Daftar 4 Kelemahan Kesatria Dewa di One Piece! Haoshoku Haki?

- Serangan berlapis Haoshoku Haki melambatkan regenerasi Kesatria Dewa secara drastis, membuat mereka terancam.
- Banyak Kesatria Dewa tidak memiliki Haoshoku Haki, membuat mereka rentan terhadap serangan lawan yang menggunakan Haki ini.
- Tato Perjanjian Laut Dalam mungkin menjadi kelemahan Kesatria Dewa, karena merusak tato bisa mengganggu kendali Imu atas mereka.
Saat Bajak Laut Topi Jerami (tanpa Trio Monster) berhadapan langsung dengan Kesatria Dewa, hasilnya terasa brutal dan timpang. Para Kesatria Dewa terlihat nyaris tak terhentikan. Bahkan Jinbe, petarung dengan pengalaman dan kekuatan luar biasa, tidak mampu melukai Gunko sama sekali. Tubuh Gunko seolah kebal, tak peduli sekeras apa serangan yang diterima.
Padahal dari sisi kekuatan fisik dan teknik, Jinbe sering dianggap tidak terlalu jauh dari Zoro atau Sanji. Fakta bahwa ia tetap tak berdaya menunjukkan satu hal mengerikan: Kesatria Dewa memang berada di level yang berbeda.
Namun seiring cerita berjalan, satu demi satu celah mereka mulai terlihat.
Regenerasi mereka ternyata bukan tanpa batas.
Lalu apa saja kelemahan Kesatria Dewa di One Piece yang mulai terungkap? Apakah Haoshoku Haki benar-benar kunci utama untuk menjatuhkan mereka?
Mari kita bedah satu per satu.
1. Serangan berlapis Haoshoku Haki

Jika harus menunjuk satu kelemahan paling fatal dari Kesatria Dewa, maka jawabannya jelas: serangan yang dilapisi Haoshoku Haki.
Ketika Kesatria Dewa terkena serangan berlapis Haoshoku Haki tingkat lanjut, regenerasi mereka melambat drastis. Mereka memang tidak langsung tumbang, tetapi keunggulan utama mereka, yaitu regenerasi gak habis-habis, mulai runtuh. Inilah satu-satunya jenis serangan yang sejauh ini secara konsisten membuat Kesatria Dewa benar-benar terancam.
Efek ini bukan teori baru. Sejarah sudah membuktikannya.
Di God Valley, Rocks D. Xebec mampu mempermalukan Figarland Garling karena serangan Haoshoku Haki-nya cukup kuat untuk menekan regenerasi sang Kesatria Dewa. Hal yang sama menjelaskan mengapa Bajak Laut Roger berulang kali bisa memukul mundur dan “memulangkan” Kesatria Dewa yang mencoba merebut Shanks saat masih kecil.
Masalahnya, ini bukan kelemahan yang bisa dieksploitasi semua pihak.
Banyak kelompok bajak laut tidak memiliki pengguna Haoshoku Haki sama sekali, atau memiliki pengguna Haoshoku Haki yang tidak mampu mengalirkannya ke serangan fisik, seperti kasus Eustass Kid.
Namun kelemahan ini bukan masalah besar bagi Bajak Laut Topi Jerami.
Dua anggotanya, Monkey D. Luffy dan Roronoa Zoro, sudah terbukti mampu melapisi serangan mereka dengan Haoshoku Haki. Artinya, dari sudut pandang mekanik pertarungan, Topi Jerami memiliki kunci yang tepat untuk benar-benar melukai Kesatria Dewa.
2. Banyak Kesatria Dewa gak punya Haoshoku Haki

14 tahun lalu, Scopper Gaban kewalahan karena Raja Harald punya Haoshoku Haki juga. Ini membuat pertarungan semakin sulit karena setiap serangan Harald jadi berbahaya, sementara Harald bisa menggunakan Haki Raja untuk menetralisir serangan Haki yang ditujukan ke tubuhnya.
Jika sosok seperti Gaban yang sudah terbiasa menghadapi Kesatria Dewa, bisa sampai terkejut dan tertekan oleh Harald, maka implikasinya jelas: gak umum Kesatria Dewa punya Haki Raja.
Dengan kata lain, banyak Kesatria Dewa kemungkinan besar tidak memiliki Haoshoku Haki.
Ini berdampak besar pada mekanik pertarungan. Tanpa Haoshoku Haki, mereka: tidak bisa menciptakan “armor” Haoshoku Haki, sehingga tidak mampu menetralisir serangan Haki Raja lawan secara langsung. Padahal itu kelemahan mereka!
Inilah yang membuat figur seperti Rocks D. Xebec (terutama setelah dijadikan iblis) atau Harald terasa jauh lebih sulit dijatuhkan dibanding Kesatria Dewa macam Shepherd Sommers. Mereka bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga terlindungi oleh kehendak raja.
Sebaliknya, Kesatria Dewa yang tidak memiliki Haoshoku Haki justru berada di posisi rawan. Begitu mereka terkena serangan berlapis Haoshoku Haki, mereka tidak punya alat pertahanan setara, dan keunggulan regenerasi mereka pun bisa ditekan dengan brutal.
3. Tato mereka?

Ini baru teori.
Tapi di bab 1170, Raja Harald yang sebelumnya sudah dikuasai sepenuhnya oleh Imu sempat kembali "waras" setelah Loki merusak tato Perjanjian Laut Dalam di lengannya.
Harald lalu memperingatkan Loki dia mulai kehilangan kendali lagi saat tato itu mulai pulih lagi, dan meminta putranya cepat mengakhirinya.
Implikasinya besar.
Jika tato itu dirusak maka Kesatria Dewa mungkin tidak langsung kehilangan kekuatan, tetapi kendali Imu bisa terganggu, atau bahkan kesadaran asli mereka bisa muncul sesaat, seperti yang terjadi pada Harald.
Mencoba menyerang para Kesatria Dewa dari tato mereka dulu sepertinya bisa dicoba.
4. Mereka sama sekali tidak berdaya melawan kehendak Imu

Kasus Raja Harald membuktikan dengan tragis: bahkan jika seorang Kesatria Dewa awalnya adalah sosok baik, begitu mereka menerima tato Perjanjian Laut Dalam, sang kesatria kehilangan kemampuan untuk melawan kehendak Imu. Kendali itu bersifat absolut dan tidak bergantung jarak, Imu bisa menguasai mereka dari mana pun.
Saat kewarasannya sempat kembali, Harald bahkan mengucapkan kalimat yang sangat menakutkan: “Aku sempat mulai berpikir diriku adalah dewa.”
Ini memberi petunjuk bahwa kontrol Imu bukan sekadar perintah, melainkan penanaman identitas palsu, membelokkan persepsi diri korban hingga mereka benar-benar percaya pada peran “ilahi” yang dipaksakan.
Lalu ada kejadian di bab 1149. Ketika Gunko sempat terbebas dari cuci otak dan mengingat Brook, reaksi Imu terjadi seketika. Tanpa peringatan, Imu langsung membajak tubuh Gunko.
Dari dua kasus ini, satu kesimpulan pahit mengemuka: Kesatria Dewa bukan sekutu Imu. Mereka adalah wadah, alat, atau lebih tepatnya, budak.
Apa pun ambisi pribadi mereka sebelum menjadi Kesatria Dewa, semuanya lenyap di hadapan kehendak Imu. Dan selama kendali itu utuh, tidak ada kemungkinan negosiasi, tidak ada kemungkinan pembelotan, tidak ada kemungkinan perlawanan dari dalam.

















