8 Aturan Dunia Jujutsu Kaisen yang Mungkin Kamu Lupa!

- Dunia Jujutsu dipimpin oleh para petinggi yang mengatur kebijakan dan stabilitas sistem.
- Manusia tanpa energi kutukan tak bisa melihat kutukan, menjelaskan insiden besar terlihat seperti "bencana biasa" di mata masyarakat umum.
- Energi kutukan berasal dari emosi negatif manusia, membasmi semua kutukan secara permanen hampir mustahil.
Dunia Jujutsu Kaisen dibangun di atas sistem yang ketat dan penuh konsekuensi. Meski sering tertutup oleh adegan pertarungan besar, sebenarnya ada aturan-aturan mendasar yang terus memengaruhi jalannya cerita.
Tanpa menyadarinya, banyak konflik penting terjadi bukan karena kebetulan, melainkan karena karakter terikat oleh hukum dunia jujutsu itu sendiri. Berikut delapan aturan penting yang mungkin sudah kamu lupakan.
1. Dunia Jujutsu Dipimpin oleh Para Petinggi

Di puncak struktur kekuasaan, ada kelompok petinggi yang mengatur kebijakan dunia jujutsu. Mereka jarang muncul secara langsung, tetapi keputusan mereka menentukan hidup dan mati seseorang terutama penyihir di dalamnya.
Para petinggi ini bertugas mengawasi sekolah, menetapkan hukuman, dan memutuskan eksekusi. Mereka bukan petarung garis depan, melainkan pengambil keputusan yang menjaga stabilitas sistem.
Menariknya, keputusan mereka sering kali konservatif dan politis. Gojo sangat benci dengan mereka dan nantinya akan menghabisi mereka sekaligus.
2. Manusia tanpa energi kutukan tak bisa melihat kutukan

Manusia biasa pada umumnya tidak bisa melihat kutukan atau teknik kutukan. Dunia supranatural berjalan paralel dengan dunia normal tanpa disadari publik sampai akhirnya insiden Shibuya terjadi.
Ketika ada pertarungan menggunakan energi kutukan, manusia yang tak punya energi kutukan ya tak bisa melihatnya. Hanya dalam kondisi ekstrem seperti mendekati kematian manusia biasa bisa sesaat melihat makhluk tersebut.
Aturan ini menjelaskan kenapa banyak insiden besar terlihat seperti “bencana biasa” di mata masyarakat umum, padahal sebenarnya ada pertarungan jujutsu di baliknya.
3. Energi kutukan berasal dari emosi negatif manusia

Kutukan tidak muncul begitu saja. Mereka lahir dari akumulasi emosi negatif manusia seperti ketakutan, kecemasan, kebencian, dan stres. Selama manusia masih memiliki sisi gelap, energi kutukan akan terus tercipta.
Nah yang menarik, roh kutukan tingkat tinggi dan sangat kuat itu lahir dari ketakutan dan energi negatif manusia secara kolektif, alias banyak orang yang merasakan ketakutan atau energi negatif itu dalam jumlah besar.
Artinya, membasmi semua kutukan secara permanen hampir mustahil. Sistemnya bersifat siklus, manusia menciptakan energi negatif, energi itu melahirkan kutukan, lalu penyihir membasminya.
4. Teknik kutukan sudah diukur di otak penyihir sejak lahir

Sebagian besar penyihir memiliki innate technique yang sudah tertanam di otak mereka sejak usia dini. Teknik ini bukan sesuatu yang bisa dipilih atau dipelajari sesuka hati, melainkan suatu teknik yang didapatkan secara keturunan.
Karena sifatnya biologis, teknik bawaan hampir mustahil diganti. Seorang penyihir hanya bisa mengembangkan atau memaksimalkan teknik yang sudah melekat padanya. Inilah alasan klan besar memiliki pengaruh kuat dalam dunia jujutsu. Teknik yang diwariskan menjadi simbol kekuatan sekaligus beban ekspektasi.
5. Konsep kontrak atau binding vow

Binding Vow merupakan salah satu prinsip dasar dalam dunia jujutsu. Pada dasarnya, ia adalah kontrak yang bisa dibuat dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, dan diikat oleh energi kutukan. Selama aturan dalam kontrak itu dipatuhi, pengguna bisa memperoleh peningkatan kekuatan atau mencapai tujuan tertentu. Namun jika dilanggar, konsekuensinya tidak bisa dihindari.
Untuk sumpah terhadap diri sendiri, penyihir biasanya menetapkan batasan yang berisiko, seperti membatasi penggunaan energi atau memberi syarat khusus pada tekniknya. Karena energi kutukan merespons tekad dan emosi negatif penggunanya, semakin besar risiko yang diambil, semakin besar pula peningkatan kekuatan yang bisa diperoleh. Jika dilanggar, keuntungan yang didapat akan hilang.
Sementara itu, sumpah dengan pihak lain bersifat lebih mengikat. Kedua belah pihak harus menyetujui syarat yang saling menguntungkan, dan pelanggarannya membawa konsekuensi yang jauh lebih berat.
6. Tiga klan besar punya pengaruh di politik dunia Jujutsu

Struktur kekuasaan dunia jujutsu juga dipengaruhi oleh tiga klan besar yang sudah berpengaruh dengan dunia Jujutsu di Jepang sejak ribuan tahun lalu yaitu Gojo Clan, Zenin Clan, dan Kamo Clan.
Klan-klan ini memiliki teknik turun-temurun dan status sosial tinggi. Mereka bukan hanya keluarga kuat, tetapi pilar politik dalam sistem politik dunia Jujutsu. Pengaruh klan sering menentukan posisi, perlindungan hukum, dan legitimasi seseorang dalam dunia Jujutsu.
7. Heavenly Restriction adalah pertukaran sejak lahir, bukan sekedar tambahan kekuatan

Heavenly Restriction bukan kekuatan tambahan gratis. Ia adalah kondisi di mana seseorang kehilangan sesuatu sejak lahir demi peningkatan ekstrem di aspek lain, jadi ada sesuatu yang ditukar di dalam tubuh mereka.
Beberapa individu kehilangan energi kutukan, tetapi sebagai gantinya memperoleh fisik superhuman seperti Toji Fushiguro atau Maki Zenin. Sementara yang lainnya punya fisik yang lemah tapi energi kutukannya besar seperti Kokichi Muta/Mechamaru.
Aturan ini menunjukkan bahwa sistem dunia jujutsu selalu menjaga keseimbangan, setiap keuntungan dibayar dengan kerugian setara.
8. Penyihir Jujutsu adalah sumber daya yang terbatas

Tidak semua manusia bisa menjadi penyihir Jujutsu. Mereka yang memiliki bakat energi kutukan jumlahnya sangat sedikit, mungkin kamu sadar sendiri di sekolah Jujutsu saja setiap angkatannya hanya sedikit, bisa hanya ada 1 murid bahkan, ada 2 atau 3 murid per angkatan sudah bagus.
Karena itu, penyihir diperlakukan sebagai aset penting. Bahkan anak-anak dengan potensi besar bisa langsung direkrut dan dilatih untuk mengatasi ancaman berkaitan dengan energi dan roh kutukan yang berbahaya.
Aturan ini menjelaskan kenapa banyak karakter muda sudah terlibat dalam konflik berbahaya sejak dini, bahkan saat masih di sekolah penyihir Jujutsu.
Nah itu dia beberapa aturan di dunia Jujutsu yang mungkin tidak kamu sadari atau kamu lupa, bagaimana menurutmu?


















