Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Musuh Terkuat yang Dikalahkan 10 Topi Jerami One Piece! Siapa Saja?

Sanji melawan Queen dan King (dok. Toei Animation/One Piece)
Sanji melawan Queen dan King (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Chopper mengalahkan Kumadori di Enies Lobby dengan Monster Point yang brutal.
  • Brook mengalahkan Chess Army di Whole Cake Island dengan kekuatan jiwa yang mempengaruhi Homies.
  • Usopp mengalahkan Sugar di Dressrosa dengan proyeksi wajah konyol dan Kenbunshoku Haki.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Para Bajak Laut Topi Jerami sudah menempuh perjalanan jauh. Dari East Blue yang sering diremehkan sebagai lautan terlemah dan kini di New World, lautannya para Yonko.

Sepanjang perjalanan itu, Luffy dan kawan-kawan bukan cuma bertahan hidup. Mereka menjatuhkan lawan-lawan kuat—, ari kriminal kelas kakap, agen rahasia pemerintah dunia, hingga komandan pasukan Yonko.

Setiap anggota Topi Jerami punya momen bersinar. Setiap dari mereka pernah menumbangkan musuh terkuat dalam hidupnya saat itu.

Lalu siapa saja musuh terkuat yang pernah dikalahkan masing-masing anggota Topi Jerami?

Inilah daftar lengkapnya untuk 10 anggota Bajak Laut Topi Jerami!

10. Tony Tony Chopper: Kumadori

Monster Point Chopper melawan Kumadori
Monster Point Chopper melawan Kumadori (Dok. Toei Animation/One Piece)

Harus diakui, setelah time-skip Chopper lebih sering terasa bersinar sebagai dokter dan “maskot” kru ketimbang sebagai petarung garis depan.

Sampai-sampai, kemenangan duel paling signifikan dalam kariernya justru terjadi sebelum time-skip—, aat melawan Kumadori di Enies Lobby.

Kumadori bukan musuh sembarangan. Ia agen CP9 dengan kemampuan Rokushiki dan kontrol tubuh yang ekstrem. Dari segi reputasi dan level ancaman, ia jelas berada di atas banyak lawan yang pernah dihadapi Chopper setelahnya, seperti Dosun di Fish-Man Island.

Namun di situlah lahir salah satu momen paling liar Chopper.

Dalam kondisi terdesak, ia memakan Rumble Ball tambahan dan melepaskan Monster Point yang saat itu belum terkendali. Transformasi raksasa itu brutal sampai benar-benar melumat Kumadori.

Itu adalah momen ketika Chopper terasa seperti “monster” sesungguhnya.

Setelah itu memang masih ada momen seperti di Onigashima, Chopper sempat berhadapan dengan Queen dan memberi perlawanan yang mengejutkan. Namun ia tetap belum berada di level untuk menjatuhkan komandan Yonko tersebut.

Sebaliknya, kontribusi terbesarnya justru datang saat ia berhasil menahan dan membantu mengatasi virus Ice Oni, senjata biologis mematikan milik musuh.

Dan mungkin memang di situlah posisi Chopper sekarang.

Ia masih bisa bertarung. Tapi peran terbesarnya bukan lagi sebagai penghancur lawan melainkan sebagai penyelamat nyawa.

9. Brook: Chess Army

Brook dalam Arc Whole Cake Island (dok. Toei Animation/One Piece)
Brook dalam Arc Whole Cake Island (dok. Toei Animation/One Piece)

Meski teknik pedang dan manipulasi jiwa Brook terasa makin berbahaya setelah time skip, dia sejauh ini terasa kurang dapat sorotan. Dia bahkan tidak mendapat duel berarti di Perang Onigashima.

Karena itu, momen bersinarnya di Whole Cake Island terasa sangat penting.

Di sana terungkap bahwa kekuatan jiwa Brook adalah “counter alami” bagi Homies milik Big Mom. Sebagai pengguna Yomi Yomi no Mi, Brook bukan sekadar hidup kembali, jiwanya memiliki kendali yang tidak dimiliki orang lain.

Ketika menghadapi Chess Army, pasukan Homies bersenjata yang seharusnya mengintimidasi karena jumlah mereka, Brook justru menjatuhkan mereka dengan relatif mudah. Serangannya langsung mempengaruhi esensi jiwa, sesuatu yang menjadi inti eksistensi para Homies itu sendiri.

Lebih impresif lagi, Brook bahkan mampu menyakiti Homies utama seperti Prometheus, Zeus, dan Napoleon.

