Apa Saja yang Tersaji di BEAST 2026? Ini Laporannya!

BEAST 2026 menghadirkan pembicara industri animasi dan kreatif yang membahas pengembangan IP serta peluang pasar global.
Business Matching mempertemukan pemilik proyek dengan studio dan penyedia layanan produksi untuk membuka peluang kerja sama.
Acara ini menjadi ruang networking bagi pelajar, profesional, mahasiswa, dan kreator yang ingin mengenal industri animasi.
Jakarta, Duniaku.com - Pada 7 November 2026, saya berkesempatan menghadiri BEAST 2026 yang berlangsung di Mercure Hotel Sabang, Jakarta.
Sebagai konteks, BEAST merupakan singkatan dari Bengkel Animasi Creative & Digital Arts Festival. Acara ini telah konsisten diselenggarakan sejak 2018 untuk memberdayakan komunitas animasi, computer graphics, dan seni digital agar terus berkembang.
Lantas, apa saja yang menarik dari BEAST 2026 tahun ini? Berikut laporan selengkapnya!
Table of Content
1. Panel dengan Materi Berbobot

Shunsuke Takai dari Dentsu Inc. Japan bicara online di BEAST 2026. Fotografer: Fahrul Nurullah BEAST 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari industri animasi dan kreatif yang berbagi perspektif mengenai berbagai topik, mulai dari pengembangan IP hingga peluang industri animasi di pasar global.
Beberapa nama yang hadir antara lain Bernardus Sabar Wahyudi, CEO Leomotions Studio; Gilang Bhagaskara, IP Producer dari Infinite Studios; serta Novia Puspa Sari, Producer dari Visinema Animation.
Selain itu, ada pula Shunsuke Takai dari Dentsu Inc. Japan yang menyampaikan materinya secara daring kepada para peserta.
Mengikuti panel-panel ini menjadi pengalaman menarik karena masing-masing pembicara membawa perspektif yang berbeda.
Misalnya, Sabar dari Leomotions tidak hanya berbagi pengalaman mengenai keterlibatan studionya dalam pengerjaan film Jumbo, tetapi juga menjawab berbagai pertanyaan dari peserta.
Salah satunya adalah pertanyaan saya mengenai faktor utama yang dicari Leomotions ketika mengevaluasi sebuah IP untuk potensi kolaborasi. Menariknya, ia menekankan bahwa kekuatan cerita merupakan hal yang sangat penting, bahkan menyampaikan bahwa fanbase bisa dibangun, tetapi cerita tidak bisa begitu saja diciptakan.
Sementara itu, Shunsuke Takai membahas bagaimana IP Jepang dapat menjangkau pasar internasional, berbagai pelajaran dari pengembangan IP, hingga potensi budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi untuk karya kreatif yang bisa dikenal dunia.
2. Business Matching untuk Membuka Peluang Kolaborasi

Booth WAU Animation Malaysia di ruang Business Matching BEAST 2026. Fotografer: Fahrul Nurullah Salah satu bagian menarik lainnya dari BEAST 2026 adalah Business Matching.
Program ini mempertemukan pemilik proyek dengan penyedia layanan produksi untuk membuka peluang kerja sama dan mendorong terciptanya hubungan bisnis baru.
Kesempatan kolaborasi bahkan sudah disampaikan oleh beberapa pembicara ketika mengakhiri presentasi mereka. Salah satunya adalah Sabar dari Leomotions Studio, yang membuka kesempatan bagi peserta untuk mendiskusikan potensi kerja sama lebih lanjut.
Pengunjung yang tertarik bisa melanjutkan percakapan melalui booth Leomotions.
Di ruangan sebelah area konferensi, yang memang untuk Business Matching, saya juga menemukan booth dari Aras Design & Motion serta WAU Animation Malaysia.
Dengan adanya area ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan dari presentasi, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan studio dan pelaku industri yang mungkin bisa menjadi mitra dalam proyek mereka.
3. Kesempatan Networking bagi Calon Pelaku Industri Animasi

Bernardus Sabar Wahyudi, CEO Leomotions Studio Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai perusahaan dan studio, serta peserta dari kalangan pelajar hingga profesional industri, BEAST 2026 juga menjadi kesempatan menarik untuk membangun jaringan.
Bagi mahasiswa atau anak muda yang bercita-cita terjun ke industri animasi, acara seperti ini bisa menjadi tempat untuk mengenal lebih dekat kebutuhan industri, memahami kemampuan yang perlu dikembangkan, sekaligus bertemu dengan orang-orang yang sudah lebih dahulu berkecimpung di bidang tersebut.
Begitu pula bagi kreator yang sudah memiliki konsep atau proposal IP. Kehadiran berbagai studio dan penyedia layanan produksi membuka kesempatan untuk memperkenalkan ide mereka dan mendiskusikan kemungkinan pengembangannya.
Dengan demikian, BEAST bukan hanya menjadi tempat untuk mempelajari perkembangan industri animasi dan seni digital, tetapi juga ruang untuk mempertemukan ide, talenta, dan peluang kolaborasi.













