di Egghead, ia justru tampil sebagai aktor penting dalam konflik besar. Vegapunk diam-diam menetapkan otoritas Bonney atas Pacifista berbasis Kuma lebih tinggi daripada Gorosei. Akibatnya, sebelum Pacifista produksi massal ini dirusak oleh Gorosei, mereka justru sempat membantu Bonney.
Tak hanya itu, setelah menyaksikan wujud sejati Nika, Bonney mampu menggunakan wujud Nika tiruan melalui Toshi Toshi no Mi. Ia bahkan mendapatkan momen simbolis untuk menghajar Jaygarcia Saturn, figur yang bertanggung jawab atas penderitaan keluarganya.
Dan kisah Bonney belum berakhir.
Kini, ia berlayar bersama Topi Jerami menuju Elbaph, ditemani ayah angkatnya.
4. Roronoa Zoro: Tangan kanan Luffy

Roronoa Zoro bukan tipe karakter yang secara aktif memicu perubahan besar lewat inisiatif politik atau manuver strategis. Perannya jauh lebih sederhana dan justru karena itu, sangat penting.
Zoro adalah tangan kanan Monkey D. Luffy. Ia mengikuti arah kaptennya dan menjadi pilar yang bisa diandalkan setiap kali konflik berubah menjadi pertarungan terbuka. Pengaruh Zoro terhadap cerita bersifat tidak langsung, namun konsisten: setiap kali Luffy bergerak dan dunia berubah, Zoro hampir selalu berada di sana sebagai bagian dari momen itu.
Sejak awal petualangan, Zoro ikut membantu menumbangkan ancaman-ancaman besar: terlibat dalam jatuhnya kelompok Buggy, membantu menggagalkan upaya kudeta Crocodile di Arabasta, ikut menyerbu Enies Lobby dalam konflik langsung melawan Pemerintah Dunia.
Di era yang lebih baru, perannya semakin jelas di konflik berskala besar. Zoro terlibat langsung dalam pertempuran di Wano, sebuah konflik yang mengakhiri kekuasaan dua Yonko, dan kemudian kembali berada di garis depan dalam insiden Egghead. Kini, ia pun hadir di Elbaph, kembali menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang membentuk Final Saga.
Zoro mungkin bukan arsitek perubahan, tetapi ia adalah penjamin perubahan itu bisa terjadi. Tanpa sosok yang mampu berdiri di samping Luffy dalam pertarungan terberat, banyak momen besar dalam cerita tidak akan pernah tercapai.
3. Trafalgar Law: Sekutu Topi Jerami

Trafalgar Law bisa dibilang sebagai salah satu anggota Generasi Terburuk dengan dampak paling besar terhadap alur cerita One Piece, meski ia bukan tokoh utama.
Perannya sudah terasa sejak awal. Bersama krunya, Law adalah pihak yang mengevakuasi Luffy dari Marineford, sekaligus memberi pertolongan pertama ketika tubuh dan mental Luffy berada di titik terendah. Tanpa Law, sangat mungkin kisah Luffy berakhir jauh lebih cepat.
Setelah itu, Law terlibat dalam Insiden Rocky Port, sebuah peristiwa besar yang dampaknya mendorongnya naik status menjadi Shichibukai.
Puncak pengaruh Law terhadap cerita terjadi dari Punk Hazard hingga Dressrosa. Dalam aliansinya dengan Topi Jerami, Law ikut mendaratkan pukulan demi pukulan yang meretakkan kekuasaan Donquixote Doflamingo. Kejatuhan Doflamingo bukan hanya mengakhiri satu rezim, tetapi juga menciptakan kekosongan besar di dunia bawah, kekosongan yang kelak diisi oleh kelompok Buggy.
Perjalanan Law belum berhenti di situ. Di Wano, ia kembali memainkan peran krusial, kali ini bersama Eustass Kid, dalam mengalahkan Big Mom, sebuah pencapaian yang mengguncang keseimbangan Yonko dan menandai berakhirnya satu era.
Dengan rekam jejak seperti itu, Law sudah terasa nyaris seperti tokoh utama pendamping, figur sentral yang selalu hadir di titik-titik perubahan besar dunia.
Itulah sebabnya kekalahannya terasa begitu mengejutkan.
Di Pulau Winner, Polar Tang, kapal yang berkali-kali menyelamatkan Luffy dan menjadi simbol perjalanan Law, terbelah dua dalam pertempuran melawan Bajak Laut Kurohige. Anak buah Law tumbang, dan Law sendiri hanya bisa selamat berkat pengorbanan Bepo yang membawanya kabur sebelum ia ditangkap Teach.
Dari sosok yang selama bertahun-tahun berdiri di pusat perubahan, Law kini terlempar dari perebutan One Piece.
2. Marshall D. Teach: Pemaksa perubahan dunia

