- saat Loki masih bocah penuh kebencian,
- dan kemungkinan besar terjadi sebelum ia pergi untuk balas dendam 14 tahun lalu.
Kapan Sebenarnya Loki Mencoba Melamar Lola di One Piece?

- Sejak bayi, Loki mengalami penolakan dan tumbuh tanpa cinta sehingga lamaran terhadap Lola pasti terjadi setelah perubahan besar dalam dirinya.
- Lamaran itu bukan langkah politik semata, melainkan reaksi personal dari Loki yang jatuh hati pada Lola. Kemungkinan terjadi setelah Loki melaut, sekitar 14-8 tahun lalu.
- Ada kemungkinan bahwa "Pangeran Loki" yang mencoba melamar Lola bukanlah Loki yang asli, melainkan impostor yang memanfaatkan kekosongan kekuasaan Elbaph.
Sebelum kita mengenal Loki sebagai sosok Ancient Giant dengan kekuatan mengerikan di Elbaph, ia pertama kali disebut dalam konteks yang... cukup unik.
Ia adalah pangeran Elbaph yang mencoba melamar Charlotte Lola.
Namun Lola memilih kabur demi mencari cinta sejatinya. Sebagai gantinya, Charlotte Linlin mencoba menyodorkan saudara kembar Lola, Charlotte Chiffon, untuk menipu Loki.
Hasilnya?
Loki marah besar. Big Mom gagal mengamankan Elbaph sebagai sekutu. Dan Chiffon tumbuh dalam kebencian sang ibu karena “kegagalan” itu.
Itu adalah satu insiden yang dampaknya sangat besar secara politik, bahkan sebelum kita benar-benar melihat Loki secara langsung.
Namun sekarang, setelah kita mengenal sisi lain Loki di Elbaph arc, muncul pertanyaan menarik:
Sebenarnya kapan Loki mencoba melamar Lola?
Apakah itu terjadi sebelum tragedi Harald? Sesudahnya? Atau justru di masa ketika Loki sedang berada di fase balas dendam?
Sambil menunggu penjelasan resmi dari Eiichiro Oda, mari kita coba menyusun kemungkinan waktunya berdasarkan petunjuk yang sudah ada.
1. Beberapa landasan teori

Sebelum mulai berspekulasi, mari kita susun dulu fakta-fakta yang sudah diperlihatkan soal Loki dalam flashback panjang Elbaph arc.
1. Loki Tumbuh Tanpa Cinta Sejak Lahir
Sejak bayi, Loki sudah mengalami penolakan.
Ibunya, Estrid, membencinya. Bahkan tindakan pertamanya setelah melahirkan adalah membuang Loki ke Underworld. Bayi itu kemudian menunjukkan potensi kekuatannya dengan memanjat keluar sendiri.
Akibatnya, sejak kecil Loki sudah menutup hati terhadap konsep cinta. Ia tidak tumbuh dalam kasih sayang, melainkan dalam penolakan.
Kalau dia kemudian melamar seseorang, itu pasti terjadi setelah ada perubahan besar dalam dirinya.
2. Ida, Sosok Ibu yang Sebenarnya
Sosok yang akhirnya ia hormati sebagai ibu adalah Ida, ibu dari Hajrudin.
Ida mungkin sederhana dari segi penampilan, tapi berhati emas. Jika benar alasan Loki tertarik pada Charlotte Lola adalah karena Lola mengingatkannya pada sisi hangat Ida, maka lamaran itu kemungkinan besar terjadi saat Loki sudah cukup dewasa untuk menerima bahwa ia menyayangi Ida. meski Ida bukan ibu kandungnya.
Itu berarti lamaran tidak mungkin terjadi di masa Loki masih bocah penuh kebencian.
3. Loki Tidak Diperlihatkan Keluar Elbaph Saat Masih Kecil
Sampai tragedi Raja Harald, Loki tidak pernah diperlihatkan meninggalkan Elbaph.
Memang mungkin saja ada momen yang belum kita lihat. Tapi sejauh ini, tidak ada indikasi dia sudah melaut sebelum 14 tahun lalu.
Ini penting, karena berarti lamaran terhadap Lola harus terjadi dalam konteks kunjungan diplomatik atau pertemuan politik tertentu, bukan karena Loki keliling dunia.
4. Harald Terlalu Sibuk dengan Politik Dunia
Raja Harald sendiri sibuk menjadi Pedang Dewa demi membawa Elbaph ke dalam struktur Pemerintah Dunia.
Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk itu.
Artinya, jika Loki mencoba menikahi Lola, ada kemungkinan: itu terjadi tanpa izin Harald, atau setidaknya tanpa keterlibatan penuh sang raja.
Lamaran itu bisa saja merupakan inisiatif pribadi Loki.
5. 14 Tahun Lalu Loki Baru Benar-Benar Melaut
Kita tahu pasti bahwa 14 tahun lalu, setelah tragedi di Kastel Aurust, Loki meninggalkan Elbaph untuk balas dendam.
Itulah momen pertama yang jelas menunjukkan ia benar-benar melaut.
Kalau begitu, lamaran terhadap Lola kemungkinan besar terjadi setelah momen ini.
Dari lima poin ini, kita bisa mulai menyaring kemungkinan waktunya.
Lamaran itu tidak mungkin terjadi:
Nah, pertanyaannya sekarang… di fase hidup Loki yang mana perasaan itu tumbuh?
2. Dengan landasan pikiran di atas, maka setelah Loki melaut terasa masuk akal

