Shogakukan Minta Maaf Terkait Kasus Kekerasan Oleh Penulis Jojin Kamen

- Shogakukan menyampaikan permintaan maaf atas penerbitan manga karya Shoichi Yamamoto, yang sebelumnya terlibat kasus kekerasan seksual, dan menghentikan distribusi serta publikasi karyanya di Manga ONE.
- Departemen editorial Manga ONE mengakui kelalaian dalam menangani gugatan perdata terkait Yamamoto dan berjanji memperbaiki prosedur agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
- Pengadilan Distrik Sapporo memerintahkan Yamamoto membayar 11 juta Yen kepada korban atas tindakan kekerasan seksual, setelah sebelumnya juga didenda pada tahun 2020 atas pelanggaran hukum serupa.
Shogakukan minta maaf terkait kasus kekerasan seksual oleh komikus Manga ONE. Berikut pernyataan dari Shogakukan hingga Manga ONE tersebut.
1. Pernyataan dari Shogakukan!
Departemen editorial Manga ONE dari Shogakukan menyampaikan sebuah pernyataan dan permintaan maaf di hari Jumat lalu sehubungan dengan komikus Shoichi Yamamoto, setelah editorial mengizinkan Yamamoto untuk menerbitkan manga baru di layanan tersebut dengan nama baru setelah ditangkap dan didakwa melakukan sebuah kasus kekerasan seksual. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, setelah ditangkap, didakwa, dan didenda di tahun 2020, penerbit tersebut membatalkan serialisasi komiknya, Daten Sakusen di platform Manga ONE.
Namun, di tahun 2022, Manga ONE memulai serialisasi manga Jojin Kamen yang digambar oleh Eri Tsuruyoshi dan penulis Hajime Ichiro, meskipun Hajime Ichiro dan Shoichi Yamamoto adalah orang yang sama. Saat ini, Shogakukan membatalkan distribusi digital dan penerbitan edisi fisik dari manga tersebut. Shogakukan juga menyatakan bahwa ia tidak seharusnya menyewa Hajime Ichiro sebagai penulis asli komik tersebut. Shogakukan meminta maaf kepada para pembaca, Eri Tsuruyoshi, kreator lain yang berkontribusi ke Manga ONE, dan semua pihak terlibat.
Berbagai komikus, termasuk dari penerbit Shogakukan maupun Manga ONE juga menyuarakan komentar mereka menyayangkan insiden ini. Makoto Raiku, komikus Zatch Bell menyebutkan bahwa insiden ini "Membuat perasaanku begitu depresi." Komikus Keep Your Hands Off Eizouken Sumito Owara juga menuntut pertanggung jawaban editorial Manga ONE dan Shogakukan ke seluruh pihak terkait.
2. Pernyatan dari Manga ONE!

Editorial Manga ONE juga menyebutkan sebuah gugatan perdata berhubungan dengan Yamamoto, yang menyebutkan selama negosiasi penyelesaian, departemen editorial sebagai sebuah organisasi tidak punya niatan untuk terlibat. Meskipun begitu, seorang editor manga telah bergabung dalam sebuah chat group di sebuah aplikasi pesan setelah diminta oleh kedua pihak terlibat.
Berdasarkan pernyataan tersebut, kedua pihak dalam gugatan ini telah menentukan beberapa syarat penyelesaiannya sebelum editor tersebut bergabung. Shogakukan menyatakan editor tersebut menganjurkan kedua pihak untuk menyewa pengacara untuk mempersiapkan dokumen notaris penyelesaiannya. Departemen editorial tersebut juga menyatakan mereka tidak menyadari keseriusan gugatan ini dan tidak memiliki informasi yang cukup terhadap kasus tersebut dan memberi respon yang tidak layak. Departemen tersebut menambahkan bahwa ia akan berupaya untuk mencegah keadaan yang sama untuk terjadi lagi. Terlepas dari pernyataan ini, editorial Manga ONE tidak menyediakan detail penangkapan Yamamoto di tahun 2020 dan tidak menyampaikan lebih lanjut tentang gugatan perdata pelaku tersebut terlibat di dalamnya.
3. Rangkuman dakwaan Yamamoto!
Berdasarkan laporan Ashita no Keizai Shimbun, Pengadilan Distrik Sapporo pada 20 Februari menjatuhkan putusan yang memerintahkan Yamamoto untuk membayar 11 juta Yen sebagai ganti rugi kepada seorang wanita di usia sekitar 20 tahun, yang melapor bahwa Yamamoto berulang kali melakukan kekerasan seksual dan rudapaksa kepadanya ketika ia sedang dalam SMA studi jarak jauh di Sapporo dan saat Yamamoto merupakan seorang guru di sekolahnya di bulan Juli 2022. Perempuan tersebut awalnya menuntut 19,8 juta Yen dan juga menuntut SMA tersebut. Pengadilan menolak tuntutan atas sekolah tersebut.
Koran lainnya seperti Mainichi Shimbun dan agensi berita Kyodo juga melaporkan ceritatersebut, namun mereka tidak menamai Yamamoto atau karya manga-nya, namun menandai bahwa tersangka merupakan seorang kreator manga. Berdasarkan laporan mereka, di Februari 2020 sebuah rangkuman pengadilan mendakwa Yamamoto atas pelanggaran Undang-undang Larangan Prostitusi Anak dan Pornografi dan ia diperintahkan untuk membayar denda sebesar 300 ribu Yen.
Apa tanggapanmu sendiri terhadap kasus tersebut? Bagikan di kolom komentar!













![[QUIZ] Siapa Karakter Perempuan Jujutsu Kaisen yang Cocok Jadi Pacar Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260225/upload_c35512aaf9bf845f8367f9554c9e85bb_34545478-fdbe-4837-8095-dd249b6ac347.png)
![[QUIZ] Tebak Karakter Jujutsu Kaisen dari Deskripsi Ngawur Ini](https://image.idntimes.com/post/20260212/upload_72eabf019618bc47b8e3502d6978a304_881ec051-4c4c-4e51-b98c-77b6628112ff.png)


![[QUIZ] Kalau Hidup di Era Roger One Piece, Kamu Akan Jadi Siapa?](https://image.idntimes.com/post/20260227/upload_4394b58543735d8b2d0e693e114ec7d3_39b57d14-fcbe-451f-a548-1bb8096fa0fa.png)
