"Kami tidak akan menolak siapa pun, jadi jangan pernah mengambil apa pun dari kami."
3 Misteri Menarik dari Pembantaian Suku Kurta di Hunter x Hunter!

- Pesan misterius bertuliskan moto Meteor City ditemukan di lokasi pembantaian Suku Kurta, menimbulkan dugaan adanya hubungan antara tragedi itu dan sejarah kelam warga Meteor City.
- Sosok Sheila menjadi kunci misteri baru karena ia terhubung dengan Chrollo serta pernah berinteraksi dengan Kurapika sebelum tragedi, namun perannya dalam pembantaian masih belum jelas.
- Chrollo menolak menjawab pertanyaan Kurapika tentang keterlibatannya dalam pembantaian Suku Kurta, memperkuat teka-teki mengenai perannya dan alasan sebenarnya di balik tragedi tersebut.
Pembantaian Suku Kurta adalah salah satu tragedi terbesar dalam dunia Hunter x Hunter.
Peristiwa ini menjadi alasan utama Kurapika menempuh jalan balas dendam dan memburu Phantom Troupe.
Sekilas, kasusnya tampak sederhana: Phantom Troupe membantai Suku Kurta, mengambil Scarlet Eyes mereka, lalu menjual mata-mata tersebut ke pasar gelap sebagai barang koleksi bernilai tinggi.
Namun semakin banyak informasi yang diungkap Yoshihiro Togashi, semakin terasa bahwa ada sejumlah misteri yang belum terjawab dari tragedi ini.
Apa saja?
Table of Content
1. Pesan yang ditinggalkan Phantom Troupe

Di lokasi pembantaian ditemukan pesan:
Kalimat ini bukan sembarang kata-kata. Itu adalah moto Meteor City, tanah kelahiran Phantom Troupe.
Yang menarik, kalimat yang sama pernah muncul dalam peristiwa lain yang dikenal sebagai Insiden Gelandangan.
Dalam insiden tersebut, seorang pria dari Meteor City ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Meski terus menyatakan dirinya tidak bersalah, ia tetap dijatuhi hukuman tanpa proses yang adil.
Tiga tahun kemudian, pelaku sebenarnya akhirnya ditemukan. Namun semuanya sudah terlambat.
Sebagai balasan, 31 warga Meteor City melakukan aksi bom bunuh diri yang menewaskan 31 orang yang dianggap bertanggung jawab atas ketidakadilan tersebut.
Di lokasi kejadian, mereka meninggalkan pesan yang sama: "Kami tidak akan menolak siapa pun, jadi jangan pernah mengambil apa pun dari kami."
Dari sini muncul pertanyaan menarik.
Jika slogan itu digunakan sebagai bentuk pembalasan atas ketidakadilan yang menimpa warga Meteor City, lalu kenapa pesan yang sama ditinggalkan di lokasi pembantaian Suku Kurta?
Apakah Phantom Troupe merasa Suku Kurta telah melakukan sesuatu terhadap Meteor City?
Atau ada peristiwa lain yang belum diketahui pembaca?
Yang jelas, Phantom Troupe tidak meninggalkan pesan tersebut setiap kali melakukan kejahatan. Mereka bahkan tidak menggunakannya saat membantai mafia Yorknew City.
Karena itu, keberadaan pesan tersebut terasa signifikan.
2. Misteri Sheila

Salah satu misteri terbesar yang muncul dari flashback terbaru adalah Sheila.
Dalam masa kecil Chrollo, Sheila merupakan bagian dari kelompok sahabatnya bersama Sarasa dan anak-anak Meteor City lainnya.
Namun berbeda dari Chrollo dan teman-temannya, Sheila tidak ikut menjadi anggota Phantom Troupe. Ia bahkan tampak tidak menyukai arah yang diambil kelompok tersebut setelah kematian Sarasa.
Lalu muncul fakta menarik lainnya.
Dalam Hunter x Hunter Chapter 0, Sheila pernah bertemu Kurapika dan Pairo sebelum tragedi pembantaian terjadi. Saat itu ia terluka dan ditolong oleh keduanya.
Sheila kemudian berbagi cerita tentang dunia luar kepada dua anak Suku Kurta tersebut.
Yang membuat situasinya semakin aneh adalah adanya dugaan bahwa Sheila pula yang pertama kali menemukan lokasi pembantaian setelah tragedi itu terjadi.
Jika benar demikian, maka rangkaian peristiwanya menjadi sangat menarik:
- Sheila bertemu Kurapika dan Pairo.
- Sheila memiliki hubungan dengan Chrollo dan kelompok yang kelak menjadi Phantom Troupe.
- Sheila diduga menemukan lokasi pembantaian.
Apakah semua ini hanya kebetulan?
Atau ada sesuatu yang menghubungkan Sheila, Phantom Troupe, dan Suku Kurta yang belum diungkap Togashi?
Hingga sekarang, belum ada jawaban pasti.
3. Chrollo menolak menjawab pertanyaan Kurapika

Saat ditangkap Kurapika di Yorknew City Arc, Chrollo berada dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan.
Namun ia tetap tenang.
Melody bahkan merasa terganggu karena detak jantung Chrollo nyaris tidak menunjukkan rasa takut.
Yang menarik adalah satu momen ketika Kurapika mencoba menggali informasi soal pembantaian Suku Kurta.
Kurapika menanyakan apakah Chrollo merupakan pemimpin Phantom Troupe pada saat tragedi tersebut terjadi.
Secara logika, jawaban yang paling sederhana seharusnya adalah "ya."
Chrollo sudah memimpin Phantom Troupe sejak kelompok itu terbentuk. Ia juga tidak tampak memiliki alasan untuk berbohong. Namun anehnya, Chrollo memilih tidak menjawab pertanyaan itu.
Dan beda dari Uvogin, yang tampaknya jujur lupa pada peristiwa itu, Chrollo bukan terasa sebagai orang yang melupakan aksinya.
Tapi, ia malah mengalihkan pembicaraan ke Uvogin dan rantai yang digunakan Kurapika untuk membunuh rekannya.
Penolakan ini terasa janggal.
Bukan karena membuktikan Chrollo tidak terlibat, tetapi karena ia sengaja menghindari topik tersebut.
Dan hingga kini, Togashi belum pernah memperlihatkan alasan di balik sikap itu.


