Mari kita lihat ulang kisah dari sudut pandang Charlotte Chiffon.
Loki mencoba meminang Charlotte Lola. Namun ketika Lola kabur dan diganti dengan Chiffon yang kembar, Loki marah besar.
Reaksi itu penting.
Artinya, lamaran ini bukan sekadar langkah politik untuk memancing perang, atau “asal menikah dengan anak Big Mom” demi aliansi.
Jika cerita ini benar dan Loki yang dimaksud memang dirinya (bukan penyamaran atau manipulasi), maka Loki benar-benar jatuh hati pada Lola, dan kemarahannya tertuju pada penipuan yang dilakukan oleh Charlotte Linlin.
Itu bukan reaksi politis. Itu reaksi personal.
Kenapa Fasenya Setelah Loki Melaut?
Berdasarkan landasan sebelumnya, skenario paling masuk akal adalah:
Lamaran itu terjadi setelah Loki meninggalkan Elbaph, namun sebelum ia ditangkap dan dibawa pulang oleh Shanks.
Artinya, rentangnya sekitar 14 hingga 6 tahun lalu.
Kenapa periode ini masuk akal?
-Saat itu Loki sudah cukup matang secara emosional.
-Ia belum lama kehilangan Ida, sosok ibu yang ia hormati, yang diracun oleh raksasa dari Desa Brewers. Luka emosional itu bisa membuatnya mendambakan sosok hangat seperti Lola.
-Ia sudah melaut bersama prajurit Kastel Aurust, jadi secara logistik ia memang bisa bertemu pihak Big Mom.
Faktor Usia Lola
Hal menarik lainnya: usia Lola.
Lola saat ini berusia sekitar 26 tahun. Jika lamaran itu terjadi 6-8 tahun lalu, maka Lola berada di usia akhir belasan hingga awal 20, usia yang secara politik dan budaya lebih masuk akal untuk perjodohan aliansi.
Timeline ini terasa cocok dengan:
- Loki sudah cukup dewasa,
- Big Mom masih agresif membangun jaringan pernikahan politik,
- dan belum terjadi momen Shanks menangkap Loki.
Kalau begitu, lamaran terhadap Lola kemungkinan besar terjadi di fase hidup Loki yang paling emosional: baru kehilangan sosok ibu pengganti, sedang melaut dengan api balas dendam, tapi untuk pertama kalinya… mungkin mencoba membuka hatinya.
3. Yang lucu kalau teori ini benar

