Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

7 Petunjuk Shanks Merencanakan Sesuatu di One Piece! Apa yang Dia Mau?

Shanks di eksekusi roger.jpg
Shanks di eksekusi Roger. (Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya sih...
  • Shanks mengurungkan rencana awalnya, menunjukkan ada sesuatu yang memaksanya untuk bergerak.
  • Shanks tidak langsung ke Laugh Tale dan mengumpulkan kru yang tidak main-main, menandakan adanya agenda besar di balik layar.
  • Shanks mencuri Hito Hito no Mi, Model: Nika dari Pemerintah Dunia dan baru setelah Wano arc memutuskan mengklaim One Piece.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semakin jauh cerita One Piece berjalan, satu hal terasa makin sulit diabaikan: Shanks tidak bergerak sembarangan.

Yang menarik, banyak indikasi menunjukkan bahwa apa pun yang sedang Shanks siapkan bukan rencana dadakan. Ini terasa seperti agenda jangka panjang, disusun perlahan, dijaga rapat, dan baru sekarang mulai memperlihatkan maknanya.

Lalu apa saja petunjuk bahwa Shanks sebenarnya sedang menggerakkan punya agenda besar di balik layar?

Mari kita lihat satu per satu tanda-tandanya.

1. Mengurungkan rencana awalnya

Shanks and Buggy
Shanks dan Buggy (dok. Toei Animation/One Piece)

Di bab 1152, lewat kilas balik 14 tahun lalu, Shanks mengungkap sesuatu yang cukup mengejutkan saat ngobrol sama Gaban: rencana hidupnya sebenarnya sangat sederhana.

Ia ingin menjalani hidup bajak laut yang santai, berlayar tanpa ambisi besar, bersama sahabatnya, Buggy. Tidak ada mimpi menjadi Raja Bajak Laut. Tidak ada keinginan mengguncang dunia.

Namun realitas berkata lain.

Sejak eksekusi Roger, arah hidup Shanks berubah total. Ia tidak memilih jalur santai. Sebaliknya, ia: membangun kru yang sangat solid, naik menjadi Yonko, terlibat dalam peristiwa-peristiwa kunci dunia, dan berulang kali bertindak sebagai “penjaga keseimbangan” era baru.

Fakta bahwa Shanks tidak menjalani hidup yang ia inginkan sendiri mengisyaratkan satu hal penting: ada sesuatu yang memaksanya untuk bergerak.

2. Tidak langsung ke Laugh Tale

Shanks di eksekusi roger.jpg
Shanks di eksekusi Roger. (Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Kalau Shanks mau ke Laugh Tale bersama Buggy dia sudah bisa melakukannya sejak lama.

Selain sangat berbakat, Shanks sudah ikut Oro Jackson sampai ke pulau legendaris itu meski dulu dia tidak turun karena menemani Buggy yang sakit. Dia minimal punya gambaran apa yang harus dia lakukan.

Namun setelah eksekusi Roger dia berubah pikiran. Untuk saat itu ia tidak ingin langsung ke Laugh Tale. Ini saja sudah indikasi bahkan setelah eksekusi Roger, Shanks ada yang harus dilakukan dulu.

Tragisnya, Buggy malah merasa dikhianati. Dia begitu yakin Shanks akan jadi Raja Bajak Laut baru hingga keputusan Shanks tidak langsung ke Laugh Tale ini melukai hati Buggy, sampai akhirnya dia berpisah dari Shanks... tanpa mendengarkan dulu penjelasan Shanks, yang mencoba mengajaknya.

3. Mengumpulkan kru yang tidak main-main

Shanks ketemu Yasopp. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Shanks ketemu Yasopp. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Dalam One Piece: Chapter 0, kita melihat Shanks, saat baru berusia 17 tahun, ke East Blue untuk enemui Yasopp.

Setelah itu, Shanks merekrut nama-nama kuat lain seperti Benn Beckman dan Lucky Roux. Seiring waktu, Angkatan Laut pun menganggap Bajak Laut Rambut Merah sebagai kelompok yang “tidak punya titik lemah”, kru solid tanpa anggota yang bisa dieksploitasi.

