World Conference on Creative Economy 5 Resmi Masuki Hari Kedua!
Hari kedua World Conference on Creative Economy 5 dibuka di Jakarta, dengan Menekraf Tengku Riefky Harsya menyoroti kontribusi ekonomi kreatif Indonesia terhadap PDB dan 27,4 juta lapangan kerja.
Tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” menekankan kolaborasi pemerintah, kreator, bisnis, akademisi, komunitas, dan media untuk memperkuat ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Menteri PPN Rachmat Pambudy menyatakan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan inklusif di tengah ketidakpastian global; konferensi berlanjut hingga 23 Oktober dengan sesi diskusi dan pertemuan menteri.
Hari kedua World Conference on Creative Economy 5 resmi dibuka! Seperti apa pengantar dari Menekraf dan Menteri PPN? Temukan di sini!
1. Pengantar oleh Menekraf!
World Conference on Creative Economy 5 (duniaku.com/Adhitya Daniel) Dalam awal acara yang berlangsung di Grand Ballroom Kempinski di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Riefky Harsya membawa kata pengantar yang menjabarkan perjalanan panjang WCCE yang kini kembali ke Indonesia dengan diselenggarakannya acara tersebut di Jakarta.
"Ekspor produk dan layanan kreatif di dunia bernilai kurang lebih 1.7 triliun Dolar AS pada 2024, dan di Indonesia sendiri kurang lebih 7.38 persen dari GDP dan menciptakan lapangan kerja untuk kurang lebih 27.4 juta orang. Tema tahun ini adalah Inclusively Creative: Collective Continuity. 'Collective' karena butuh pemerintah, kreator, pelaku bisnis, akademisi, komunitas dan media bersama untuk memperkuat kolaborasi di ekonomi kreatif. 'Continuity' karena kreativitas tidak pernah berhenti. Ia mengalir dari satu kemungkinan ke yang berikutnya. Dari krisis ke pemulihan. Setiap edisi selalu bertemu pada dua kata yang sama, Inclusively Creative," ungkap Tengku Riefky Harsya.
2. Dibuka oleh Menteri PPN!
World Conference on Creative Economy 5 (duniaku.com/Adhitya Daniel) Setelah kalimat pembuka oleh Menekraf / Kepala Badan Ekonomi Kreatif, acara resmi dibuka oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy yang sekaligus turut mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Rachmat menjabarkan perhatiannya terhadap sektor ekonomi kreatif dalam hari kedua pergelaran ekonomi kreatif global di bulan Oktober ini.
"Ketegangan geopolitis mendisrupsi perdagangan, mendisrupsi kerja sama, dan menciptakan ketidakpastian pada investasi. Dunia perlu mesin yang baru, mesin perkembangan baru yang tangguh, mesin baru yang lebih inklusif, dan mesin baru yang lebih sustainable. Ekonomi kreatif persis menawarkan kesempatan itu," ungkap Rachmat Pambudy, "Masterplan ekonomi kreatif nasional yang baru kami tetapkan ini menyajikan spektrum lebih besar dan menyeluruh dalam ekosistem ini melalui kerja sama antara pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas dan stakeholder lainnya. "
3. Masih ada hari ke-3!
World Conference on Creative Economy 5 (duniaku.com/Adhitya Daniel) Galeri World Conference on Creative Economy 5
Melalui serangkaian Plenary Session yang berlangsung sepanjang 09.00-18.00 WIB di Grand Ballroom dan juga sesi Ministerial Meeting yang berlangsung sepanjang 14.00 - 16.00 WIB di Bali Room Kempinski, acara ini mempertemukan berbagai pelaku ekonomi kreatif di seluruh dunia serta membicarakan visi pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, khususnya di Indonesia.
Acara inipun masih berlangsung hingga 23 Oktober, di mana beragam sesi diskusi panel yang menghadirkan berbagai tokoh dari pemerintah bahkan tokoh populer hingga dari industri produk kreatif seperti film dan musik akan mewarnai ragam ilmu pengetahuan dan pemahaman akan industri ekonomi kreatif yang bisa dituai melalui pertemuan ini.
Apa pendapatmu terhadap World Conference on Creative Economy 5 di Jakarta? Sampaikan di kolom komentar!