Namun tentu saja, ada batasnya.

Saat berhadapan langsung dengan kekuatan fisik murni Big Mom, kemampuan Brook tetap tidak cukup untuk menandingi level seorang Yonko.

Meski begitu, di Whole Cake Island, Brook membuktikan bahwa ia bukan sekadar anggota pendukung. Dalam situasi yang tepat, ia bisa menjadi ancaman serius

8. Usopp: Sugar

Sugar
Sugar (dok. Toei Animation/One Piece)

Wah ini lucu.

Memang Sugar mungkin bukan sosok terkuat secara fisik. Tapi dia punya kekuatan overpowered: membuat siapapun, termasuk legenda seperti Don Chinjao, bisa menjadi boneka hanya dengan menyentuh mereka, dan Sugar bisa membuat korbannya patuh sementara eksistensi mereka dilupakan dunia.

Dan kekuatan Sugar buyar, membuat Dressrosa kacau, karena anggur "Tatababasco" yang dicekoki ke Usopp, mendorong Usopp menciptakan ekspresi konyol yang mengejutkan Sugar.

Tapi momen kemenangan sejati Usopp adalah ketika dengan Kenbunshoku Haki yang baru bangkit meluncurkan proyeksi konyol wajahnya sendiri (digambar Kanjuro) untuk menjatuhkan Sugar yang hampir menyentuh Luffy dan Law. Luffy dan Law bahkan tak sempat sadar mereka dalam bahaya serius karena Sugar tumbang akibat trauma melihat wajah itu lagi.

7. Nami: Ulti

Ulti karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Ulti karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Kalau bicara soal ketangguhan di antara Tobi Roppo, Ulti terasa seperti yang paling keras kepala.

Selama kekacauan di Onigashima, ia sudah menerima Raimei Hakke dari Yamato. Ia juga terkena Maser Cannon milik Big Mom, gabungan kekuatan Prometheus, Hera, dan Napoleon. Dan ia masih bisa bangkit.

Itulah mengapa terasa mengejutkan ketika yang akhirnya menjatuhkannya adalah Nami.

Tentu, ini bukan kemenangan “biasa.” Nami bukan petarung jarak dekat dengan daya tahan monster. Namun di sinilah kekuatannya bersinar: kecerdikan, timing, dan pemanfaatan senjata.

Zeus memang sudah bersama Nami sejak Whole Cake Island, tapi di Onigashima hubungan mereka berubah total. Setelah Big Mom menggantikannya dengan Hera, Zeus kemudian sepenuhnya jadi partner Nami.

Dengan dukungan Zeus, Thunderbolt Tempo milik Nami naik level drastis. Serangan petir itu bukan lagi sekadar setrum, melainkan sambaran yang cukup kuat untuk menjatuhkan Ancient Zoan sekeras Ulti.

Dan kalau Ulti saja bisa tumbang oleh petir Nami… maka musuh dengan daya tahan di bawahnya jelas harus berpikir dua kali sebelum meremehkan navigator Topi Jerami ini.

6. Nico Robin: Black Maria

Robin menghadapi Black Maria dalam wujud Demonio Fluer.
Robin menghadapi Black Maria dalam wujud Demonio Fleur. (dok. Toei Animation/One Piece)

6. Nico Robin: Black Maria

Nico Robin punya kekuatan yang Oda sendiri seperti kesulitan mengolahnya.

Kalau Robin melawan musuh lemah, seperti sekumpulan prajurit tanpa nama Angkatan Laut atau Spandam, ia hanya butuh satu serangan untuk menang.

Tapi kalau melawan musuh yang tangguh Robin mendadak hanya bisa jadi pendukung.

Karena itu, kemenangan atas Black Maria terasa sangat signifikan.

Black Maria bukan lawan biasa. Ia adalah Tobi Roppo dengan kekuatan Zoan purba dan fisik yang dominan. Dalam pertarungan itu, Robin bukan cuma dituntut menan, ia dituntut bertahan tanpa mengandalkan orang lain. Terutama karena Brook yang bersamanya lebih fokus menghadapi ancaman lain untuk memastikan duel Robin lawan Black Maria tak diganggu.

Di sinilah kejutan muncul.

Robin memperlihatkan bahwa selama time-skip bersama Pasukan Revolusi, ia tidak hanya belajar sejarah dan intelijen. Ia juga mempelajari dasar-dasar Fish-Man Karate,.

Lalu datang momen puncaknya: Demonio Fleur.

