Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Besar Bryan Resident Evil (2026) dengan Protagonis Game

6 min read
5 Perbedaan Besar Bryan Resident Evil (2026) dengan Protagonis Game
Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)
  • Bryan adalah karakter baru dalam Resident Evil (2026) yang bekerja sebagai kurir dan tidak memiliki kemampuan senjata seperti banyak protagonis game.

  • Berbeda dari pemain game, Bryan tidak aktif mencari item dan gagal mengenali solusi kunci saat menghadapi gerbang di farmhouse.

  • Bryan tidak punya latihan dan latar belakangnya hanya orang biasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perbedaan Bryan mana yang paling membedakannya?
Share Article

Bryan dari Resident Evil (2026) adalah karakter baru yang dibuat khusus untuk versi film karya Zach Cregger.

Sebagai protagonis, Bryan punya sejumlah perbedaan menarik dibandingkan karakter-karakter utama yang selama ini kita kenal dari game Resident Evil.

Apa saja?

Oh ya, hati-hati: poin terakhir mengandung spoiler besar untuk film dan beberapa game Resident Evil.

  1. 1. Tidak Paham Cara Menggunakan Senjata Api

    Resident Evil 2026.jpeg
    Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

    Kalau dipikir-pikir, para protagonis game Resident Evil biasanya setidaknya sudah memiliki kemampuan menggunakan senjata.

    Bahkan Ethan Winters, yang pada awal Resident Evil 7: Biohazard mungkin merupakan salah satu protagonis paling “biasa” dalam seri ini, tetap bisa menggunakan pistol dan berbagai senjata jarak dekat ketika situasi memaksanya.

    Bryan berbeda.

    Dari dialognya, sebelum kejadian di film tampaknya pengalaman Bryan menggunakan senjata api hanya sebatas apa yang ia lihat di video game.

    Karena itu, ia bahkan sempat tidak memahami mekanisme safety pada pistol dan SMG yang digunakannya.

    Akurasi tembakannya juga jauh dari kata bagus.

    Memang, Bryan tetap memiliki beberapa momen ketika ia berhasil menggunakan senjata dengan cukup efektif. Namun secara umum, film sengaja memperlihatkan bahwa ia adalah orang awam yang sedang belajar menggunakan senjata di tengah situasi hidup dan mati.

    Dan dengan latar belakang Bryan sebagai kurir, ketidakmampuannya ini justru terasa masuk akal.

  2. 2. Latar Belakangnya Benar-Benar Orang Biasa

    Resident Evil 2026 4.jpeg
    Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

    Dari segi latar belakang, Bryan mungkin paling dekat dengan Ethan Winters sebagai contoh karakter “orang biasa yang terjebak dalam masalah yang jauh lebih besar daripada dirinya.”

    Bryan adalah seorang kurir.

    Ethan adalah seorang system engineer.

    Sementara itu, banyak protagonis Resident Evil lainnya memiliki latar belakang militer, kepolisian, atau organisasi yang memang melatih mereka menghadapi situasi berbahaya.

    Leon adalah polisi yang kemudian menjadi agen pemerintah.

    Chris dan Jill merupakan anggota S.T.A.R.S.

    Claire memang bukan tentara, tetapi ia mendapatkan pelatihan dari Chris dan kemudian punya pengalaman langsung menghadapi berbagai B.O.W.

    Bryan?

    Dia cuma sedang bekerja.

    Dan sekarang dia harus berlari dari monster yang bahkan tidak masuk akal menurut pemahamannya tentang dunia.

    Itu juga membuat kesulitannya menggunakan senjata dan membidik terasa lebih masuk akal.

  3. 3. Bryan Bukan Pengumpul Item

    Apakah Film Resident Evil 2026 Punya Post-credit Scene.jpg
    Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

    Ini memang agak lucu kalau dilihat dari sudut pandang pemain Resident Evil.

    Saat bermain game, kita biasanya akan mencari-cari peluru, obat, senjata, kunci, dan berbagai item lain karena kita tahu benda-benda tersebut kemungkinan akan berguna beberapa menit kemudian.

    Bryan tidak punya kebiasaan seperti itu.

    Ada satu momen ketika ia memang mengumpulkan senjata di farmhouse. Ia mengambil shotgun dan kemudian harus mencari amunisinya.

    Namun sepanjang film, Bryan tidak terlihat seperti orang yang secara aktif mengeksplorasi lingkungan untuk mencari item.

    Dan itu mungkin karena satu alasan sederhana: dia sedang terburu-buru mengantarkan paketnya.

    Buat pemain Resident Evil, ini terasa agak menyakitkan.

    Karena di beberapa bagian film, ada benda-benda yang sekilas terlihat seperti item penting di latar belakang. Ada yang menyerupai Herb. Ada First Aid Spray.

    Tapi Bryan bukan pemain Resident Evil. Dia cuma orang yang ingin menyelesaikan pekerjaannya dan keluar dari kota. Dan dia tidak mengambili atau bahkan memeriksa item-item itu.

