Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

4 Worst Generation yang Lebih Cocok Jadi Anak Buah dibanding Kapten

4 Worst Generation yang Lebih Cocok Jadi Anak Buah dibanding Kapten
Law dan Kid (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Artikel membahas empat anggota Worst Generation—Eustass Kid, Trafalgar Law, Basil Hawkins, dan Jewelry Bonney—yang dinilai lebih cocok menjadi anak buah dibanding kapten bajak laut.
  • Eustass Kid dan Trafalgar Law digambarkan kuat namun kurang dalam membangun aliansi serta mengembangkan kru, membuat kepemimpinan mereka terasa terbatas di dunia New World.
  • Basil Hawkins dianggap terlalu ragu dan analitis untuk jadi pemimpin, sementara Jewelry Bonney lebih cocok berada di bawah perlindungan kru lain karena masih muda dan belum matang secara emosional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di antara Worst Generation, memang ada yang jelas “terlahir” jadi kapten.

Monkey D. Luffy mungkin... ya... liar dan gak mikir panjang, tapi karismanya membuat orang rela mempertaruhkan nyawa. Marshall D. Teach punya visi jangka panjang dan strategi licik. Capone Bege terbukti punya taktik dan struktur organisasi solid.

Tapi ada juga yang, kalau dilihat dari perjalanan mereka… terasa lebih cocok jadi tangan kanan atau spesialis dalam kru besar. Oh dan tentu saya tidak menghitung Zoro dan Killer karena dua itu sudah pengikut sejak awal.

Siapa saja?

1. Eustass Kid

Eustass Kid
Eustass Kid (dok. Toei Animation/ One Piece)

Eustass Kid pasti bakal ngamuk kalau dengar ini.

Masalah Kid bukan kurang kuat. Dia punya daya hancur luar biasa. Tapi gaya kepemimpinannya terasa “aku dan teman-temanku melawan dunia.”

Ia agresif bahkan pada sekutu seperti Luffy dan Law. Ia jarang membangun aliansi yang sehat. Trauma pengkhianatan (yang dulu melibatkan Apoo dan Hawkins) membuatnya makin tertutup.

Dan kekalahan telak melawan Shanks memperlihatkan masalah strukturalnya:

-Tidak ada bala bantuan tambahan tapi dia menghaapkan hasil berbeda.

-Tidak ada jaringan sekutu sama sekali karena dia lebih memilih menggunakan kekerasan.

-Secara ajaib dia malah sukses bikin marah pihak seperti Dorry dan Brogy karena sudah "mengarahkan senjata ke Elbaph."

Kid terasa seperti “monster tempur”, tukang pukul garis depan yang sangat berbahaya, tapi kurang dalam membangun jaringan kekuasaan seperti Yonko sejati.

Dalam kru besar, dia bisa jadi senjata pamungkas.

Sebagai kapten? Dunia terlalu luas untuk ditantang sendirian.

Dia cukup kuat untuk sampai ke New World. Tapi perhatikan bahwa tanpa Luffy perjalanannya mungkin sudah berakhir di Wano.

2. Trafalgar Law

Trafalgar Law
Law (dok. Toei Animation/ One Piece)

Trafalgar D. Water Law adalah kapten yang kompeten. Ia memimpin Bajak Laut Hati dengan loyalitas tinggi.

Tapi ada celah yang terasa: di Onigashima, kru Law kurang menonjol. Saat menghadapi Bajak Laut Kurohige, mereka pun tumbang relatif cepat.

Saya curiga ini lebih karena Oda ingin lebih efisien pakai karakter. Dia kadang sampai harus membagi-bagi Topi Jerami biar kru Luffy bisa dapat sorotan. Gimana pusingnya kalau dia harus mengatur porsi untuk Bepo, Jean Bart, dan yang lain?

Tapi itu membuat kesan Law terlalu sering bergerak solo, mulai dari di Dressrosa, bahkan di Wano. Ia lebih sering jadi otak strategi daripada motivator kru yang membantu krunya sendiri berkembang. Dan kekalahan Bajak Laut Hati dari Bajak Laut Kurohige terasa menegaskan: Bajak Laut Hati keseluruhan memang terasa kurang kuat untuk bagian akhir New World.

Sebagai ahli taktik dan support, Law luar biasa. Sebagai pemimpin yang mengangkat seluruh kru ke level lebih tinggi? Itu masih dipertanyakan.

Jika fokus Law memang bergerak independen tanpa terlalu memikirkan proses rekrut anak buah, atau membuat anak buahnya jadi lebih kuat, dia malah akan lebih cocok jadi dokter tambahan di kru kuat seperti Topi Jerami ketimbang memimpin bajak laut sendiri.

Law juga uniknya punya masalah yang sama dengan Kid: ia terasa kurang membangun jaringan sekutu sendiri. Itu mungkin tidak perlu banget di Paradise. Tapi di New World? Jaringan sekutu jadi sesuatu yang akan membuat kelompok lebih disegani.

3. Basil Hawkins

Basil Hawkins (dok. Toei Animation/One Piece)
Basil Hawkins (dok. Toei Animation/One Piece)

Basil Hawkins sejak awal terasa lebih seperti support daripada frontliner.

Kekuatan tarot-nya berbasis probabilitas dan kalkulasi. Ia bermain di angka, bukan di emosi.

Masalahnya? Ia juga kurang keyakinan.

Ia menyerah pada Kaido karena peluang menang tipis. Tapi di Onigashima, saat tahu peluang hidupnya kecil, ia menolak berkhianat karena harga diri, ingin menebus rasa malu karena dulu tak bersikap seperti Kid dan Killer yang terus bertarung bahkan ketika kesempatan menang kecil.

Hawkins terasa seperti tipe analis di balik layar. Sebagai kapten di lautan penuh monster? Terlalu banyak keraguan.

Dan dari segi power level? Mulai dari dihantam oleh Law, lalu kalah oleh Killer di Wano arc, Hawkins sayangnya memang bukan tipe yang cocok jadi petarung utama kelompok.

4. Jewelry Bonney

Jewelry Bonney One Piece
Jewelry Bonney (dok. Toei Animation/ One Piece)

Jewelry Bonney adalah kasus paling unik.

Terungkap di Elbaph bahwa ia sebenarnya masih anak-anak. Wujud dewasanya hanyalah manipulasi usia dari Toshi Toshi no Mi.

Dia mengambil wujud itu karena lebih efisien untuk misinya mencari Kuma. Kata Oda, “Tidak akan ada yang menganggap serius seorang kapten yang berlayar ke laut dalam wujud anak-anak. Karena itu, Bonney memilih tampil sebagai orang dewasa, itu lebih praktis untuk berbagai situasi selama perjalanannya mencari sang ayah."

Menurut penjelasan Oda, setelah Egghead Bonney merasa cukup aman untuk tampil dalam wujud aslinya karena ia bersama Topi Jerami.

Dan mungkin itu simbolis.

Bonney bukan tipe penguasa laut. Ia lebih cocok berada dalam kru yang bisa melindunginya, tempat ia bisa tumbuh tanpa harus memikul beban sebagai kapten.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More