Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

5 Bajak Laut Penting One Piece yang Tersingkir Sebelum Perang Akhir

Kaido
Kaido (dok. Toei Animation/ One Piece)
Intinya sih...
  • Donquixote Doflamingo: Meski tersingkir, Doflamingo memiliki pengaruh besar terhadap dunia One Piece.
  • Kaido: Kehadiran Kaido yang kuat dan tangguh tiba-tiba tersingkir sebelum perang akhir dimulai.
  • Charlotte Linlin: Big Mom mengalami kekalahan yang membuka spekulasi tentang nasibnya di Perang Akhir.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

One Piece bab 1121 terasa seperti titik awal sejati menuju final hunt One Piece.

Bukan tanpa alasan. Vegapunk secara gamblang menegaskan bahwa nasib dunia bisa saja ditentukan oleh siapa pun yang berhasil menemukan One Piece. Untuk pertama kalinya, pertaruhan ini terasa benar-benar global, bukan sekadar perebutan harta karun, tapi soal masa depan dunia.

Oda pun memperjelas gambaran menuju perang akhir. Kita diperlihatkan wajah-wajah para pemain besar yang masih bertahan: Luffy, Shanks, hingga Imu, figur-figur yang jelas akan menentukan arah Perang Akhir.

Di titik inilah saya justru tersadar pada satu hal: kita sudah sejauh ini, sementara sejumlah bajak laut penting yang dulu terasa “tak tergantikan” malah telah tersingkir lebih dulu.

Padahal, di era sebelumnya, mereka adalah nama-nama besar yang sempat dianggap calon penentu akhir cerita.

Siapa saja mereka? Mari kita ulas satu per satu.

1. Donquixote Doflamingo

Donquixote Doflamingo
Donquixote Doflamingo (dok. Toei Animation/One Piece)

Meski mungkin dari segi kekuatan masih kalah dari para kontestan perebutan akhir One Piece, Doflamingo itu menarik. Dia sempat jadi raja utama dunia hitam, dan kekosongannya sempat bikin repot bahkan Pemerintah Dunia, yang terpaksa mengirim CP0 untuk nego senjata langsung ke Shogun Orochi karena kehilangan Doflamingo sang perantara.

Doflamingo juga uniknya terasa bukan sekedar pemain pasif. Dia bisa memeras Pemerintah Dunia, memberinya keistimewaan mirip Tenryuubito, karena dia tahu soal Harta Nasional Mary Geoise yang misterius.

Meski begitu, Doflamingo secara mengejutkan sudah lama tersingkir.

Namun di sinilah keunikannya. Ucapan Doflamingo pada Tsuru, terutama soal Tenryuubito yang suatu hari akan ditarik turun dari singgasana mereka, kini terasa seperti ramalan yang pelan-pelan menjadi kenyataan. Kekacauan dunia One Piece saat ini justru menegaskan satu hal: Doflamingo kalah sebagai petarung, tapi tidak pernah keliru membaca arah dunia.

2. Kaido

Kaido
Kaido (dok. Toei Animation/One Piece)

Kaido adalah Yonko dengan bounty aktif tertinggi setelah kematian Edward Newgate. Ia dijuluki Makhluk Terkuat di Dunia, gelar yang terasa layak ia miliki. Bahkan Angkatan Laut pun berpikir dua kali. Sosok seperti Aramaki (Ryokugyu) tidak berani sembarangan menginjakkan kaki di Wano selama Kaido masih berkuasa di sana.

Namun ironi terbesar Kaido justru terletak pada waktu kejatuhannya. Ia tumbang di Wano arc, arc terakhir sebelum One Piece resmi memasuki Final Saga.

Yang membuat absennya Kaido terasa janggal hingga sekarang adalah satu hal: ketangguhan fisiknya belum benar-benar terlampaui. Gorosei mampu bertahan menghadapi Luffy di Egghead berkat regenerasi yang nyaris tak terbatas, sebuah “cheat” eksistensial. Yang gak punya itu? Figur kuat seperti Borsalino dan Rob Lucci tumbang setelah menerima beberapa serangan solid dari Gear 5 Luffy.

Kaido berbeda. Ia menerima rentetan serangan dari Luffy, bahkan sejak sebelum Gear 5, dan tetap berdiri. Hingga pada akhirnya, ia hanya bisa dijatuhkan oleh Bajrang Gun, serangan kolosal yang sangat kuat.

Karena itu, absennya Kaido di Final Saga terasa begitu menarik. Karakter dengan ketangguhan fisik tertinggi di One Piece (setidaknya jika kita tidak menghitung entitas dengan regenerasi abnormal) justru sudah tersingkir tepat sebelum perang terbesar dimulai.

3. Charlotte Linlin

Big Mom
Big Mom (dok. Toei Animation/ One Piece)

Charlotte Linlin disajikan sebagai monster sejati sejak Whole Cake Island arc. Ancamannya tidak hanya masih terasa, tapi justru meningkat di Wano ketika ia membentuk aliansi dengan Kaido, rekan lamanya sesama mantan anggota Bajak Laut Rocks.

Skala pengaruh Linlin juga terasa unik. Ia adalah sosok yang undangan pestanya saja mampu menarik para pemain utama dunia hitam: Big News Morgans, Stussy, dan berbagai figur berpengaruh lainnya. Ini bukan sekadar kekuatan tempur, melainkan bukti bahwa Big Mom adalah pusat gravitasi politik dan kriminal di dunia One Piece.

