Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

6 Hal Kocak yang Dipertahankan di ONE PIECE Season 2 Netflix!

Tarian Miss Wednesday. (Dok. Netflix/ONE PIECE season 2)
Tarian Miss Wednesday. (Dok. Netflix/ONE PIECE season 2)
Intinya sih...
  • Tarian Miss Wednesday masih dipertahankan di Season 2, meskipun tidak wajib ada.
  • Unluckies, kurir pesan Baroque Works, tetap absurd dan terlihat dalam trailer perkenalan.
  • Igaram mempertahankan senjata api di rambutnya dan suara gaya Opera ketika menembak dalam adaptasi live-action.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai adaptasi live-action, ONE PIECE tentu membawa ekspektasi bahwa beberapa elemen dari manga akan dipangkas atau disederhanakan, terutama di Season 2. Apalagi kita sudah melihat sendiri di Season 1 bahwa ada penyesuaian cerita demi budget, durasi, dan keterbatasan produksi.

Namun yang menarik, Netflix justru memilih mempertahankan sejumlah detail kocak yang sebenarnya tidak wajib ada. Kalau pun dihilangkan atau diganti, ceritanya tetap akan berjalan normal. Tapi justru detail-detail inilah yang membuat adaptasi terasa lebih setia dan lebih “ONE PIECE”.

Lalu, hal-hal kocak apa saja yang ternyata masih dipertahankan di ONE PIECE Season 2?

Berikut beberapa di antaranya yang sudah bisa kita tangkap dari materi promosi sejauh ini!

1. Tarian Miss Wednesday

Tarian Miss Wednesday. (Dok. Netflix/ONE PIECE season 2)
Tarian Miss Wednesday. (Dok. Netflix/ONE PIECE season 2)

Di arc Whisky Peak, Miss Wednesday sempat mencoba menyerang Zoro dengan tarian hipnotis yang super konyol.

Yang lucu, setelah identitas aslinya terungkap sebagai Nefertari Vivi, dan ia menanggalkan persona “agen Baroque Works yang menyebalkan”, jurus ini tidak pernah ia gunakan lagi. Seolah-olah Vivi sendiri merasa cringe dengan aksinya saat masih menyamar.

Karena itu, kalau versi Netflix memilih menghapus jurus tarian ini sepenuhnya, rasanya tidak akan banyak fans yang memprotes. Ceritanya tetap berjalan tanpa masalah.

Namun menariknya, di trailer perkenalan Baroque Works, kita justru bisa melihat Miss Wednesday versi live-action benar-benar melakukan tarian tersebut.

Ini memunculkan pertanyaan seru: apakah Miss Wednesday di ONE PIECE Netflix akan mempertahankan tarian ini lebih lama dibanding versi manga dan anime?

2. Unluckies

The Unluckies (dok. Netflix/One Piece)
The Unluckies (dok. Netflix/One Piece)

Unluckies itu… absurd, dan justru di situlah pesonanya.

Mr. 13 (seekor berang-berang) dan Miss Friday (seekor burung pemakan bangkai) berperan sebagai kurir pesan sekaligus algojo bagi Baroque Works. Dan yang bikin tambah kocak:
mereka bukan pengguna Buah Iblis Zoan. Mereka benar-benar hanya hewan cerdas yang entah bagaimana bisa bekerja rapi dalam organisasi kriminal.

Jujur saja, ini tipe elemen yang paling mudah untuk dipangkas atau dialihkan ke karakter manusia, misalnya digabungkan fungsinya ke agen seperti Mr. 5. Dan saya sempat mengira Netflix akan mengambil jalur aman itu.

Tapi ternyata tidak.

Di trailer perkenalan Baroque Works, Unluckies masih terlihat jelas.

Bahkan ada satu momen yang benar-benar “One Piece banget”: Mr. 13 menembaki Sanji menggunakan dua gatling gun yang terpasang di punggung Miss Friday. Sebuah adegan ngawur yang terasa seperti pernyataan sikap.

Seolah tim produksi berkata: “Kalau tidak ada kendala budget dan waktu, ONE PIECE Netflix akan berusaha menyajikan dunia One Piece seutuh mungkin—termasuk bagian-bagian paling absurdnya.”