Pola ini terasa sangat berbeda dari model perekrutan spontan ala Luffy, yang mengumpulkan kru dari pertemuan-pertemuan tak terduga di sepanjang perjalanan. Shanks tampak selektif sejak awal. Ia tidak sekadar menerima siapa pun yang cocok di perjalanan; ia mencari orang tertentu, bahkan rela menempuh rute jauh dan berisiko demi mendapatkannya.

Semua ini mengisyaratkan satu hal: Shanks sudah punya gambaran jelas tentang seperti apa kru yang ia butuhkan. Bukan sekadar kru untuk berlayar santai, melainkan fondasi untuk agenda besar yang menuntut presisi dan kepercayaan mutlak.

Dengan kata lain, sejak remaja pun Shanks tidak membangun kru secara acak. Ia sedang menyusun rekan yang tepat.

4. Sempat menyusup jadi Pedang Dewa

Shanks sebagai Pedang Dewa.
Shanks sebagai Pedang Dewa. (dok. Shueisha/One Piece)

Shanks sempat dengan sengaja datang ke Mary Geoise. Di sana dia menjadi Pedang Dewa, kaki tangan Kesatria Dewa, dan sudah dipersiapkan untuk dapat promosi cepat jadi Kesatria Dewa seperti ayah dan saudaranya yaitu Figarland Garling dan Shamrock.

Namun yang paling menarik justru bukan saat Shanks masuk, melainkan kapan ia keluar.

Shanks membelot tepat sebelum menerima Perjanjian Laut Dalam, tahap krusial yang akan menjadikannya Kesatria Dewa sepenuhnya, sekaligus mengikat kehendaknya pada Imu. Setelah perjanjian itu, seseorang bisa dikendalikan dari mana pun, tanpa ruang untuk menolak.

Timing ini terasa terlalu presisi untuk dianggap kebetulan.

Keputusan Shanks untuk mundur tepat sebelum kehilangan kehendak bebas seakan menunjukkan bahwa ia sudah tahu lebih dulu apa konsekuensi sebenarnya dari promosi tersebut. Ia tahu batasnya. Ia tahu kapan harus berhenti. Dan ia tahu bahwa satu langkah lagi berarti tidak ada jalan kembali.

Dari sini, muncul kesan kuat bahwa: Shanks tidak tergoda kekuasaan Mary Geoise. Ia masuk dengan tujuan tertentu, dan begitu informasi yang ia butuhkan didapat (atau mungkin dia tahu situasinya sudah bahaya), ia langsung menarik diri.

Jika benar demikian, maka perannya sebagai Pedang Dewa bukan bentuk pengkhianatan, melainkan operasi penyamaran tingkat tinggi

5. Mencuri Hito Hito no Mi, Model: Nika

Shanks one piece. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Shanks one piece. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Hito Hito no Mi, Model: Nika seperti menghindari Gorosei 800 tahun. Apapun yang mereka lakukan, mereka selalu gagal mendapatkannya.

Namun sekitar 12 tahun lalu, Pemerintah Dunia sempat mendapatkan buah itu. Who's-Who yang masih di CP9 sampai mengawalnya untuk diantar ke Pemerintah Dunia.

Lalu Shanks datang… dan semuanya buyar.

Shanks menyerang, merampas Hito Hito no Mi, Model: Nika, dan membuat operasi tingkat tinggi Pemerintah Dunia gagal total. Who’s-Who dipenjara. Buah itu lepas lagi dari kendali Mary Geoise.

Jika dilihat sekilas, ini mungkin awalnya dikira perampokan bajak laut biasa. Namun jika kita mengaitkannya dengan fakta bahwa Shanks pernah menyusup ke Mary Geoise dan mengumpulkan informasi dari dalam, gambarnya berubah drastis.

Langkah ini terasa terlalu tepat sasaran.

Shanks mungkin tahu apa buah itu, tahu betapa berbahayanya jika jatuh ke tangan Pemerintah Dunia, dan memilih bertindak langsung, meski risikonya luar biasa besar.