Yang membuat posisi Marshall D. Teach begitu unik adalah satu hal sederhana: banyak perubahan paling kelam di dunia One Piece berakar langsung dari tindakannya. Bukan kebetulan, bukan efek samping, melainkan hasil pilihan sadar yang ia ambil.
Pergantian kepemimpinan Angkatan Laut dari Sengoku yang relatif stabil ke Sakazuki yang jauh lebih ekstrem? Akar kekacauan itu berawal dari Kurohige menjebol Impel Down, membebaskan para kriminal terburuk di dunia. Pemerintah Dunia memilih menutup-nutupi insiden ini, tetapi konsekuensinya tak terhindarkan: ketakutan meningkat, stabilitas runtuh, dan kebijakan keras menjadi norma.
Runtuhnya Bajak Laut Shirohige—yang selama puluhan tahun berfungsi sebagai “penjaga keseimbangan” New World juga tak bisa dilepaskan dari Teach. Semuanya dimulai ketika ia membunuh Thatch demi Yami Yami no Mi, lalu kemudian menyerahkan Ace ke Angkatan Laut, dan setelahnya dia berperan langsung dalam kematian Shirohige di Marineford, lalu mengukuhkan dominasi dengan memenangkan Perang Balas Dendam.
Dampaknya terasa luas. Wilayah-wilayah yang dulu berada di bawah perlindungan Shirohige, seperti Fish-Man Island, sempat jatuh ke dalam kekacauan. Kekosongan kekuasaan yang tercipta membuka ruang bagi konflik baru dan Kurohige selalu hadir untuk memanfaatkannya.
Dan yang paling mengkhawatirkan: Teach belum selesai.
Ia pernah menyandera Koby, yang kemudian berujung pada tertangkapnya Garp dalam upaya penyelamatan, dan secara terbuka berniat menggunakan nyawa mereka sebagai alat tawar agar Pulau Bajak Laut diakui sebagai negara resmi. Ini mengindikasikan bahwa ambisi Teach bukan lagi sekadar kekuatan, melainkan legitimasi politik.
Lebih jauh lagi, kemunculan Catarina Devon di Egghead hanya untuk menyentuh kaki Jaygarcia Saturn, salah satu Gorosei jelas bukan tindakan acak. Itu terasa seperti bagian dari rencana jangka panjang lain, yang implikasinya bahkan bisa menyentuh inti Pemerintah Dunia.
1. Monkey D. Luffy: Tokoh utama

Menempatkan Monkey D. Luffy di peringkat pertama mungkin terdengar tidak adil soalnya ya dia adalah tokoh utama. Namun Luffy berada di posisi ini bukan semata karena status protagonis, melainkan karena sejak awal cerita ia telah menjadi agen perubahan paling konsisten di dunia One Piece.
Sejak East Blue, kehadiran Luffy selalu diikuti oleh perubahan nyata. Ia membebaskan wilayah yang dikuasai bajak laut tiran, menggagalkan konspirasi tersembunyi, dan menghancurkan struktur kekuasaan yang menindas masyarakat lokal. Setiap pulau yang ia singgahi tidak sekadar menjadi latar petualangan, tetapi meninggalkan dampak permanen.
Semakin jauh Luffy melangkah ke Grand Line, skala pengaruhnya pun membesar. Dari konflik lokal, ia beranjak ke menggulingkan kekuatan besar seperti Shichibukai tertentu, memicu runtuhnya keseimbangan lama, hingga menjadi figur sentral dalam perang yang mengguncang dunia.
Kini, dengan terungkapnya kekuatan Hito Hito no Mi, Model: Nika, posisi Luffy tidak lagi sekadar bajak laut muda penuh mimpi. Ia berdiri sebagai simbol kebebasan yang menantang tatanan dunia lama. Potensinya bukan hanya untuk menjadi Raja Bajak Laut, tetapi figur yang membawa “fajar dunia baru”, sebuah era yang terbebas dari rezim dan penindasan yang selama ini mengikat dunia.


















