Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Mungkinkah Pemerintah Dunia Menyebabkan Kabut Esperia One Piece?

Mungkinkah Pemerintah Dunia Menyebabkan Kabut Esperia One Piece?
Kematian Candelle, Ratu Kerajaan Esperia. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya Sih
  • Tragedi kabut Esperia menyebabkan kehancuran besar: warga sakit, ekonomi runtuh, dan Pemerintah Dunia menuntut seribu budak sebagai pengganti upeti yang gagal dibayar.
  • Teori menyebut Pemerintah Dunia mungkin menciptakan kabut buatan melalui Jaygarcia Saturn, Godhead of Science and Defense, yang dikenal melakukan eksperimen biologis berbahaya.
  • Jika benar, tragedi ini memperdalam konflik pribadi Brook terhadap Imu karena Esperia hancur akibat rencana kejam Pemerintah Dunia demi kekuasaan dan kendali atas Shuri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Salah satu misteri terbesar dari flashback Brook di Elbaph adalah kabut yang menghancurkan Kerajaan Esperia.

Kabut itu bukan fenomena alam biasa. Efeknya sangat spesifik dan sangat merusak. Penduduk yang menghirupnya mengalami gangguan paru-paru, sementara instrumen musik yang menjadi identitas Esperia ikut rusak. Nasib yang sadis sekali untuk negeri musik.

Setelah kabut tersebut akhirnya lenyap, Esperia sudah berada dalam kondisi kritis. Banyak warganya sakit atau meninggal, ekonomi mereka runtuh, dan mereka tidak lagi mampu membayar upeti kepada Pemerintah Dunia.

Lalu muncul tuntutan dari Pemerintah Dunia: seribu budak sebagai pengganti upeti.

Karena urutannya terasa begitu "pas", muncul pertanyaan menarik:

Apakah Pemerintah Dunia sebenarnya terlibat dalam tragedi kabut Esperia?

Mari kita coba bedah kemungkinan ini.

Table of Content

1. Kalau benar, apa motifnya?

1. Kalau benar, apa motifnya?

Reuven dan Candelle beraksi menolong Brook dalam adegan manga One Piece, menampilkan ekspresi intens dan gerakan dinamis.
Reuven dan Candelle menolong Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Setiap teori konspirasi membutuhkan motif.

Dan kalau Pemerintah Dunia memang berada di balik tragedi Esperia, ada beberapa kemungkinan alasan yang bisa dipertimbangkan.

Mengincar budak dari negeri musik

Esperia dikenal sebagai negeri musik.

Jika Pemerintah Dunia memang berniat meminta seribu budak sebagai pengganti upeti, maka besar kemungkinan di antara seribu orang itu akan ada banyak musisi, pengrajin instrumen, dan seniman.

Kita sudah berkali-kali melihat Tenryuubito memperlakukan manusia seperti koleksi. Mereka mengumpulkan raksasa, Fish-Man, Mink, bahkan manusia biasa untuk memenuhi keinginan pribadi mereka.

Jadi keinginan memiliki "seribu budak dari negeri musik" terasa tidak mustahil.

Menghukum negeri yang dianggap membangkang

Ada juga kemungkinan yang lebih sederhana.

Beberapa tahun sebelumnya, Reuven pernah menghajar anggota Angkatan Laut yang menyiksa Brook kecil.

Battle Convoy bahkan mendukung tindakan tersebut.

Peristiwa itu mungkin saja dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap otoritas Pemerintah Dunia.

Jika benar, Esperia bisa jadi sudah masuk daftar hitam jauh sebelum tragedi kabut terjadi.

Mereka sejak awal mengincar Shuri

Ini mungkin teori yang paling menarik.

Dari semua anggota Kesatria Dewa yang kita kenal, status Shuri terasa unik.

Garling menua. Sommers menua. Namun Shuri tampaknya tidak.

Dari saat ia terlihat sebagai pelayan Imu puluhan tahun lalu hingga era sekarang, penampilannya nyaris tidak berubah.

Ini membuat banyak pembaca bertanya-tanya: Apa sebenarnya yang membuat Shuri begitu istimewa di mata Imu?

Kalau Imu memang sudah mengincar Shuri sejak lama, maka tragedi Esperia bisa saja menjadi langkah awal untuk membawanya ke bawah kendali Pemerintah Dunia.

2. Siapa yang paling mungkin menjadi dalangnya?

Karakter yang Dihabisi Imu
Jaygarcia Saturn adalah salah satu Gorosei yang memiliki kekuatan luar biasa berkat kontrak Abyssal Covenant dengan Imu (duniaku.com)

Kalau kabut itu memang buatan manusia, siapa yang paling mungkin menciptakannya?

Sekilas, efeknya mengingatkan pada eksperimen kimia berbahaya ala Caesar Clown. Masalahnya, kronologi tidak cocok.