Ini membuat dugaan menjadi kuat bahwa pencurian Nika bukan reaksi spontan, melainkan langkah preventif yang disengaja. Shanks memastikan satu hal:
Hito Hito no Mi, Model: Nika tidak boleh berada di bawah kendali Gorosei dan Imu.

6. Terlalu lama di Desa Foosha

romance dawn arc.jpg
Luffy dan Shanks One Piece

Saat Shanks singgah di Desa Foosha, bounty-nya sudah mencapai 1.040.000.000, angka yang jelas level New World, bukan East Blue. Secara logika, tidak ada alasan bagi Yonko masa depan untuk berlama-lama di desa damai paling “jinak” di lautan.

Namun Shanks tidak sekadar singgah. Ia tinggal sekitar satu tahun, menjadikan Foosha sebagai markas sementaranya.

Apakah ini sekadar ingin santai? Petunjuk terbaru membuat kemungkinan itu terasa… kurang meyakinkan.

Di bab 1169, kilas balik 14 tahun lalu memperlihatkan Shanks mendengar kabar penting dari Scopper Gaban: Gol D. Roger memiliki seorang anak. Reaksi Shanks sangat emosional dan personal:

“Kalau begitu, dia sudah seperti adik untukku.”

“Kalau dia punya darah Kapten Roger, kurasa dia akan jadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya.”

Gaban menambahkan bahwa informasi itu ia dengar dari Monkey D. Garp. Dan dari situ dicurigai Shanks sengaja ke Kerajaan Goa, wilayah Garp, untuk mencari putra Roger.

Dari sini, muncul pertanyaan yang sulit diabaikan: apakah Shanks sebenarnya datang ke Desa Foosha untuk mencari anak Roger, Portgas D. Ace?

Jika dikaitkan dengan fakta bahwa Shanks baru saja mencuri Hito Hito no Mi, Model: Nika dari Pemerintah Dunia, spekulasinya menjadi semakin kuat. Bisa jadi, Shanks: ingin memastikan buah itu tidak jatuh ke tangan Gorosei, sekaligus berniat menyerahkannya kepada sosok yang ia yakini pantas menjadi Raja Bajak Laut berikutnya yaitu anak Roger.

Namun sejarah berbelok dengan cara yang tak terduga.

Buah itu dimakan oleh Monkey D. Luffy, anak desa yang ceroboh, konyol, dan merupakan sahabat Shanks. Ironisnya, justru Luffy yang kemudian membangkitkan Nika, sesuatu yang bahkan mungkin lebih tepat daripada rencana awal Shanks.

Dan yang paling menarik: Shanks pergi tidak lama setelah Luffy memakan buah itu. Seolah-olah, pada saat itu, Shanks merasa misinya telah selesai.

Bukan karena rencana awalnya berhasil persis seperti yang ia bayangkan, melainkan karena takdir sudah memilih jalannya sendiri.

7. Baru setelah Wano arc memutuskan mengklaim One Piece

Shanks menyatakan ia ingin mengeklaim One Piece
Shanks menyatakan ia ingin mengeklaim One Piece (dok. Toei Animation/One Piece)

Kamu masih ingat ucapan Marcus Mars sang Gorosei mengomentari Shanks mengirim utusan ke Shirohige di bab 233? "Shanks bisa menyebabkan kehancuran besar. Tapi kurasa ambisinya bukan menguasai dunia."

Meski sekarang kita tahu Gorosei dan Tenryuubito mungkin tidak suka Shanks karena dia pernah jadi Pedang Dewa dan berkhianat, Shanks sempat punya citra sebagai sosok penyeimbang dunia yang tidak punya ambisi agresif.

Karena itu fans terkejut pada dialog di bab 1054. Shanks, yang baru saja melihat poster bounty baru Luffy dan mengenang masa lalunya bersama bocah itu (plus momen pencurian Hito Hito no Mi, Model: Nika), duduk, menuang sake dan berkata ke Benn Beckman: "Katakan, Beck. Kurasa ini saatnya kita membuat gerakan. Mari kita ambil One Piece."

