- On-screen: Magellan menang telak.
- Off-screen: Bajak Laut Kurohige membalikkan keadaan dan menang telak.
6 Pertarungan Kurohige One Piece yang Dia Menangkan Off-screen!

- Kemenangan Kurohige melawan Ace terjadi off-screen
- Thatch mati off-screen
- Magellan mengalahkan Bajak Laut Kurohige on-screen tapi dihajar off-screen
“Kalau pertarungan Kurohige di-skip, maka dia pasti keluar sebagai pemenang.”
Kalimat ini sudah jadi candaan populer di kalangan fans One Piece, dan lucunya, candaan ini tidak sepenuhnya salah. Dalam banyak momen penting, kemenangan besar Marshall D. Teach justru terjadi off-screen, tanpa kita melihat detail pertarungannya secara langsung.
Sering kali polanya sama: kita ditunjukkan Kurohige bertarung dengan seseorang, cerita berpindah fokus ke tempat lain, lalu saat kita kembali, Kurohige sudah menang, kadang dengan konsekuensi besar bagi dunia One Piece.
Apakah ini sekadar kebetulan? Atau memang Oda sengaja membangun Kurohige sebagai sosok yang paling berbahaya justru ketika kita tidak melihatnya beraksi?
Untuk menjawabnya, mari kita lihat deretan pertarungan Kurohige yang berakhir dengan kemenangan… tanpa pernah benar-benar ditampilkan di layar.
1. Kemenangan Kurohige melawan Ace terjadi off-screen

Kemenangan signifikan Kurohige dari Portgas D. Ace, pemicu pertama dari rentetan insiden yang berujung ke Perang Marineford, juga dimenangkan Kurohige secara off-screen.
Ace memang sudah terdesak. Dapat terasa kalau jurus Dai Enkai: Entei yang ia kerahkan sebelum pertempuran dipotong adalah serangan penghabisannya melawan kegelapan Kurohige...
Dan itu pun topi Ace kemudian diperlihatkan terjatuh, sudah memberi indikasi apa yang terjadi bahkan sebelum kita tahu Ace ditangkap.
2. Thatch mati off-screen

Sebelum nama Marshall D. Teach benar-benar mengguncang dunia, ada satu korban penting yang tewas tanpa pernah kita lihat pertarungannya: Thatch.
Thatch bukan kru sembarangan. Ia adalah Komandan Divisi 4 Bajak Laut Shirohige, posisi yang secara implisit menempatkannya di level yang setara dengan para komandan lain seperti Marco, Ace, atau Jozu. Artinya, jika diberi kesempatan bertarung secara adil dan terbuka, Thatch seharusnya bukan lawan mudah.
Namun momen paling krusial (saat Kurohige membunuh Thatch untuk merebut Yami Yami no Mi) sama sekali tidak diperlihatkan. Kita hanya mengetahui hasil akhirnya: Thatch mati, dan Kurohige kabur membawa Buah Iblis yang kelak menjadi fondasi seluruh ambisinya.
3. Magellan mengalahkan Bajak Laut Kurohige on-screen tapi dihajar off-screen

Ah ini kasus yang lucu.
Saat pertarungan ditampilkan di layar, Magellan menghajar Bajak Laut Kurohige tanpa ampun. Dengan racun mematikan Doku Doku no Mi, Magellan menjatuhkan Marshall D. Teach dan seluruh krunya secara instan, tanpa drama panjang dan tanpa celah. Jika bukan karena intervensi Shiryu, Kurohige kemungkinan besar sudah tamat di Impel Down.
Namun lucunya, hasil akhirnya justru berbalik total ketika pertarungan tidak diperlihatkan.
Di bab 581, terungkap bahwa setelah insiden pembobolan besar Impel Down, Magellan ditemukan dalam kondisi babak belur dan nyaris mati. Tanpa kita lihat prosesnya, Bajak Laut Kurohige ternyata berhasil membalas dan menghajar balik Magellan.
Artinya, secara kronologis:
Kasus ini sering dijadikan lelucon di kalangan fans, tapi juga menegaskan pola yang konsisten: Kurohige justru paling berbahaya saat Oda tidak menunjukkan pertarungannya secara langsung.
4. Bajak Laut Kurohige tahu-tahu menang dari Bonney

