Kenapa Yuji BIlang Kutukan Tetap Ada Meski Rencana Maru JJK Berhasil?

- Prinsip kelahiran roh kutukan: energi negatif manusia menciptakan kutukan, terutama di tempat dengan aktivitas manusia tinggi.
- Rencana Maru fokus pada generasi masa depan: hanya menargetkan generasi yang belum lahir untuk pemusnahan energi kutukan.
- Kemungkinan besar, Yuji menyoroti sumber permasalahan: emosi negatif manusia sebagai akar dari energi kutukan, membuat rencana Maru hanya menunda masalah.
Seperti yang kita tahu, Maru berencana membuat umat manusia dan Simurian bebas dari energi kutukan agar roh kutukan tak lagi terlahir ke dunia. Namun menjelang pelaksanaan rencananya, Yuji malah mengatakan kalau roh kutukan akan tetap terlahir bahkan setelah rencana alien itu berjalan.
Kenapa ia sampai mengatakan hal seperti itu? Ini penjelasannya!
1. Prinsip kelahiran roh kutukan

Dalam dunia Jujutsu Kaisen, kutukan umumnya lahir ketika energi kutukan bocor dari manusia biasa akibat emosi negatif yang mereka rasakan. Energi tersebut kemudian berkumpul di satu lokasi, menumpuk perlahan seperti endapan, hingga akhirnya membentuk roh kutukan.
Fenomena ini sering terjadi di tempat dengan aktivitas manusia tinggi seperti sekolah dan rumah sakit, karena lokasi tersebut menyimpan banyak kenangan yang dipenuhi emosi negatif. Mekanisme terbentuknya kutukan juga berlaku pada ketakutan dan kebencian kolektif umat manusia.
Ketika banyak orang memiliki ketakutan yang sama, bayangan tersebut dapat berubah menjadi kutukan yang sangat kuat, bahkan jika objek yang ditakuti sebenarnya tidak nyata, seperti monster atau hantu. Wujud kutukan itu terbentuk dari emosi negatif yang diarahkan manusia pada objek khayalan tersebut.
Selain itu, emosi negatif yang bertahan dalam jangka waktu lama misalnya ketakutan manusia terhadap peperangan, wabah penyakit atau bencana alam dapat mengumpulkan energi kutukan dalam jumlah yang sangat besar.
2. Rencana Maru sendiri awalnya berfokus pada pemusnahan energi kutukan pada umat manusia namun terbatas pada generasi yang belum lahir

Nah, rencana Maru sendiri awalnya berfokus mengubah generasi masa depan umat manusia dan Simurian menjadi pemilik Heavenly Restriction seperti Tsurugi.
Ia berencana cuma akan menargetkan generasi yang belum terlahir, baik itu umat manusia atau Simurian. Penyihir dan generasi Simurian yang sekarang masih ia biarkan untuk memiliki energi kutukan karena Maru tahu kalau ia bisa membuat kehidupan mereka langsung terguncang jika kehilangan kekuatan secara tiba-tiba jika sampai melibatkan mereka dalam rencana tersebut.
Maru sendiri memilih opsi itu demi bisa memperbaiki hubungan manusia dan rasnya. Tanpa ada energi kutukan, maka kutukan tak akan terlahir sehingga manusia tak perlu membasmi mereka dan suku Rumel tak perlu berusaha mati-matian melindungi ancaman bagi umat manusia tersebut.
3. Kemungkinan besar, Yuji menyoroti emosi negatif yang jadi sumber permasalahannya

Celah ini memang menarik jika dipikirkan lebih jauh. Selama ini, energi kutukan sering dianggap sebagai sumber utama masalah, padahal pada dasarnya energi tersebut hanyalah produk sampingan dari emosi negatif manusia. Artinya, selama emosi negatif masih ada, potensi lahirnya energi kutukan juga secara teori tetap ada.
Jika rencana untuk menghilangkan energi kutukan pada generasi mendatang benar-benar berhasil, itu memang bisa menekan kemunculan kutukan dalam jangka pendek. Namun, akar permasalahannya yaitu rasa takut, benci, trauma, dan kecemasan manusia tidak ikut hilang. Emosi-emosi itu bisa terus menumpuk secara kolektif, dan jika suatu saat ada mekanisme baru yang memungkinkan emosi tersebut kembali termanifestasi menjadi energi kutukan, maka siklus kutukan bisa terulang lagi.
Di sinilah sudut pandang Yuji terasa masuk akal. Jika ia menyadari risiko jangka panjang ini, maka kemungkinan besar ia melihat rencana tersebut bukan sebagai solusi permanen, melainkan hanya menunda masalah. Bahkan, jika manusia menjadi tidak terbiasa menghadapi atau mengelola emosi negatif mereka, akumulasinya bisa menjadi lebih ekstrem, sehingga ketika “katupnya” terbuka kembali, dampaknya justru bisa lebih besar daripada sebelumnya.
Ditambah lagi, masalah itu juga semakin berpeluang terjadi karena Maru tak membersihkan energi kutukan pada generasi sekarang. Jadi kemungkinan keberadaan kutukan akan tetap terwaris jika ada skenario seorang penyihir mati karena bukan sebab teknik jujutsu.
Itulah penjelasan teori kenapa Yuji mengatakan kutukan tetap ada meski rencana Maru berhasil. Ada kemungkinan penyebab lain yang belum tersorot bisa jadi adalah maksud sebenarnya dari ucapan pria tersebut. Jadi untuk kepastiannya, kita bisa melihatnya pada bab mendatang.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku


