Wujud raksasa berkulit gelap dan bersayap itu bukan sekadar transformasi. Seorang wanita yang sejak kecil dicap “Anak Iblis” kini benar-benar bisa menjelma menjadi iblis... tapi bukan sebagai korban stigma, melainkan sebagai kekuatan.

Dan dengan wujud itu, Robin mengalahkan Black Maria dalam adu kekuatan langsung.

Untuk pertama kalinya setelah lama, Robin mendapatkan kemenangan duel besar yang sepenuhnya miliknya, bukan sebagai pendukung, bukan sebagai target perlindungan, tapi sebagai petarung utama.

5. Franky: Sasaki

cuplikan Franky vs Sasaki di arc Wano (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
cuplikan Franky vs Sasaki di arc Wano (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Ada kesan di Wano bahwa untuk menjatuhkan pengguna Ancient Zoan (terutama varian dinosaurus) setidaknya butuh Busoshoku Haki yang sangat kuat. Ketahanan mereka gila. Dihajar berkali-kali pun masih bisa bangkit lagi.

Karena itu, kemenangan Franky atas Sasaki terasa menarik.

Franky tidak tiba-tiba memperlihatkan awakening Haki. Ia juga tidak mendapat power-up spiritual mendadak. Yang ia andalkan adalah apa yang selalu ia banggakan: sains, teknologi, dan gaya bertarung flamboyan khasnya.

Sasaki sendiri bukan lawan sembarangan. Sebagai salah satu Tobi Roppo, ia memiliki Ryu Ryu no Mi, Model: Triceratops, memberinya pertahanan keras dan serangan brutal yang bahkan bisa berubah jadi “helikopter” absurd ala One Piece.

Tapi Franky menghadapi itu semua dengan Shogun lapis baja, persenjataan berat, taktik cerdik, dan tentu saja… SUPER confidence.

Saat ia akhirnya menjatuhkan Sasaki, itu terasa seperti pernyataan penting: di dunia New World yang dipenuhi Haki tingkat tinggi, kecerdikan dan teknologi pun masih bisa menjadi senjata mematikan.

4. Jinbe: Who's-Who

Who's-Who (kiri) melawan Jinbe (kanan) mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece
Who's-Who (kiri) melawan Jinbe (kanan) mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece

Awalnya pertarungan ini tidak berjalan ideal bagi Jinbe.

Who's-Who masih didukung anak buahnya, membuat duel berubah jadi keroyokan terselubung. Dalam situasi seperti itu, bahkan petarung sekelas Jinbe pun harus bermain sabar, membaca celah, dan menunggu momentum.

Momentum itu datang ketika Tama menggunakan kekuatan Kibi Kibi no Mi untuk membalikkan keadaan. Pasukan Beast Pirates kacau, dan Who's-Who akhirnya dipaksa menghadapi Jinbe dalam duel satu lawan satu yang sesungguhnya.

Di atas kertas, Who's-Who bukan lawan sembarangan. Ia menguasai Rokushiki dan memiliki Neko Neko no Mi, Model: Saber Tiger, kombinasi teknik mematikan dan kekuatan Zoan purba yang brutal.

Namun ketika duel benar-benar murni, perbedaan level mulai terasa.

Jinbe adalah petarung veteran yang sudah malang melintang jauh sebelum era Worst Generation. Ia mantan Shichibukai, mantan kapten Bajak Laut Matahari, dan seorang master Fish-Man Karate dengan pengalaman tempur bertahun-tahun.

Who's-Who boleh punya teknik dan ambisi, tapi ia tak mampu menandingi ketenangan dan kekuatan Jinbe dalam duel terbuka. Pada akhirnya, Jinbe menjatuhkannya dengan tegas.

Mungkin saja ada banyak kemenangan besar Jinbe di masa lalu yang belum kita lihat.

Namun untuk saat ini, inilah kemenangan on-screen paling signifikan Jinbe sebagai anggota Bajak Laut Topi Jerami

3. Sanji: Queen

Sanji melawan Queen dan King (dok. Toei Animation/One Piece)
Sanji melawan Queen dan King (dok. Toei Animation/One Piece)

Ada fase unik dalam perjalanan Sanji.

Di Whole Cake Island, arc yang secara personal sangat berhubungan dengannya, sorotan Sanji justru lebih banyak pada sisi kemanusiaannya: kemampuan memasak, hati yang lembut, dan pengorbanannya demi kru. Ia tidak mendapatkan momen kemenangan besar di medan tempur, sementara Luffy menjatuhkan nama-nama seperti Charlotte Cracker dan Charlotte Katakuri.