Namun di Onigashima, Linlin didorong keluar dari pulau yang tengah terbang oleh kombinasi kekuatan Eustass Kid dan Trafalgar Law. Kejatuhan itu tidak hanya menutup era Big Mom, tapi juga menciptakan kekosongan besar yang secara tak terduga membuka jalan bagi Buggy untuk naik menjadi Yonko.

Yang menarik, dampak kekalahan Linlin berbeda dengan Kaido. Jika Bajak Laut Beast terasa runtuh total setelah Wano, keluarga Charlotte justru masih relatif utuh. Banyak anak Linlin berada di Whole Cake Island saat Onigashima berlangsung, termasuk Katakuri, putra terkuat dan pewaris paling “stabil” yang pernah ia miliki.

Hingga kini, nasib Big Mom sendiri masih diselimuti tanda tanya. Dan di situlah spekulasinya menjadi menarik: mungkinkah Katakuri dan sisa Bajak Laut Big Mom masih memiliki peran penting di Perang Akhir?

4. Trafalgar Law

Tokoh Trafalgar Law dalam anime One Piece (dok. Netflix/One Piece)
Tokoh Trafalgar Law dalam anime One Piece (dok. Netflix/One Piece)

Trafalgar Law memasuki Eggheard arc, arc pertama Final Saga, sebagai salah satu bajak laut disegani. Sosok yang sukses menjatuhkan Big Mom bersama Kid, dan mendapat bounty yang sama dengan Luffy dan Kid: 3 miliar.

Fans sudah membayangkan bahwa Law dan krunya akan bertahan hingga pertempuran akhir, dimana ia akan membantu Luffy sekali lagi.

Tapi nyatanya? Ternyata jalur Law membawa dia ke Pulau Winner... dan Kurohige sudah menanti di sana. Law sempat memberi perlawanan berarti, tapi pada akhirnya ia tumbang.

Bajak Laut Heart porak-poranda. Banyak anak buahnya tumbang. Polar Tang, kapal selam kebanggaannya, terbelah dua. Kekalahan ini bukan sekadar kalah duel, ini kehancuran total.

Law sendiri hanya bisa selamat berkat pengorbanan Bepo, yang menggunakan wujud Sulong dengan bantuan obat eksperimental buatan Chopper, lalu melarikan kaptennya dari medan perang.

Masih ada kemungkinan Trafalgar Law akan terlibat dalam Perang Akhir. Namun dengan kapal hancur dan salinan Road Poneglyph yang tampaknya dirampas, posisinya kini berubah drastis. Law mungkin masih petarung elit, tapi ia tak lagi berdiri sebagai pemimpin besar di pertempuran akhir yang akan datang, sejajar dengan Shanks, Luffy, atau Kurohige. Jika ia kembali, itu kemungkinan besar sebagai sekutu atau bahkan mungkin pengikut… bukan sebagai penantang.

5. Eustass Kid

Eustass Kid
Eustass Kid (dok. Toei Animation/ One Piece)

Oda masih memberi Trafalgar Law dan Bajak Laut Heart momen unjuk gigi saat berhadapan dengan Bajak Laut Kurohige meski akhirnya kalah total.

Nasib Eustass Kid jauh lebih brutal.

Kid tiba di Elbaph lebih dulu dibanding Luffy, hanya untuk mendapati Bajak Laut Rambut Merah dan armada pengikut Shanks sedang berada di sana. Meski pernah merasakan kekalahan pahit di tangan kru Shanks sebelumnya, Kid memilih untuk tidak mundur.

Ia justru bersiap menembakkan Railgun, senjata pamungkasnya. Namun lewat Kenbunshoku Haki tingkat tinggi, Shanks melihat masa depan: serangan itu akan menghancurkan kapal-kapal para pengikutnya. Bajak laut lemah yang bertahan hidup di New World bukan karena kekuatan, melainkan karena perlindungan bendera Shanks.

Respons Shanks pun tanpa ragu.

Satu Divine Departure cukup untuk menjatuhkan Kid seketika. Killer, yang berusaha melindungi kaptennya, ikut tumbang dalam satu serangan yang sama.

Demi menyelamatkan nyawa kapten mereka, anak buah Kid menyerahkan seluruh salinan Road Poneglyph yang telah dikumpulkan. Namun itu belum cukup. Dorry dan Brogy tetap menghancurkan Victoria Punk, kapal kebanggaan Kid, sebagai hukuman karena Bajak Laut Kid berani mengarahkan senjata ke Elbaph.

Narasi penutup bab 1079 bahkan terasa dingin dan tak memberi ruang tafsir: “Di Elbaph, New World, bajak laut dengan bounty 3 miliar, Eustass ‘Captain’ Kid dan kelompok Bajak Laut Kid dihancurkan.”

Seperti Law, masih ada kemungkinan Kid kembali muncul di Perang Akhir.

Namun dengan kapal hancur, kru tumbang, dan salinan Road Poneglyph dirampas, posisinya kini jelas. Jika Kid bangkit, itu bukan lagi sebagai pemimpin besar yang menantang takhta melainkan sebagai peserta atau pengikut kelompok lain.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

5 Bajak Laut Penting One Piece yang Tersingkir Sebelum Perang Akhir

26 Jan 2026, 18:00 WIBAnime & Manga