3. Senjata api di rambut Igaram (dan suara gaya Opera ketika ia menembak)

Mr 8 Igaram One Piece Live Action.jpg
Mr. 8 Alias Igaram di One Piece Live Action season 2

Yonda Thomas akan memerankan Mr. 8 alias Igaram di ONE PIECE Netflix.

Saya sempat mengira karakter seperti Igaram terasa sangat rawan untuk di-tone down dalam adaptasi live-action.

Pertanyaannya: apakah Netflix akan menyederhanakannya?

Jawabannya ternyata… tidak.

Di trailer perkenalan Baroque Works, Igaram masih mempertahankan senjata api yang tersembunyi di rambutnya yang absurd itu. Dan bukan cuma itu saat menembak, ia juga mengeluarkan suara ala penyanyi opera.

4. Konsep Miss Goldenweek

Miss Goldenweek (dok. Netflix/One Piece)
Miss Goldenweek (dok. Netflix/One Piece)

Marianne, kode sandi Miss Goldenweek, memiliki desain yang sejak awal terasa “tidak shonen”. Penampilannya imut, ekspresinya datar, dan kekuatannya pun unik: Color Trap, teknik hipnosis berbasis warna yang sangat masuk akal di dunia manga One Piece, tapi berpotensi terasa konyol ketika diterjemahkan ke format live-action.

Karena itu, kemunculan Miss Goldenweek di teaser ONE PIECE Season 2 Netflix justru terasa seperti sebuah pencapaian tersendiri.

Bukan hanya karena kostumnya dibuat sangat akurat, tapi juga karena adegannya berhasil menyampaikan rasa ancaman. Dalam salah satu bagian teaser, kita melihat Miss Goldenweek bersiap dengan kuasnya, menatap Luffy, lalu berkata, “Kamu tidak akan menemukan One Piece.”

Momen itu tenang, dingin, dan justru terasa menyeramkan.

Meski kemampuan Color Trap belum diperlihatkan secara eksplisit, adegan tersebut sudah cukup menegaskan satu hal penting: kekuatan khas Miss Goldenweek tetap dipertahankan, bukan dihilangkan atau diganti.

5. Mr. 5 hendak... mengupil?

mr-5-one-piece-live-action visual.jpg
Mr. 5 One Piece Live Action

Pada 18 November, Netflix merilis teaser karakter untuk Mr. 5.

Dan ada satu momen kecil yang langsung mencuri perhatian.

Dari bahasa tubuhnya, di awal video Mr. 5 terlihat seperti hendak mengupil, sebelum kemudian sadar kamera, menoleh, dan menjaga citra agar tetap terlihat cool.

Detail kecil ini terasa seperti kode halus dari tim produksi. Kalau gestur seabsurd itu saja dipertahankan, besar kemungkinan kemampuan khas Mr. 5, meluncurkan upil eksplosif, juga tidak akan dihilangkan di Season 2.

6. Penampilan ajaib Mr. 3

Mr. 3 (dok. Netflix/One Piece)
Mr. 3 (dok. Netflix/One Piece)

Satu hal yang benar-benar layak mendapat tepuk tangan adalah kerja bagian kostum ONE PIECE Netflix. Meski penampilan fisik para aktornya tentu tidak selalu identik dengan versi anime atau manga, satu prinsip terasa konsisten: kostumnya harus setia.

Di satu ujung spektrum, kita melihat Miss All Sunday tampil dengan topi koboi dan pakaian ungunya yang ikonik, bahkan sempat diperlihatkan mengenakan mantel bulu putih yang membuat auranya semakin elegan. Kostum ini dikenakan dengan sangat pas oleh Lera Abova, sampai-sampai Nico Robin terasa seperti benar-benar “mewujud ke dunia 3D.”

Di ujung lain yang jauh lebih ekstrem, ada Mr. 3.

David Dastmalchian benar-benar ditampilkan sebagai Mr. 3 versi live-action, lengkap dengan rambut berbentuk angka “3” yang absurd. Bahkan detail seperti kulitnya yang dibuat lebih pucat terasa disengaja, dan justru memperkuat tema lilin dari kekuatan Doru Doru no Mi yang ia miliki.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

6 Hal Kocak yang Dipertahankan di ONE PIECE Season 2 Netflix!

15 Jan 2026, 16:00 WIBAnime & Manga