5 Fakta Mai Zenin Jujutsu Kaisen, Jago Tembak

- Kepribadian Mai dibentuk trauma dan rasa ditinggalkan. Di luar terlihat sinis, blak-blakan, dan seolah membenci Maki, tapi sikap keras itu terutama ditujukan pada “orang luar” dan jadi mekanisme pertahanan dari luka masa kecil serta kecewa karena Maki pergi.
- Dinamika Mai dengan Todo dan Takada-chan jadi sisi “manusiawi”-nya. Meski sering ikut terseret ulah Todo yang bikin stres, Mai diam-diam bisa menikmati momen tertentu, seperti saat akhirnya bertemu Takada-chan dan disambut hangat.
- Mai punya kemampuan tempur unik: penembak jitu + teknik Construction. Skill pistolnya ekstrem (efektif di jarak dekat sampai jarak jauh), dan teknik kutukannya bisa menciptakan objek yang permanen—tapi sangat terbatas karena hanya sanggup membuat satu objek dan tidak bisa kompleks/besar.
- Pengorbanan Mai adalah kunci evolusi Maki. Mai menjelaskan bahwa kembar dalam jujutsu dianggap satu individu, sehingga Maki sulit “naik level” selama Mai masih menahan potensi itu. Pada akhirnya, Mai mengorbankan diri untuk menciptakan senjata bagi Maki dan mendorongnya menghancurkan sumber penderitaan mereka.
Jujutsu Kaisen bab 149 mungkin menjadi momen duka cita untuk para penggemar chara waifu satu ini. Bagaimana tidak? Pada kali ini, ada satu tokoh penting yang harus berpulang demi saudaranya sendiri.
Karena ulah sang ayah yang mementingkan egonya, Mai harus berpulang setelah membuat pedang baru untuk Maki.
Ingin tahu fakta menarik apa sajakah dari Mai? Simak pembahasannya!
Table of Content
1. Menjadi orang blak-blakan dan suka meremehkan

Dalam penampilan pertamanya, Mai digambarkan menjadi orang yang blak-blakan dalam berbicara aib orang lain. Dia juga tak sudi disamakan dengan Maki yang dianggap bukan merupakan anggota Zenin karena ketiadaan energi kutukan. Bahkan, dia juga sempet mengejek kematian Yuji.
Namun, sikap itu tak pernah ia tunjukan pada rekan-rekan terdekatnya seperti Momo dan Kasumi. Bisa dibilang, sifat arogansinya itu hanya dia tunjukan pada orang di luar pihaknya terutama Maki sendiri.
Semua sifat itu rupanya datang dari trauma masa kecilnya di mana dia diperlakukan semena-mena oleh keluarganya sendiri. Ia juga bersikap seolah membenci Maki karena sudah ditinggalkan oleh kembarannya yang sebenarnya sudah berjanji untuk tetap bersamanya.
2. Sering stres karena menjadi partner Todo

Sebenarnya bukan hanya Mai, tapi hampir semua orang dari sekolah Kyoto memiliki sumber stres yang sama, yaitu Aoi Todo. Perilakunya yang cenderung agresif dan suka seenaknya membuat semua orang pasti akan sakit kepala jika melihatnya.
Dari semua itu, orang yang paling menderita adalah Mai karena harus mengiringi kemanapun Todo pergi. Hal itu terlihat saat kunjungan pihak Kyoto dalam rangka persiapan event pertandingan antar sekolah jujutsu.
3. Disukai oleh idol Takada-chan

Dalam animenya, awalnya Mai agak merasa jijik setelah menerima hadiah kompensasi dari Todo berupa tiket jabat tangan dengan ido Takada-chan. Akan tetapi, setelah pertemuan mereka, Mai malah merasa senang bertemu dengan Takada-chan meski tak diungkapkan pada Todo.
Hal itu juga berlaku pada Takada-chan yang mungkin sudah jengah dengan kumpulan para pria yang menyalaminya. Oleh karena itu, dia sangat senang ketika melihat ada wanita yang ternyata datang untuk menyalaminya dan sempat meminta Mai untuk datang lagi di event selanjutnya.
4. Jago tembak dan bisa membuat objek dari ketiadaan

