Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Penilaian Film 5 Centimeters Per Second, Romansa yang Tidak Bisa Diulang!

5 Centimeters Per Second
5 Centimeters Per Second (dok. CoMIX Wave)
Intinya sih...
  • Pengalaman sinematik yang lebih emosional dengan pendekatan kasar dan emosional dalam mengungkapkan keluhan tokoh utamanya.
  • Suara yang lebih bisu, film ini nyaris jauh lebih baik dipersembahkan sebagai film bisu.
  • Tidak untuk ditonton dua kali, meninggalkan pesan terkuat di antara para penontonnya namun kehilangan sihirnya di tontonan berikutnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

5 Centimeters Per Second akhirnya tayang di Indonesia! Sebagus apa film ini di layar lebar? Temukan impresi kami di sini!

5 Centimeters Per Second
2007
4/5
Directed by Makoto Shinkai
Producer

Makoto Shinkai

Writer

Makoto Shinkai

Age Rating

13+

Genre

Romance

Duration

63 min. Minutes

Release Date

16-01-2026

Theme

Romance

Production House

CoMix Wave

Where to Watch

Theaters

Cast

Kenji Mizuhashi, Yoshimi Kondou, Satomi Hanamura

Synopsis 5 Centimeters Per Second (2007)

Kisah romansa getir ini dimulai dari Tohno Takaaki dan Shinohara Akari yang selalu bersama saat pertama bertemu di SD. Namun, jarak yang memisahkan mereka membuat kebersamaan itu tambah lama tambah mustahil dipertahankan.

1. Pengalaman sinematik yang lebih emosional

5 Centimeters Per Second
5 Centimeters Per Second (dok. CoMIX Wave)

Dibandingkan dengan judul-judul film Makoto Shinkai di kemudian hari dari My Name sampai Suzume, karya sinematik kedua Makoto Shinkai bersama CoMix Wave setelah The Place Promised in Our Early Days punya pendekatan yang lebih kasar dan emosional dalam mengungkapkan keluhan tokoh utamanya, dengan lebih banyak cut yang melihat ke sana kemari dalam tiga babak kisah 5 Centimeters Per Second.

Namun titik personal yang berpusat pada bagaimana karakternya rasakan daripada plot besar Tohno Takaaki dan Shinohara Akari ini yang justru membuat film tersebut jadi salah satu film CoMix Wave yang paling dikenang sepanjang masa, karena kesesakan di sekitar Takaaki di babak pertama, ruang jauh yang di sekitar Kanae di babak kedua, sampai semua klip yang berlalu dengan cepat seperti pertumbuhan Akari di babak ketiga mewakili ceritanya dengan bahasa visual yang cerdas dan awet hingga saat ini.

2. Suara yang lebih bisu

5 Centimeters Per Second
5 Centimeters Per Second (dok. CoMIX Wave)

Menonton kembali di tahun 2026, film ini semakin terasa gersangnya dalam departemen akting suara. Kenji Mizuhashi, Yoshimi Kondou menjadi dua lead yang paling membatu seiring waktu berjalan karena faktor visual yang memimpin jalannya cerita dan mendikte perasaan semua yang terlibat. Satu tokoh yang berhasil keluar dari kekangan visual ini justru muncul dari akting Satomi Hanamura yang menghidupkan Sumida Kanae dan segala hal mustahil yang ia kejar (baca: Takaaki).

Lagu latar yang minimalis dari Tenmon pun jauh lebih bising dalam meneriakkan temanya daripada akting suaranya sendiri. Hal ini tentu saja, membuat film ini nyaris jauh lebih baik dipersembahkan sebagai film bisu, dan segmen terakhir yang meskipun dibingkai dalam wujud video musik, jauh lebih baik diapresiasi dalam diam daripada jadi segmen karaoke seperti anime musikal lainnya yang pernah masuk ke bioskop Tanah Air.

3. Tidak untuk ditonton dua kali

5 Centimeters Per Second
5 Centimeters Per Second (dok. CoMIX Wave)

Sebagai hiburan sekali tonton, film ini adalah salah satu film Makoto Shinkai yang akan meninggalkan pesan terkuat di antara para penontonnya dengan menjadi moody dari awal hingga akhir. Namun secara pengalaman, film ini sayangnya langsung kehilangan sihirnya di kali seterusnya sebagai yang pernah menonton film ini sebelumnya. Namun seiring waktu hingga tahun 2026, presentasi film ini dapat dipahami sebagai inspirasi dari film-film anime di masa sekarang yang mengambil teknik sinematografi serupa.

Bonus curhatan pendek Makoto Shinkai bersama tim 5 Centimeters Per Second berdekade kemudian yang tayang di akhir versi film yang masuk ke Indonesia inipun seperti mengiyakan, bahwa dirinya "tidak mungkin menciptakan 5 Centimeters di saat ini.". Menonton ini kembali seperti mengingatkan kembali standar seperti apa yang harus dipenuhi oleh versi live action yang juga akan menyusul tayang. Apakah film tersebut akan menjadi tempelan versi yang sudah disempurnakan oleh anime ini di tahun 2007 lalu yang membosankan atau justru membawa idenya sendiri dan justru bisa terbang lebih jauh seperti yang 'diharapkan' oleh anime tersebut hanya bisa dinilai masing-masing secara pribadi.

Apa pendapatmu sendiri terhadap 5 Centimeters Per Second? Sampaikan di kolom komentar!

Trailer 5 Centimeters Per Second

Galeri 5 Centimeters Per Second

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

10 Potret Anggota Baroque Works di Trailer One Piece Live Action 2!

13 Jan 2026, 12:00 WIBAnime & Manga