  4. 4. Bryan dan Masalah dengan Kunci

    Tangkapan layar resmi film Resident Evil (2026) dari Constantin Pictures dan Sony Pictures Releasing.
    Screenshot Resident Evil (2026). (Dok. Constantin Pictures, Sony Pictures Releasing/Resident Evil (2026)

    Salah satu contoh paling lucu dari perbedaan Bryan dengan protagonis game terjadi di farmhouse.

    Ada gerbang yang digembok dan diperkuat dengan rantai baja. Pada gembok tersebut terdapat sebuah simbol.

    Kalau ini game Resident Evil, kita mungkin sudah tahu apa yang harus dilakukan. Cari kunci dengan simbol yang sama.

    Bryan tidak berpikir sejauh itu.

    Dalam keadaan panik karena baru saja melihat dua infected bergabung menjadi satu makhluk mengerikan dan mulai mengejarnya, Bryan mencoba membuka gerbang tersebut menggunakan sekumpulan kunci yang ia punya.

    Tidak ada yang cocok.

    Jadi apa langkah berikutnya?

    Tembak gemboknya dengan shotgun.

    Ternyata shotgun bukan solusi yang terlalu bagus untuk menghancurkan gembok dan rantai baja yang kokoh.

    Lalu Bryan mencoba solusi berikutnya: tabrak gerbangnya menggunakan kendaraan.

    Hasilnya?

    Gerbang tersebut tetap berdiri.

    Dan kemudian kita mengetahui bahwa kunci yang benar ternyata sudah ada di kendaraan yang ia pakai untuk menabrak gerbang. Bahkan kunci itu punya simbol yang sama dengan gembok.

    Buat pemain Resident Evil, ini mungkin terasa seperti melihat seseorang gagal memecahkan puzzle yang jawabannya sebenarnya sudah terpampang di depan mata.

    Buat Bryan, ini cuma manusia panik yang sedang dikejar monster.

    Dan itulah salah satu contoh komedi paling khas dalam film ini.

  5. 5. SPOILER KERAS

    Screenshot 2026-05-01 095910.png
    (Dok. Sony Pictures/Resident Evil)

    Ini bagian yang paling menarik.

    Dalam berbagai game Resident Evil, protagonis biasanya bisa selamat dari berbagai macam situasi mengerikan, termasuk paparan infeksi.

    Bukan berarti karakter game sepenuhnya kebal. Jill Valentine, misalnya, sempat terinfeksi dalam Resident Evil 3 dan tetap harus mendapatkan pertolongan.

    Namun, secara umum, protagonis utama Resident Evil punya cara untuk bertahan dan mendapatkan penanganan sebelum infeksi tersebut menghancurkan mereka.

    Bryan justru menjadi kasus yang sangat berbeda.

    Ia adalah protagonis utama film, tetapi tergigit ketika masih berada di RV di sebuah terowongan, bahkan sebelum berhasil mencapai kota.

    Infeksi tersebut kemudian menyebar.

    Dan pada akhirnya, setelah serangkaian keputusan buruk serta situasi yang semakin kacau, Bryan tidak berhasil diselamatkan.

    Ia bahkan mengalami mutasi menjadi makhluk mengerikan.

    Wujud akhirnya sendiri mengingatkan saya pada salah satu bentuk William Birkin dalam Resident Evil 2, terutama karena adanya mata besar di tubuhnya.

    Namun yang paling menarik justru nasib Bryan sebagai karakter.

    Kalau kita mencari perbandingan di antara protagonis Resident Evil, mungkin karakter yang paling dekat adalah Ethan Winters.

    Resident Evil Village mengungkap bahwa Ethan sebenarnya sudah mati sejak awal Resident Evil 7: Biohazard, setelah serangan Jack Baker yang terkenal dengan adegan “Welcome to the family, son!”

    Ethan kemudian tetap dapat bergerak dan bahkan mengalami berbagai anomali fisik karena tubuhnya telah terpengaruh Mold. Itulah yang memungkinkan hal-hal absurd seperti anggota tubuhnya yang terputus dapat disambungkan kembali.

    Namun, meskipun secara teknis Ethan sudah tidak sepenuhnya manusia, ia tetap mempertahankan kesadaran dan identitasnya sebagai Ethan.

    Bryan tidak mendapatkan nasib seperti itu.

    Menjelang akhir film, ia tampaknya sudah kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri. Yang tersisa adalah makhluk yang hanya bisa melolong ketika melihat helikopter Garda Nasional Amerika mendekatinya.

    Dan di situlah perbedaan Bryan dengan protagonis Resident Evil lainnya terasa paling tragis.

    Dia bukan Leon yang menjadi agen pemerintah. Bukan Chris yang menjadi veteran pemburu B.O.W. Bukan Jill yang berhasil keluar dari Raccoon City.

    Bahkan bukan Ethan yang, meskipun tubuhnya sudah mengalami perubahan ekstrem, masih mampu mempertahankan dirinya sebagai manusia.

    Bryan hanyalah orang biasa yang masuk ke dalam Resident Evil.

    Dan film ini tidak menjamin bahwa orang biasa tersebut akan keluar sebagai pahlawan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More