Namun Wano menjadi titik balik.

Lawan Sanji adalah Queen the Plague, ilmuwan gila sekaligus salah satu tangan kanan Kaido. Ia bukan cuma pengguna Ryu Ryu no Mi, Model: Brachiosaurus, tapi juga cyborg penuh modifikasi. Tubuhnya dipasangi berbagai senjata mematikan!

Seolah belum cukup, Queen bahkan meniru teknologi anak-anak Vinsmoke Judge, termasuk kekuatan invisibility ala Stealth Black.

Pertarungan ini bukan cuma adu fisik. Ini juga adu identitas.

Sanji dipaksa menghadapi perubahan dalam tubuhnya sendiri sebelum pertarungan itu, yaitu awakening genetik yang membuatnya semakin mirip keluarga yang ia benci. Tapi alih-alih kehilangan dirinya, Sanji justru menegaskan siapa dirinya sebenarnya.

Dengan kombinasi tubuh yang telah berevolusi dan api biru Ifrit Jambe yang jauh lebih panas dan mematikan, ia menghajar Queen hingga tumbang.

Kemenangan itu bukan sekadar menumbangkan komandan Yonko.

Itu adalah momen di mana Sanji resmi naik kelas, dan berdiri sejajar di level komandan Yonko

2. Roronoa Zoro: Alber (King)

Cuplikan karakter King di semesta One Piece (dok. Toei Animation/ One Piece)
Cuplikan karakter King di semesta One Piece (dok. Toei Animation/ One Piece)

Saat Whole Cake Island arc, baru Luffy anggota Bajak Laut Topi Jerami yang menumbangkan petarung musuh level komandan Yonko. Ia malah menjatuhkan dua di sana: Cracker dan Katakuri dari Bajak Laut Big Mom.

Nah baru di Wano arc Zoro kebagian melawan petarung komandan Yonko. Lawan yang dihadapinya adalah Alber, lebih dikenal sebagai King the Wildfire, tangan kanan Kaido sekaligus salah satu petarung paling mematikan di kru Beast Pirates.

King bukan musuh biasa. Ia adalah Lunarian, ras langka dengan tubuh nyaris tak tertembus. Selama api di punggungnya menyala, bahkan serangan berlapis Haki pun tak mampu melukainya. Namun ketika api itu padam, meski lebih mudah dilukai kecepatannya meningkat drastis. Ditambah lagi kekuatan Ryu Ryu no Mi, Model: Pteranodon yang memberinya mobilitas udara dan serangan brutal dari langit, King menjadi kombinasi pertahanan dan agresi yang menyiksa.

Zoro dipaksa bertarung sambil memahami mekanisme tubuh King, bukan sekadar adu tebas, tapi adu analisis dan daya tahan.

Dan ketika akhirnya ia membangkitkan mode “King of Hell”, mengalirkan Haoshoku Haki ke pedangnya, tebasannya bukan lagi sekadar tajam itu adalah pernyataan bahwa level kekuatannya telah meningkat drastis.

Dengan menumbangkan King, Zoro menegaskan satu hal: ia kini benar-benar berada di level komandan Yonko.

1. Monkey D. Luffy: Kaido

Luffy vs Kaido
Luffy vs Kaido (dok. Toei Animation/ One Piece)

Pilihan ini sebenarnya menarik.

Di Egghead, Luffy sempat menjatuhkan dua petarung kelas atas: Borsalino alias Admiral Kizaru, sosok yang dulu bahkan tak bisa disentuh para Supernova di Sabaody sebelum time skip, serta Rob Lucci yang telah mencapai Awakened Zoan.

Namun tetap saja, level mereka masih terasa satu level di bawah Kaido.

Kaido bukan sekadar kuat. Ia dijuluki “Makhluk Terkuat di Dunia.” Daya hancurnya absurd, ketahanannya hampir tak masuk akal, dan mental bertarungnya benar-benar monster. Di Wano, ia menghadapi sebagian Akazaya Nine, bertarung melawan sebagian Worst Generation, berduel dengan Yamato, lalu berkali-kali bentrok dengan Luffy… dan tetap berdiri.

Butuh kebangkitan Gear 5, momen paling revolusioner dalam perjalanan Luffy, untuk akhirnya menjatuhkan sang Yonko.

Karena itu, sampai saat ini, musuh terkuat yang pernah dikalahkan Luffy masih terasa jelas: Kaido.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

[QUIZ] Dari Karakter Dragon Ball, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega

06 Feb 2026, 20:00 WIBAnime & Manga