Faktor Kunci Apa yang Diharapkan Leomotions Studio dari Sebuah IP?

Leomotions Studio menempatkan cerita sebagai salah satu faktor kunci saat mengevaluasi IP untuk potensi kolaborasi.
Bernardus Sabar Wahyudi dan Nicole West sama-sama menilai cerita sebagai fondasi penting dalam karya animasi.
Visual, teknologi, dan pemasaran dapat mendukung IP, tetapi cerita membuat audiens mengikuti karakter dan dunia yang dibangun.
Jakarta, Duniaku.com - Salah satu hal menarik dari BEAST 2026 adalah bagaimana acara ini membuka kesempatan bagi pemilik IP untuk menemukan mitra yang bisa membantu membawa karya mereka ke tingkat berikutnya.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Bernardus Sabar Wahyudi, CEO Leomotions Studio, ketika mengakhiri presentasinya. Ia bahkan secara terbuka menawarkan kesempatan kolaborasi melalui pernyataan:
"You bring the story. We bring a proven pipeline. Let's build it together."
Mendengar tawaran tersebut, saya pun penasaran. Sebenarnya, faktor apa yang dicari Leomotions Studio ketika mengevaluasi sebuah IP untuk potensi kolaborasi?
Table of Content
1. Sabar Menyoroti Pentingnya Cerita

Bernardus Sabar Wahyudi, CEO Leomotions Studio. Fotografer: Fahrul Razi Uni Nurullah Ketika mendapat kesempatan bertanya dalam sesi Q&A, saya mengangkat beberapa kemungkinan yang terpikirkan: apakah Leomotions mencari kekuatan cerita, karakter yang sudah dikenal, ukuran fanbase, potensi komersial, atau faktor lainnya?
Sabar kemudian memberikan jawaban yang cukup tegas. Dari berbagai faktor tersebut, cerita merupakan salah satu faktor kunci yang paling mereka perhatikan.
"Cerita yang enggak kuat dari awal, kita bikin fanbase susah banget. Itu yang terjadi pada beberapa produk film yang lain juga, bahkan series," ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa cerita yang kuat merupakan fondasi agar berbagai tim bisa bekerja mengembangkan sebuah IP.
"Jadi kita harus punya cerita yang sangat kuat, baru nanti tim marketing, tim IP, dan tim produksi, tim kreatif itu bisa bergerak."
Dengan kata lain, popularitas sebuah IP memang bisa dikembangkan melalui berbagai strategi. Namun, tanpa fondasi cerita yang menarik, membangun audiens akan menjadi tantangan tersendiri.
2. Saya Jadi Teringat Pesan Nicole West: Story Is King

Nicole West di at america dalam panel From Sketch to Screen: Building Animation That Lasts di at america. (Dok. at america) Yang membuat saya tersenyum mendengar jawaban Sabar adalah bagaimana pandangannya ternyata sejalan dengan salah satu pesan yang saya dengar dalam kesempatan berbeda.
Pada 23 Oktober 2026, Nicole West menyampaikan sejumlah perspektif menarik dalam sesi bertajuk From Sketch to Screen: Building Animation That Lasts di @america, Pacific Place, Jakarta.
Nicole West merupakan profesional industri hiburan yang berpengalaman dalam produksi animasi, manajemen studio, dan pengembangan tim kreatif. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus Head of Operations di West Studio, serta Adjunct Associate Professor di John C. Hench Division of Animation & Digital Arts, USC School of Cinematic Arts, University of Southern California.
Dalam piramida hierarki produksi animasi yang dipaparkannya, Nicole menempatkan story atau cerita di atas art atau seni visual.
Alasannya cukup sederhana: visual yang indah saja tidak cukup untuk membuat penonton bertahan jika cerita yang disajikan tidak menarik.
"Kalau tampilannya indah tapi ceritanya tidak bagus, tidak akan ada yang menontonnya."
Sebelum acara tersebut, saya juga sempat berbincang dengannya. Dalam percakapan itu, Nicole turut menyoroti betapa pentingnya cerita bagi manusia, termasuk bagaimana cerita dari budaya berbeda bisa menghubungkan kita satu sama lain.
"Manusia sudah sejak lama menyukai cerita, dan kita akan selalu menyukainya. Kita juga menyukai cerita satu sama lain, bahkan kita pun menyukai cerita dari budaya lain. Dalam banyak hal, inilah yang mempersatukan kita."
"Jadi, cerita memang sangat penting," celetuk saya setelah mendengar penjelasannya.
"Ya, memang benar," tegas Nicole.
3. Jadi, Story Is King Memang Bukan Sekadar Slogan

Bernardus Sabar Wahyudi, CEO Leomotions Studio. Fotografer: Fahrul Razi Uni Nurullah Menarik bagi saya untuk menyandingkan penjelasan Sabar dengan perspektif Nicole West.
Keduanya berbicara dari pengalaman dan sudut pandang yang berbeda, tetapi memiliki satu benang merah: cerita merupakan fondasi penting dalam menciptakan karya animasi yang mampu menarik perhatian penonton.
Visual yang memukau bisa menjadi daya tarik awal. Teknologi dan kemampuan produksi bisa membantu mewujudkan imajinasi kreator. Strategi pemasaran juga bisa memperkenalkan sebuah IP kepada audiens yang lebih luas.
Namun, cerita adalah alasan mengapa orang mau mengikuti karakter, peduli terhadap perjalanan mereka, dan kembali menikmati karya tersebut.
Karena itu, bagi kamu yang sedang berencana mengembangkan sebuah IP, ada satu pelajaran yang patut dipertimbangkan: bangunlah cerita yang kuat, sesuatu yang bisa membuat orang peduli terhadap dunia dan karakter yang kamu ciptakan.
Sebab ketika cerita tersebut sudah memiliki fondasi yang kokoh dan kamu membawanya kepada mitra produksi seperti Leomotions, ada sesuatu yang lebih konkret untuk dikembangkan bersama.
Seperti yang disampaikan Sabar, cerita yang kuat akan menjadi fondasi bagi tim marketing, tim IP, tim produksi, dan tim kreatif untuk bergerak.
Pada akhirnya, teknologi bisa membantu menghidupkan sebuah dunia, tetapi cerita yang membuat orang ingin tinggal di dalamnya.











