Pembahasan Jujutsu Kaisen Modulo Bab 19, Kembalinya Sang Veteran!

- Dabura menunjukkan kecepatan cahaya dalam pertarungan melawan Mahoraga, menyebabkan kehancuran di medan tempur.
- Dabura berhasil menggunakan kutukan pembalik untuk menyembuhkan luka kakinya yang hancur akibat serangan sendiri.
- Kedua kubu, penyihir dan Simurian, mulai bergerak diam-diam dan terancam bentrok lagi di tengah pertarungan Mahoraga dan Dabura.
Pertarungan Dabura vs Mahoraga kian memanas ketika Simurian terkuat itu memakai kartu as-nya. Di sisi lain, saat kubu penyihir dan para Simurian hampir bentrok, sosok legendaris yang selama ini dicari-cari pemerintah Jepang justru muncul dengan sendirinya.
Bagaimana situasi cerita di Jujutsu Kaisen Modulo Bab 19? Berikut pembahasannya!
1. Dabura menunjukkan teknik akselerasi kecepatan cahayanya

Kekuatan Mahoraga akhirnya memaksa Dabura bertarung dengan sungguh-sungguh.
Begitu kartu terlarangnya diaktifkan, Dabura berakselerasi tanpa henti, kecepatannya melonjak hingga nyaris menyentuh batas cahaya. Ia melesat di medan tempur, menciptakan gelombang sonik yang merobek udara dan membuat bangunan di sekitarnya runtuh satu per satu. Bahkan Mahoraga tak luput dari dampaknya karena salah satu lengannya terputus akibat tekanan dahsyat tersebut.
Saat kecepatannya mencapai puncak, Dabura melepaskan sebuah tendangan mematikan. Ledakan besar pun terjadi, meluluhlantakkan Mahoraga sekaligus menghancurkan seluruh medan pertarungan.
Namun sayangnya, kehancuran itu belum cukup. Dari puing-puing yang tersisa, Mahoraga masih bertahan. Tubuhnya mulai beregenerasi, menandakan bahwa monster adaptif itu belum tumbang.
2. Secara mengejutkan, Dabura langsung bisa memakai kutukan pembalik

Usai melepaskan tendangan tersebut, Dabura baru menyadari bahwa kaki kirinya ikut hancur akibat daya ledak serangan itu sendiri.
Di tengah kondisi tersebut, pikirannya langsung tertuju pada penyihir bumi yang mampu menyembuhkan luka dengan energi kutukan. Pada saat yang sama, Dabura juga menangkap sensasi aneh dari pedang Mahoraga, sebuah rasa yang jelas berbeda: energi positif yang mengalir di dalamnya.
Berbekal dua informasi itu saja, Dabura segera memahami mekanisme kutukan pembalik. Tanpa ragu, ia pun mencoba menerapkannya pada kakinya yang remuk.
Dan benar saja, dalam sekejap, kaki Dabura pulih seperti sedia kala, seolah tak pernah hancur sebelumnya. Menyaksikan keberhasilan itu, pria tersebut memuji sihir jujutsu para penyihir bumi yang ternyata jauh lebih maju dari yang selama ini ia perkirakan.
3. Kubu penyihir dan Simurian terancam kembali bentrok

Di tengah sengitnya pertarungan Mahoraga dan Dabura, kedua kubu diam-diam mulai melakukan pergerakan.
Para penyihir menyadari bahwa dampak bentrokan dua monster tersebut akan memicu kekacauan besar dan berpotensi memaksa kutukan tingkat rendah berhamburan keluar dari Tokyo. Dengan jumlah yang masif, para penyihir tak punya pilihan selain bersiap siaga, mengantisipasi kutukan-kutukan yang melarikan diri sebelum bencana meluas.
Sementara itu, kubu Simurian juga ikut bergerak. Mereka menduga pertarungan tersebut akan dicurangi oleh pihak manusia, sehingga memutuskan untuk turun langsung ke lokasi demi memastikan Dabura bisa melakukan pertarungannya dengan tenang.
Akibatnya, penyihir dan Simurian kembali berhadapan dalam situasi yang masih sarat permusuhan. Konflik yang belum sempat mereda itu kini terancam meledak menjadi bentrokan baru.
4. Yuji muncul kembali dan menghajar semua orang dengan Piercing Blood!

Saat kedua kubu nyaris mencabut senjata mereka, sosok yang kini dikenal sebagai legenda hidup akhirnya kembali menampakkan diri.
Menatap gedung tempat para penyihir dan Simurian saling berhadapan, Yuji bergumam pelan kalau apa yang selama ini ia duga benar-benar kembali terulang. Di sisi lain, Mino yang tengah kalang kabut akibat ulah rekan-rekannya mendadak terperanjat. Sosok legendaris yang selama ini dicari-cari pemerintah justru muncul tepat di hadapannya.
Tanpa memedulikan reaksi Mino, Yuji langsung mengambil pose khas untuk melancarkan Piercing Blood. Bukan cuma satu, melainkan puluhan tembakan darah melesat dalam satu kali serang, menyapu seluruh area tanpa pandang bulu. Penyihir maupun Simurian sama-sama menjadi sasaran, seolah sejak awal Yuji memang tak memihak siapa pun dalam konflik tersebut.
Berkat aksi brutal itu, bentrokan yang nyaris pecah pun terhenti seketika.
Itulah pembahasan tentang kembalinya Yuji yang berhasil menghajar semua orang dengan Piercing Blood.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku


