Bisa dibilang, skill menembak Mai benar-benar di atas level manusia kebanyakan. Dia mampu menggunakan pistolnya dalam pertarungan jarak dekat. Dia juga mampu menembak dengan pistolnya dalam jarak yang normalnya hanya bisa dijangkau oleh senapan sniper.
Selain itu, dia mampu menggunakan teknik kutukan yang memungkinkannya untuk membuat objek dari ketiadaan. Bedanya dengan teknik yang lain, objek yang dibuat oleh Mai tidak akan hilang meski dia sudah kehabisan energi kutukan. Sayangnya, dia hanya mampu membuat satu objek. Itupun, dia tak bisa membuat objek yang berukuran besar atau memiliki struktur kompleks.
5. Penyebab Maki tak bisa berkembang maju

Dalam bab manga terbarunya, terungkap bahwa ada alasan mengapa Maki tidak bisa mengembangkan kekuatannya meski sudah berlatih keras selama bertahun-tahun. Rupanya, letak permasalahannya justru berasal dari saudara kembarnya sendiri.
Menjelang kematiannya, Mai mengungkapkan bahwa sebenarnya saudara kembar masih dianggap satu individu oleh energi kutukan. Oleh karena itu, Maki tidak bisa berkembang karena Mai sendiri lebih ingin hidup normal ketimbang menjadi penyihir jujutsu.
Demi membalas dendam pada ayah dan keluarga yang sudah berbuat semena-mena, Mai pun mengorbankan dirinya demi membuat senjata baru untuk Maki. Dia menginginkan kakaknya untuk menghancurkan segalanya yang telah membuat mereka menderita selama ini.
Itulah 5 fakta menarik tentang Zenin Mai yang baru saja gugur pada bab terbaru Jujutsu Kaisen. Di balik sikapnya yang terlihat sinis dan arogan, Mai sebenarnya menyimpan luka panjang sebagai korban sistem Klan Zenin yang menilai manusia dari “nilai” energi kutukan.
Ia punya kemampuan tempur yang nyata, terutama sebagai penembak jarak jauh dengan teknik Construction yang langka, tetapi hidupnya terus terhimpit oleh ekspektasi keluarga dan statusnya sebagai saudara kembar Maki.
Pada akhirnya, Mai memilih jalan paling ekstrem demi memutus belenggu itu, mengorbankan dirinya untuk menciptakan senjata yang akan mendorong Maki mencapai puncak kekuatan, sekaligus menjadi bentuk perlawanan terakhir terhadap keluarga yang selama ini menyakiti mereka.
Diterbitkan pertama 24 Mei 2021, diterbitkan kembali 27 Januari 2026
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar Mai Zenin Jujutsu Kaisen
| Kenapa Mai terlihat sinis dan seperti membenci Maki? | Karena trauma masa kecil di Klan Zenin dan rasa kecewa karena Maki pergi meninggalkannya, Mai membangun sikap keras sebagai bentuk pertahanan, terutama ke orang luar dan Maki. |
| Apa hubungan Mai dengan Aoi Todo dan Takada-chan? | Todo jadi sumber stres besar bagi banyak siswa Kyoto, termasuk Mai yang sering “ketarik” urusannya. Namun, Mai diam-diam senang saat bertemu Takada-chan, dan Takada-chan juga terlihat menghargai Mai. |
| Seberapa kuat kemampuan Mai sebagai petarung? | Mai adalah penembak jitu dengan skill pistol di atas rata-rata, efektif di jarak dekat hingga jarak yang biasanya butuh senapan. Ia juga punya teknik kutukan Construction untuk menciptakan objek. |
| Apa batasan teknik Construction milik Mai, dan kenapa pengorbanannya penting? | Mai hanya mampu membuat satu objek dan tidak bisa membuat benda besar/kompleks. Pengorbanannya krusial karena kembar dianggap “satu individu” dalam jujutsu, sehingga kematiannya sekaligus membuka jalan Maki mencapai potensi penuhnya lewat senjata yang Mai ciptakan. |


