Caesar saat ini berusia sekitar 55 tahun, sementara tragedi Esperia tampaknya terjadi lebih dari enam dekade lalu. Artinya Caesar bahkan belum lahir ketika peristiwa itu terjadi.

Namun ada sosok lain yang sudah aktif pada masa itu: Jaygarcia Saturn.

Saturn sejak lama menjabat sebagai Godhead of Science and Defense.

Selama Egghead arc kita melihat bahwa dia tidak segan melakukan eksperimen mengerikan terhadap manusia. Contoh paling jelas adalah keterlibatannya dalam tragedi Sapphire Scale yang akhirnya merenggut nyawa Ginny.

Karena itu, jika ada Gorosei yang paling masuk akal berada di balik senjata biologis atau wabah buatan, Saturn adalah kandidat terkuat.

Ada detail menarik lain.

Dalam mitologi Jepang, Gyuki atau Ushi-Oni (makhluk yang menjadi inspirasi wujud monster Saturn) sering diasosiasikan dengan penyakit, kutukan, dan kematian.

Jadi dia merancang penyakit untuk memusnahkan satu negara memang terasa mungkin.

3. Apakah teorinya masuk akal?

Upacara pemakaman Ratu Candelle dari Kerajaan Esperia dengan potret besar almarhumah dikelilingi para pelayat yang berduka.
Kematian Candelle, Ratu Kerajaan Esperia. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Menurut saya, iya. Pemerintah Dunia ada di balik kabut penghancur Esperia itu mungkin saja.

Jika kabut itu memang buatan Pemerintah Dunia, hasil akhirnya sangat menguntungkan mereka:

  • Esperia menjadi terlalu lemah untuk melawan. Bahkan Candelle, salah satu petarung terkuat negeri itu, meninggal lebih dulu.
  • Negara yang sebelumnya berani membangkang akhirnya runtuh.
  • Imu mendapatkan Shuri.

Dari sudut pandang Pemerintah Dunia, hampir semua hasil akhirnya menguntungkan mereka.

Dan kita sudah berkali-kali melihat bahwa mereka tidak punya masalah melakukan tindakan kejam demi mempertahankan kekuasaan.

Ohara dibakar. God Valley dijadikan lokasi perburuan manusia. Lulusia dihapus dari peta.

Jadi menghancurkan satu kerajaan dengan wabah buatan jelas cocok-cocok saja dengan kekejian mereka.

4. Jika benar, dampaknya besar untuk Brook

Shuri berdiri dengan sayap kelelawar setelah mengalahkan Reuven di aula bergaya gotik, disaksikan oleh Brook yang memegang pedang.
Shuri membunuh Reuven, dilihat Brook. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Saat ini saja Brook sudah memiliki alasan pribadi untuk membenci Imu.

Ia kehilangan Reuven. Ia kehilangan Candelle. Dan selama puluhan tahun ia hidup dengan keyakinan bahwa Shuri membunuh ayahnya sendiri.

Jika Brook menyadari bahwa Shuri secara mental sudah dicuci otak dan dijadikan kaki tangan Imu di luar kendalinya, ia akan sangat, sangat marah.

Namun bayangkan jika ternyata Brook mengetahui bahwa bahkan tragedi Esperia sendiri bukan kecelakaan.

Bahwa kabut yang menghancurkan negerinya mungkin adalah bagian dari rencana Pemerintah Dunia. Bahwa Candelle mungkin mati karena eksperimen mereka.

Kalau itu benar, maka konflik Brook dengan Imu akan menjadi jauh lebih personal.

Bukan lagi sekadar membantu Luffy melawan musuh besar dunia, melainkan membalas tragedi yang menghancurkan seluruh tanah kelahirannya.

Ini memang masih teori, tapi...

Brook menyerang beberapa anggota Angkatan Laut dengan pedangnya di tengah reruntuhan bangunan dalam adegan manga One Piece.
Brook menebas Angkatan Laut. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Untuk saat ini belum ada bukti langsung yang menghubungkan Pemerintah Dunia dengan kabut Esperia. Ini sepenuhnya teori saya.

Namun urutan peristiwanya terasa mencurigakan.

Kabut muncul, Esperia melemah, Upeti gagal dibayar. Pemerintah Dunia meminta seribu budak, permintaan yang tidak akan diterima oleh Reuven. Jadi pecahlah perang.

Dan setelah itu Esperia, negeri yang dulu sempat membangkang dengan menghajar Angkatan Laut yang menyiksa Brook, hancur. Shuri akhirnya jatuh ke tangan Imu.

Terlalu banyak hal yang berjalan sesuai kepentingan Pemerintah Dunia untuk diabaikan begitu saja. Mungkin semuanya hanya kebetulan. Mungkin kabut itu beneran hanya peristiwa random.

Tapi kalau ternyata bukan? Kalau ternyata benar ada tangan Gorosei dan Imu di balik tragedi ini?

Maka tragedi Esperia bisa jadi merupakan salah satu kejahatan paling lama yang baru sekarang mulai terungkap di One Piece.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More