Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
4 Hal Menarik dari Japan Cup 2001 (G1), Versi Nyata vs Film Umamusume
TM Opera O. (Dok. Cygames Pictures/Umamusume: Pretty Derby - Beginning of a New Era)
  • Japan Cup 2001 menampilkan duel sengit antara Jungle Pocket dan TM Opera O dengan selisih finis sangat tipis, yang kemudian diadaptasi akurat dalam film Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era.
  • Stay Gold sebenarnya finis keempat di Japan Cup 2001, namun tidak muncul di film karena karakter tersebut baru ditambahkan ke seri Umamusume setelah proses produksi film selesai.
  • Narita Top Road dan Meisho Doto juga tampil kuat di Japan Cup 2001, masing-masing finis ketiga dan kelima, memperlihatkan persaingan ketat antar kuda elit pada balapan legendaris itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Japan Cup 2001 adalah balapan legendaris yang menjadi inspirasi momen klimaks di Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era.

Di sinilah TM Opera O (yang sebelumnya nyaris tak tersentuh) akhirnya ditumbangkan oleh Jungle Pocket dalam duel yang sangat tipis.

Lalu, seberapa akurat film ini menggambarkan momen bersejarah tersebut?

Mari kita bedah!

1. Hasil akhirnya di dunia nyata pun setipis itu

Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era (dok. Cygames)

Umamusume: Pretty Derby – Beginning of a New Era memang menampilkan duel sengit di garis finis, dan itu bukan dramatisasi.

Kutipan dari laporan ESPN (27 November 2001) bahkan sudah menggambarkannya dengan sangat jelas:

“Olivier Peslier mengantar pemenang Japanese Derby, Jungle Pocket, melesat di lintasan lurus akhir dengan akselerasi luar biasa, mengalahkan TM Opera O dengan selisih tipis, sekaligus menggagalkan ambisi Opera O untuk meraih kemenangan beruntun di Japan Cup di Tokyo Racecourse, Minggu.”

Di film, kamu bisa melihat bagaimana Jungle Pocket dan TM Opera O nyaris tak terpisahkan di garis akhir.

Dan di dunia nyata?

Memang seketat itu.

Selisihnya hanya sekelas “leher”, dengan waktu finis yang sangat, sangat dekat, menjadikan duel ini salah satu yang paling ikonik dalam sejarah Japan Cup.

2. Jungle Pocket memang masuk ke Japan Cup setelah sempat tersendat

Trailer Umamusume: Beginning of a New Era (Dok. YouTube/IGN Movie Trailers)

Menariknya, Jungle Pocket tidak datang ke Japan Cup 2001 dalam kondisi “tak terkalahkan”.

Dalam laporan ESPN saat itu, disebutkan: “Tanpa kemenangan dalam dua kali start sejak memenangkan derby di lintasan dan jarak yang sama dengan Japan Cup pada 27 Mei, Jungle Pocket memberikan hadiah kepada para pendukungnya di antara kerumunan besar 115.196 penonton dengan odds 3,20-1. Seekor kuda jantan keturunan Jepang, putra dari pemenang Arc 1988, Tony Bin, menempuh jarak 1 1/2 mil di lintasan rumput yang kokoh dalam waktu 2:23.80."

Artinya, setelah memenangkan Japanese Derby, Jungle Pocket sempat menjalani dua balapan tanpa kemenangan sebelum akhirnya tampil di Japan Cup.

Detail ini juga diadaptasi sedikit dalam versi Umamusume.

Di film, Jungle Pocket digambarkan sempat mengalami fase naik-turun setelah popularitasnya meledak usai Derby. Ia bahkan sempat kalah mengejutkan oleh Manhattan Cafe pada Kikuka-shō.

Namun justru dari situlah klimaksnya terasa lebih kuat.

Jungle Pocket tidak datang sebagai “juara yang pasti menang”, melainkan sebagai penantang yang harus membuktikan dirinya kembali.

Dan pada akhirnya, ia menjawab keraguan itu dengan cara paling dramatis: mengalahkan TM Opera O di Japan Cup.

3. Stay Gold seharusnya ada di top 5

Stay Gold. (Dok. Cygames/Umamusume: Pretty Derby)

Kalau melihat hasil asli Japan Cup 2001, ada satu nama yang mungkin terasa “hilang” di film: Stay Gold.

Ia finis di posisi keempat, bahkan di atas Meisho Doto, dan berhak atas hadiah sekitar 38 juta yen.

Lalu, kenapa dia tidak muncul di film?

Kemungkinan besar jawabannya ada di balik layar.

Stay Gold baru ditambahkan ke Umamusume oleh Cygames pada periode setelah film ini sudah lama rilis (sekitar 2025), sementara filmnya sendiri rilis pada 2024.

Artinya, saat proses produksi berjalan, karakter ini kemungkinan belum mendapatkan izin penggunaan.

4. Narita Top Road dan Meisho Doto juga tampil kuat

Narita Top Road. (Dok. Cygames/Umamusume: Pretty Derby)

Selain dua nama teratas (Pokke dan TM Opera O) Narita Top Road dan Meisho Doto juga berperan sebagai kompetitor kuat dalam Japan Cup 2001.

Di film, kehadiran mereka mungkin tak disorot sebanyak beberapa karakter lain. Namun aura kompetitifnya tetap terasa di balapan puncak ini, menunjukkan bahwa race ini bukan hanya duel dua nama, tapi pertarungan antar elit.

Dan di dunia nyata, itu memang akurat:

  • Narita Top Road finis di posisi ketiga pada Japan Cup 2001

  • Meisho Doto finis di posisi kelima

Artinya, lima besar Japan Cup 2001 benar-benar diisi oleh kuda-kuda terbaik di eranya.

Editorial Team