- Rob Lucci versi Awakened Zoan.
- Kizaru yang dulu di Sabaody dan Marineford terasa mustahil disentuh.
5 Alasan Kaido One Piece Masih Terasa Dahsyat Meski Sudah Kalah

Oda tidak membuat musuh baru sekedar "lebih tangguh dari Kaido"
Kekalahan Rob Lucci dan Kizaru justru mengangkat standar Kaido
Kaido masih masuk akal dibayangkan melawan musuh Final Saga
Di manga shonen, fenomena power creep itu hal yang hampir tak terhindarkan.
Ambil contoh klasik seperti Dragon Ball Z.
Frieza di Namek Saga terasa sebagai makhluk terkuat di semesta, sampai akhirnya dikalahkan Super Saiyan Goku. Tapi kemudian muncul Cell yang memaksa Gohan mencapai Super Saiyan 2. Lalu Majin Buu yang bahkan tetap mengancam setelah kemunculan Vegito.
Polanya jelas: musuh baru biasanya harus terasa lebih gila dari sebelumnya.
Namun menariknya, itu tidak terjadi pada Kaido di One Piece.
Ia sudah kalah sejak Wano. Tapi sampai Final Saga berjalan, Kaido masih terasa sebagai “makhluk terkuat.”
Kenapa?
Berikut lima alasannya.
Table of Content
1. Oda Tidak Membuat Musuh Baru Sekedar “Lebih Tangguh dari Kaido”

Kunci utamanya ada di sini.
Eiichiro Oda tidak mengambil pendekatan klasik: “Musuh selanjutnya punya daya tahan lebih hebat dari Kaido.”
Sebaliknya, ancaman berikutnya seperti Gorosei dan para Kesatria Dewa merepotkan bukan karena mereka “lebih tanky,” melainkan karena mereka memiliki regenerasi nyaris tanpa batas.
Itu beda jenis kekuatan.
Kaido adalah simbol ketangguhan absolut, daya tahan fisik murni, stamina, dan Haki tingkat tinggi. Sementara musuh Final Saga bermain di ranah keabadian, misteri, dan mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami.
Karena kategorinya berbeda, Kaido tidak terasa “terlampaui.” Ia tetap benchmark untuk ketangguhan fisik murni.
2. Kekalahan Rob Lucci dan Kizaru Justru Mengangkat Standar Kaido

Di Egghead, Luffy menghadapi dua nama besar:
Hasilnya?
Lucci dihajar relatif cepat.
Kizaru tumbang setiap terkena serangan telak seperti Star Gun atau Dawn Cymbal.
Dan di titik itu, pembaca otomatis membandingkan.
Kaido menerima serangan Gear 5 berkali-kali dan tetap berdiri. Ia tidak langsung tumbang oleh satu momen spektakuler.
Alih-alih membuat Luffy terlihat “terlalu kuat,” pertarungan di Egghead malah mengingatkan pembaca betapa absurdnya daya tahan Kaido.
Ia bahkan masih lebih tahan banting dari Lucci maupun Kizaru.
3. Kaido Masih Masuk Akal Dibayangkan Melawan Musuh Final Saga

Biasanya dalam power creep, musuh lama akan terasa ketinggalan zaman.
Namun Kaido berbeda.
Dengan Haoshoku Haki tingkat tinggi, ia justru memiliki salah satu “kunci” yang kini relevan untuk menghadapi makhluk dengan kemampuan regenerasi ekstrem.
Jika ia tiba-tiba muncul dan menghadapi Gorosei atau Kesatria Dewa, sulit membayangkan ia kalah mudah.
Artinya, dalam imajinasi pembaca, Kaido masih kompetitif di level tertinggi dunia.
Dan selama itu masih bisa dibayangkan, auranya belum runtuh.
4. Kaido Tidak Kalah dalam Kondisi Fresh

Ada aura “raid boss” dalam kekalahan Kaido.
Sebelum duel final melawan Luffy, ia sudah:
- Menghadapi Akazaya Nine.
- Bertarung melawan sebagian Worst Generation.
- Menerima tebasan Enma dari Zoro.
- Duel sengit melawan Yamato.
- Mengangkat Onigashima sepanjang pertarungan.
Dan bahkan dalam kondisi itu, Luffy tetap harus bangkit berkali-kali sebelum akhirnya menang.
Secara naratif, ini bukan kekalahan 1v1 bersih. Ini kemenangan hasil perang panjang.
Itulah yang menjaga kesan bahwa Kaido bukan sekadar boss arc biasa, ia adalah raid-level threat.
5. Yang Bisa Menumbangkannya Hanya Gear 5

Pada akhirnya, Kaido menghadapi hampir semua bentuk serangan konvensional.
Ia bertahan dari:
- Serangan kolektif samurai.
- Tebasan Haoshoku Haki Zoro.
- Serangan Yamato.
- Gear 4 Luffy.
Ia baru benar-benar tumbang setelah Gear 5 memberi Luffy kebebasan absurd dan memungkinkan lahirnya Bajrang Gun yang kolosal.
Secara simbolik, ini penting.
Kaido tidak dikalahkan oleh peningkatan kecil. Ia dikalahkan oleh transformasi yang mengubah fondasi sistem pertarungan. Kekuatan yang seakan mengubah sekeliling Luffy, termasuk tubuh Kaido sendiri setiap ia kena serangan, membuat ia jadi seperti tokoh kartun juga.
Dan itu memberi pesan implisit: Tanpa Gear 5, Kaido mungkin tetap berdiri.
Kesimpulannya?

Kaido kalah.
Namun ia tidak dipermalukan, tidak digeser secara langsung oleh musuh yang “lebih kuat,” dan tidak terasa usang dalam struktur kekuatan dunia.
Sebaliknya, kekalahan dan perkembangan cerita setelahnya justru mengukuhkan satu hal: Kaido mungkin sudah tumbang.
Tapi standar “makhluk terkuat” yang ia tinggalkan belum benar-benar terlampaui. Gelar itu masih sepenuhnya layak ia pegang.















![[QUIZ] Mirip Siapa Kamu di Antara Peserta Culling Game Jujutsu Kaisen?](https://image.idntimes.com/post/20260211/upload_4e119b2fff20c20baeb290042786f1b0_7782a403-f50f-499c-a25b-5e0e60882258.png)

