Awal dari "kutukan" Essie di Piala Dunia 2026. (x.com/essie_ch)
Kalau Speed Curse terasa kuat, maka Kutukan Essie terasa jauh lebih konsisten.
Estelle, atau yang lebih dikenal sebagai Essie, adalah VTuber independen yang mendadak viral karena tim yang ia dukung berkali-kali berakhir kalah.
Essie mendukung Brasil lawan Norwegia. Brasil kalah.
Setelah itu giliran Meksiko, Portugal, Amerika Serikat, dan beberapa tim lain yang tumbang tak lama setelah mendapatkan dukungan dari Essie.
Salah satu momen paling absurd terjadi ketika ia mendukung Argentina saat melawan Mesir. Argentina sempat tertinggal 0-2. Ketika unggahan dukungannya dihapus dan ia mengunggah cuitan dukungan ke Mesir, Argentina justru melakukan comeback dan menang 3-2.
Internet tentu langsung menganggap itu sebagai bukti baru kekuatan "Kutukan Essie."
Prancis sempat dianggap sebagai tim pertama yang benar-benar lolos dari kutukan tersebut ketika mereka mengalahkan Maroko.
Namun menjelang semifinal melawan Spanyol, Essie kembali mengunggah dukungan untuk tim Kylian Mbappe.
Hasilnya?
Prancis kalah 0-2 dari Spanyol.
Kutukan yang sempat dianggap telah berakhir pun hidup kembali.
Puncak meme ini terjadi ketika Essie mendukung Inggris menjelang semifinal melawan Argentina. Inggris akhirnya kalah setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 2-1.
Meski menjadi bahan bercandaan yang sangat populer, ada sisi kurang menyenangkan dari fenomena ini. Setelah laga Inggris melawan Argentina, Essie mengaku menerima sejumlah pesan yang tidak menyenangkan hingga akhirnya menghapus alamat email dari bio media sosialnya.
Ia kemudian menulis:
"i think mufa-chan will retire world cup posting for the rest of the cup as people do not know how to be kind ;w; thank u for all the silly clips and art and memes that have come from it though!"
Karena itu, penting untuk diingat bahwa semua ini hanyalah lelucon internet dan rangkaian kebetulan yang lucu. Tidak ada alasan untuk menyerang orang lain hanya karena hasil pertandingan sepak bola.