Yang membuatnya semakin menarik adalah timing. Jika Shanks memang ingin mengklaim One Piece, ia sudah bisa melakukannya sejak lama, bahkan sejak eksekusi Roger. Ia punya pengetahuan, kekuatan, kru, dan pengalaman. Namun ia menunggu. Puluhan tahun.

Dan ia baru bergerak setelah Wano.

Sulit untuk tidak mengaitkan keputusan ini dengan satu hal besar: Shanks telah melihat Luffy dalam wujud Gear 5, Nika yang bangkit sepenuhnya.

Mungkin, bagi Shanks, poster Luffy dalam wujud Gear 5 adalah titik konfirmasi terakhir.

Sekarang Nika benar-benar telah kembali, era baru sudah siap dimulai, dan semua bidak penting akhirnya berada di papan.

Jika demikian, maka keputusan Shanks bukan perubahan hati mendadak. Ini adalah penutup dari penantian panjang.

Ia tidak mengambil One Piece lebih awal karena dunianya belum siap. Dan ketika akhirnya ia berkata, “Mari kita ambil One Piece,” itu terdengar bukan seperti ambisi,
melainkan isyarat bahwa waktunya telah tiba.

Mencoba membaca rencana Shanks

Shanks menangis. Dok. Toei Animation
Shanks menangis. Dok. Toei Animation

Mencoba membaca rencana Shanks

Saya rasa akar motivasi Shanks bisa jadi adalah situasi di flashback Oden, bab 968.

Bab diawali dengan Shanks menangis ketika Roger kembali dari pulau Laugh Tale dan menyampaikan sesuatu kepadanya.

Lalu kita melihat flashback lagi, momen Roger dan Oden mendengar ramalan dari Sea Kings bahwa "Penguasa kita akan segera lahir, dan satu penguasa lain akan muncul di laut jauh."

Saat Roger mendiskusikan itu dengan Rayleigh di 968 Rayleigh berkata, "Kita terlalu awal. Harta yang disebut orang-orang One Piece itu, aku penasaran siapa yang alam menemukannya."

Roger dengan kocak menjawab, "Tentu saja anakku."

Bagaimana kalau Shanks diam-diam mendengar dialog ini, karenanya dia tahu bahwa terlalu cepat mengincar One Piece setelah eksekusi Roger? Jadi dia menunggu dulu sambil mengumpulkan lebih banyak info?

Bagaimana kalau Shanks kemudian tahu bahwa "penguasa dari laut jauh" adalah Joy Boy baru, dan dia sempat mengira itu adalah Ace... karena Roger berharap anaknya yang akan menemukan One Piece?

Kalau benar, maka Shanks sudah menyusun rencana panjang, menanti momen yang tepat.

Kini, Shirahoshi telah dewasa. Kekuatan Nika Luffy telah bangkit sepenuhnya. Dan dunia sudah memasuki fase Final Saga.

Tidak heran jika Shanks akhirnya berkata, “Saatnya kita mengambil One Piece.”

Namun satu hal penting perlu ditegaskan: Shanks tidak pernah terasa ingin mengambil One Piece untuk dirinya sendiri.

Sejak awal, ia tidak melihat dirinya sebagai Raja Bajak Laut generasi baru, meski Buggy percaya penuh bahwa Shanks pantas mendapatkannya. Shanks lebih terasa sebagai penjaga waktu, penjaga transisi, atau bahkan saksi yang memastikan takdir tiba di tangan yang tepat.

Jika spekulasi ini benar, maka Shanks bukan pemain yang ingin menang. Ia adalah orang yang memastikan permainan berakhir sebagaimana mestinya.

Dan ketika ia akhirnya melangkah menuju One Piece, itu mungkin bukan untuk mengklaim mahkota, melainkan untuk memastikan mahkota itu jatuh ke kepala yang benar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

4 Kemungkinan Kekuatan Buah Iblis Loki di One Piece! Zoan Mythical?

08 Jan 2026, 08:00 WIBAnime & Manga