Di bab 595, tahu-tahu kita diperlihatkan Bajak Laut Bonney krunya sudah tumbang oleh Bajak Laut Kurohige dan Bonney sendiri dirantai.
Bonney pun jadi satu lagi nama besar yang dihajar Kurohige off-screen!
Momen ini juga jadi indikator awal Bonney bukan sosok biasa. Akainu secara pribadi memimpin pasukan untuk menolongnya, indikasi awal bahwa nyawa Bonney diperlukan... sebagai sandera untuk memastikan Bartholomew Kuma patuh.
5. Bajak Laut Kurohige menang dari sisa Bajak Laut Shirohige off-screen

Selama time skip, terjadi satu konflik besar yang ironisnya hampir sepenuhnya terjadi di luar layar: Perang Balas Dendam.
Dalam perang ini, Marco memimpin sisa-sisa Bajak Laut Shirohige untuk menghadapi Bajak Laut Kurohige. Ini bukan pertempuran kecil, ini adalah upaya terakhir kru Shirohige untuk menuntut balas atas kematian Whitebeard dan Ace, sekaligus menghentikan kebangkitan Kurohige.
Namun hasilnya jelas: mereka kalah telak.
Seperti banyak kemenangan Kurohige lainnya, kita tidak pernah diperlihatkan detail pertarungan tersebut. Tidak ada duel Marco vs Teach yang panjang, tidak ada sorotan heroik. Kita hanya diberi laporan singkat tentang hasil akhirnya dan dampaknya sangat besar bagi keseimbangan dunia.
Kekalahan ini menandai dua hal penting: runtuhnya sisa pengaruh Bajak Laut Shirohige, dan resminya Marshall D. Teach diakui sebagai Yonko.
6. Kemenangan penting lawan Law terjadi off-screen

Nasib Bajak Laut Hati memang tragis. Saat mereka mencoba mengukir jalan sendiri, tanpa dukungan aliansi dengan Eustass Kid maupun Bajak Laut Topi Jerami, mereka justru bertemu Bajak Laut Kurohige.
Awalnya, pertempuran terlihat… menjanjikan.
Bajak Laut Hati memberi perlawanan yang jauh lebih signifikan dari dugaan. Anak buah Law yang biasanya kurang disorot (Bepo, Shachi, Penguin, dan Jean Bart) masing-masing menunjukkan kontribusi nyata di medan tempur. Sementara itu, Trafalgar D. Water Law sendiri tampil brilian, memaksimalkan kekuatan Ope Ope no Mi dan membuktikan bahwa ia bukan Yonko Slayer kemarin sore.
Pada titik itu, banyak fans Law mulai berpikir: “Mungkin Law tidak menang… tapi setidaknya siapa tahu dia bisa lolos.”
Lalu fokus berpindah.
Dan ketika cerita kembali ke lokasi pertempuran, kenyataannya langsung menghantam tanpa ampun: Law sudah tumbang, Bajak Laut Hati kalah total, dan yang paling menyayat kapal Polar Tang (yang pernah membantu evakuasi Luffy dari Marineford) hancur.
Sekali lagi, polanya konsisten: selama pertarungan ditampilkan ada harapan, begitu pertarungan “dipotong” Kurohige menang telak.
Kemenangan atas Law ini bukan sekadar tambahan daftar off-screen win. Ini adalah pukulan besar terhadap generasi terburuk, sekaligus pengingat keras bahwa berhadapan dengan Kurohige tanpa aliansi besar adalah nasib sial yang nyaris mustahil dimenangkan.


















