8 Perkembangan Vivi di One Piece, Putri Arabasta Sekutu Topi Jerami!

- Vivi lahir dan dibesarkan sebagai putri Arabasta yang berani, dididik untuk mengutamakan keselamatan negara.
- Bersahabat dengan Koza sejak kecil, Vivi menyusup ke Baroque Works untuk menyelamatkan Arabasta.
- Perjalanan bersama kru Topi Jerami, konflik dengan Crocodile, perpisahan, Levely, kematian ayahnya, dan propaganda besar-besaran.
Di dunia One Piece, Nefertari Vivi adalah contoh langka seorang putri kerajaan yang benar-benar turun ke lumpur demi rakyatnya.
Ia bukan petarung terkuat, bukan pula bajak laut, namun dampak keputusannya berulang kali mengguncang keseimbangan dunia.
Dari masa kecil sebagai putri Arabasta, penyamaran berbahaya di organisasi kriminal, hingga menjadi buronan politik setelah tragedi Levely, simak perkembangan Vivi berikut ini!
1. Putri Arabasta yang tumbuh dengan berani

Vivi lahir dan dibesarkan di Kerajaan Arabasta sebagai putri dari Raja Nefertari Cobra dan Ratu Nefertari Titi.
Sejak kecil, ia dididik untuk berani, bukan sekadar hidup nyaman di istana. Pendidikan ini membentuk empati Vivi yang kuat, membuatnya tumbuh sebagai bangsawan yang lebih mengutamakan keselamatan negara daripada dirinya sendiri.
Tentu dia juga tumbuh dengan tomboy dan tidak segan berkelahi dengan orang lain, bikin ayah dan Igaram khawatir.
2. Pertemuan dengan Koza sejak kecil

Saat masih kecil, Nefertari Vivi bersahabat dekat dengan Koza, seorang pemuda yang waktu itu menjadi pemimpin Klan Suna Suna, kelompok anak-anak lokal di Arabasta yang menjelajahi kota dan bermain bersama.
Dari awal pertemuan mereka, yang dimulai setelah sebuah pertengkaran kecil, lahirlah hubungan yang kuat sampai Vivi dipilih oleh Koza sebagai wakil pemimpin klan tersebut.
Ikatan itu bukan sekadar persahabatan ringan, Koza dan Vivi tumbuh saling mengenal dan saling memahami cara pandang masing-masing tentang negaranya, termasuk jadi unsur penting di masa konflik Arabasta nanti.
3. Menjadi Miss Wednesday di Baroque Works untuk menyusup

Saat Arabasta terancam perang saudara akibat ulah Crocodile, Vivi mengambil keputusan ekstrem, menyamar sebagai anggota Baroque Works dengan identitas Miss Wednesday.
Bersama Igaram, ia mengorbankan status dan nyawanya untuk mengungkap dalang kehancuran negaranya dari dalam organisasi kriminal tersebut.
Di momen ini lah dia bertemu dengan kru Topi Jerami, di mana saat itu Vivi muncul sebagai musuh dulu bagi Luffy dan lainnya.
4. Perjalanan bersama kru Topi Jerami

Dalam pelariannya, Vivi bertemu Monkey D. Luffy dan kru Topi Jerami. Awalnya hanya aliansi sementara, hubungan itu berkembang menjadi ikatan emosional yang kuat.
Vivi belajar bahwa memperjuangkan negara tidak harus dilakukan sendirian, dan untuk pertama kalinya ia memiliki teman yang mau mempertaruhkan nyawa demi rakyat Arabasta.
Sepanjang perjalanan di Grand Line, Vivi menghadapi ancaman beruntun mulai dari agen Baroque Works, alam ekstrem, dan konflik internal soal apakah ia pantas mengorbankan orang lain demi negaranya. Di fase ini, Vivi berkembang dari putri yang penuh kecemasan menjadi pemimpin muda yang berani mengambil keputusan sulit.
5. Konflik puncak dengan Crocodile dan perpisahan dengan Topi Jerami

Saat perang saudara meletus karena tindakan Crocodile dan Baroque Works, Vivi berusaha menghentikannya meski suaranya nyaris tenggelam oleh kebencian massa.
Namun nasib baiknya, ada Luffy dan lainnya di sana sehingga mereka mengalahkan Crocodile dan Baroque Works, menyelamatkan Arabasta.
Setelah Crocodile dikalahkan, Vivi dihadapkan pada pilihan terbesar hidupnya, ikut berlayar bersama Topi Jerami atau tetap tinggal sebagai putri Arabasta. Ia memilih negaranya, menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai pemimpin adalah jalannya, meski hatinya ingin ikut berpetualang.
6. Ikut Levely dan kematian ayahnya

Di Levely, Vivi kembali ke pusat konflik dunia. Dia ikut bersama ayahnya bertemu kerajaan lain dan Pemerintahan Dunia untuk membahas masalah di Arabasta, serta Raja Cobra punya agendanya sendiri untuk menanyakan Nefertari D. Lili, leluhurnya dahulu.
Ayahnya, Raja Cobra, terbunuh dalam insiden misterius yang melibatkan Pemerintahan Dunia, yang aslinya dia dibunu oleh Imu karena mengetahui terlalu banyak.
Peristiwa ini mengubah posisi Vivi secara drastis, dari putri kerajaan menjadi sosok yang diburu dan dijadikan simbol konflik politik global.
7. Terseret dalam propaganda dan ikut diburu

Setelah kematian Cobra, Vivi ikut terseret dalam propaganda besar-besaran. Sebelumnya ia sempat diculik oleh CP0 kalau bukan karena Wapol yang ikut panik setelah melihat eksekusi Cobra dan secara tak langsung menolong Vivi.
Ia menghilang dari Arabasta, sementara dunia dipenuhi informasi simpang siur tentang keterlibatan dan kehilangannya, berkaitan juga dengan propaganda kematian Cobra oleh Sabo.
Untuk pertama kalinya, Vivi benar-benar sendirian tanpa kerajaan, tanpa pasukan, dan tanpa perlindungan resmi di luar kerajaannya.
8. Saat ini masih bersembunyi bersama Wapol di tempat Morgans

Dalam perkembangan terbarunya, Vivi diketahui bersembunyi bersama Wapol di tempat Big News Morgans.
Ironisnya, ia justru selamat karena berada di tengah pusaran media dunia. Posisi ini menjadikan Vivi sosok kunci di Final Saga, bukan sebagai petarung, tetapi sebagai saksi hidup kebenaran yang bisa mengguncang dunia.
Belum lagi ada misteri leluhurnya serta koneksinya dengan Imu yang mana Imu juga mengincar Vivi, sepertinya.
Jadi itu dia perkembangan Vivi, kemungkinan perkembangannya masih akan menarik lagi karena misterinya belum terungkap, bagaimana menurutmu?


















