3 Karakter One Piece Netflix yang Mati Padahal di Manga Masih Hidup!

- Karakter One Piece Netflix mati padahal di manga masih hidup
- Krieg mati dibunuh Mihawk, Pearl tewas saat armada Krieg dimusnahkan oleh Mihawk
- Merry tidak selamat dari serangan Kuro, menunjukkan ketegasan versi live-action dalam kematian karakter
Sebelumnya saya sempat berspekulasi soal siapa saja karakter One Piece live-action Netflix yang berpotensi mati di Season 2.
Spekulasi itu bukan tanpa alasan. Adaptasi live-action ini sudah menunjukkan satu hal yang cukup jelas: mereka lebih berani dalam soal kematian karakter.
Kalau sosok seperti ibu Usopp, Kuina, atau Bell-mère gugur, itu memang mengikuti alur asli. Namun ada sejumlah karakter lain yang di manga dan anime sebenarnya masih hidup (bahkan tetap eksis setelah arc mereka selesai) justru dibuat benar-benar mati di versi live-action.
Perubahan inilah yang membuat banyak penggemar terkejut… sekaligus penasaran.
Lalu, siapa saja karakter One Piece Netflix yang mati padahal di manga masih hidup?
Mari kita simak daftarnya!
1. Krieg

Situasi di manga
Krieg menjadi villain utama Baratie arc yang dihajar oleh Luffy. Setelah itu nasibnya lama tidak disorot... hingga dia menjadi kameo ketika Egghead arc. Saat Vegapunk menyiarkan wasiatnya ke dunia, kamu bisa melihat Krieg dan Gin berjalan di Pulau Bajak Laut, menandakan secara ajaib Gin masih mau bersama Krieg meski sudah diracuni, dan bahkan bisa sampai ke New World.
Situasi di live-action
Krieg mati dibunuh Mihawk. Hanya Gin anggotanya yang selamat sampai ke Baratie! Pada akhirnya ancaman utama di Baratie malah dari Arlong yang datang mencari Luffy.
Ini dampaknya dua: di satu sisi ini membuat Mihawk semakin mengerikan karena ia tidak membiarkan Krieg lolos. Di sisi lain, Sanji terasa kurang sorotan di season 1 karena Baratie Arc jadi terasa kurang maksimal ceritanya gara-gara villain utamanya tersingkir duluan.
2. Pearl

Situasi di manga
Pearl adalah salah satu anak buah kuat Don Krieg yang aksinya menonjol di Baratie arc. Nasibnya setelah kekalahan Bajak Laut Krieg sempat tak diketahui... namun ketika diperlihatkan reaksi bajak laut di Hachinosu saat siaran wasiat Vegapunk sampai ke sana, kamu bisa melihat Pearl dengan armor khasnya ketika Gin dan Krieg berjalan di sana.
Situasi di live-action
Versi Netflix jauh lebih kejam.
Saat Dracule Mihawk muncul dan menghadapi armada Krieg, hampir seluruh krunya dimusnahkan. Hanya Gin yang akhirnya sampai ke Baratie dalam kondisi hidup.
Pearl sendiri bisa terlihat sudah tumbang di pasir, ia tergeletak tak bernyawa ketika Krieg melangkah maju menghadapi Mihawk. Kita bisa tahu itu dia karena jasadnya masih mengenakan armor khasnya.
Perubahan ini semakin menegaskan betapa mematikannya Mihawk di versi live-action. Ia bukan hanya “mengalahkan” armada Krieg, ia memusnahkannya.
3. Merry

Situasi di manga
Merry yang punya karakteristik domba meski manusia ini diserang Klahadore, yang sebenarnya adalah Kapten Kuro. Namun ia kemudian bisa ditemukan masih hidup oleh Kaya. Merry masih hidup sampai sekarang.
Situasi di live-action
Merry tidak selamat dari serangan Kuro! Jasadnya bahkan kemudian dilempar ke sumur dan ditemukan oleh Usopp dan Zoro. Nama "Going Merry" juga jadi punya bobot emosional ekstra karena kapalnya dinamai begitu untuk menghormati Merry, karena masthead-nya mirip Merry.
Kematian Merry adalah petunjuk: karakter sampingan yang di manga cukup beruntung selamat dari luka fatal, meski tidak masuk akal... mungkin tidak akan seberuntung itu di live-action.
Kesimpulan?

Menariknya, List of Deaths Wiki juga mencantumkan Arlong dan Chew sebagai korban di versi live-action. Arlong tertimpa reruntuhan, sementara Chew terbakar akibat serangan Usopp.
Namun entah kenapa, mungkin karena mereka adalah Fish-Man (dan mungkin juga karena saya sudah terlalu terbiasa dengan “pola Oda” di manga) dua nama itu belum saya masukkan ke daftar utama. Situasinya masih terasa abu-abu, tidak sejelas kasus seperti Merry atau Don Krieg yang benar-benar ditampilkan tewas.
Yang jelas satu hal: One Piece versi Netflix jauh lebih tegas soal kematian.
Karakter yang perannya terasa selesai setelah arc mereka, atau yang menerima serangan yang secara logika memang fatal, benar-benar dibuat mati. Tidak ada “keajaiban” mendadak seperti yang kerap terjadi di manga.
Dampaknya terasa signifikan. Kuro dan Dracule Mihawk jadi tampak jauh lebih mengerikan. Ancaman mereka bukan sekadar luka dramatis, tapi kematian sungguhan.
Dan itu membuat satu pertanyaan besar menggantung untuk Season 2: siapa lagi yang tidak akan seberuntung versi manganya?


