Ada satu ironi besar kalau teori ini tepat.
Waktu paling masuk akal bagi Loki untuk melamar Charlotte Lola adalah saat ia sedang melaut demi balas dendam atas kematian Harald.
Masalahnya?
Di fase itu, Loki tidak lagi dianggap sebagai pangeran Elbaph.
Karena atas permintaan Shanks, Scopper Gaban, dan Jarul, kebenaran soal kematian Harald dirahasiakan. Penduduk Elbaph justru menganggap Loki sebagai pembantai Kastel Aurust yang mencuri Buah Iblis pusaka.
Secara politis, Loki saat itu adalah buronan, sosok kontroversial, bahkan sepertinya paria di negerinya sendiri.
Dan justru di momen itulah ia mungkin mencoba melamar anak seorang Yonko.
Namun dari sudut pandang Charlotte Linlin, situasinya bisa terlihat berbeda.
Jika Loki datang ke Whole Cake Island ditemani prajurit Kastel Aurust, yang notabene penjaga raja, Big Mom bisa saja mengira: “Ah, ini masih pangeran sah Elbaph.”
Padahal legitimasi Loki di kampung halamannya sedang goyah.
Kalau pernikahan itu terjadi, Big Mom mungkin merasa berhasil mengamankan aliansi dengan Elbaph.
Padahal kenyataannya?
Ia tidak benar-benar mendapatkan Elbaph. Ia hanya mendapatkan Loki.
Namun setelah kematian Harald, Loki sendiri bisa dibilang adalah raksasa terkuat di Elbaph.
Jadi meskipun Big Mom tidak mendapatkan seluruh negeri, ia tetap berpotensi mendapatkan satu kekuatan paling mematikan dari sana.
Ironisnya, aliansi itu gagal bukan karena kalkulasi politik… melainkan karena Lola memilih cinta daripada takdir.
4. Teori impostor

Sebelum menutup teori ini, ada satu sudut pandang lain yang patut dipertimbangkan:
Bagaimana kalau “Pangeran Loki” yang mencoba melamar Charlotte Lola… bukan Loki yang asli?
Di Whole Cake Island arc, sosok Loki hanya ditampilkan dalam bentuk siluet.
Masalahnya?
Siluet itu:
- Berambut keriting sepundak,
- Mengenakan mahkota,
- Terlihat berbeda dari desain Loki yang kita kenal sekarang.
Loki versi Elbaph arc tidak pernah memakai mahkota bahkan ketika dia masih kecil, punya tanduk khas Ancient Giant, dan punya aura dan postur yang jauh lebih “liar”.
Memang benar, Eiichiro Oda sering membuat siluet yang berbeda jauh dari versi final. Contohnya siluet Charlotte Linlin dan Kaido saat disebut di Water 7, itu pun jauh dari desain akhirnya.
Jadi perbedaan siluet saja belum cukup jadi bukti.
Yang membuat teori ini menarik adalah konteksnya.
Dari flashback Elbaph, Loki jarang meninggalkan negerinya. Dan ketika ia akhirnya pergi, itu demi balas dendam setelah kematian Harald.
Ia bukan tipe yang keliling dunia cari pasangan.
Jadi bagaimana kalau:
- Sosok yang datang ke Whole Cake Island mengatasnamakan “Pangeran Loki”
- Tapi sebenarnya adalah pihak lain yang memanfaatkan kekosongan kekuasaan Elbaph?
Ingat, setelah kematian Raja Harald, situasi Elbaph kacau: tidak ada raja yang jelas, Loki dicap pembunuh, sementara Hajrudin tidak diterima sebagai raja karena ibunya bukan raksasa Elbaph.
Dalam situasi seperti itu, sangat mungkin dunia luar tidak punya informasi akurat.
Apalagi hubungan Elbaph dengan Charlotte Linlin memang sudah buruk sejak kecil.
Whole Cake Island bisa saja menerima klaim “ini Pangeran Loki” tanpa verifikasi mendalam.
Kalau benar impostor, ada beberapa kemungkinan:
- Pihak raksasa lain yang hanya sekedar ingin cari untung,
- Upaya memanfaatkan nama Elbaph demi aliansi,
- Atau bahkan permainan pihak ketiga yang belum terungkap.
Ini memang teori liar.
Tapi justru karena Elbaph sedang dalam kondisi tanpa legitimasi jelas, ruang untuk penyamaran terbuka lebar.
Kalau ternyata nanti Oda mengungkap bahwa Loki asli tidak pernah melamar Lola… itu akan jadi twist yang cukup besar.
Tapi satu kendala:
Kalau Loki yang melamar Lola beneran impostor maka seharusnya raksasa ecek-ecek akan mudah diintimidasi Big Mom. Tapi itu tidak terjadi karena raksasa pelamar ini kemudian bisa pergi tanpa bisa dijebak seperti Germa 66.
Jika ada sosok bisa marah ke Big Mom dan pergi tanpa konsekuensi, itu lebih terasa seperti Loki asli.


















