5 Fakta Buku Harley, Teks Kuno Asal-Usul Mitologi Elbaph One Piece!

- Buku Harley adalah teks kuno penting yang disimpan di Owl Library, berisi rahasia besar dunia One Piece dan menjadi peninggalan berharga dari peneliti Ohara.
- Isi buku terdiri dari tiga babak simbolik yang membahas Dewa Matahari Nika serta misteri Abad Kekosongan, dianggap sebagai nubuat tentang perubahan besar dunia.
- Teks ini memicu perdebatan di kalangan raksasa Elbaph dan menyinggung dewa-dewa lain seperti Dewa Bumi, Hutan, dan Laut yang juga dikenal dalam kepercayaan suku Shandia.
Buku Harley merupakan salah salah satu kunci dalam cerita One Piece karena isinya menyinggung tentang kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh Pemerintah Dunia terutama Imu. Buku ini sendiri debut pada episode 1168 versi animenya.
Apa saja fakta menarik buku satu ini?
Table of Content
1. Salah satu koleksi berharga Owl Library

Owl Library bisa dibilang merupakan tempat paling penting untuk mereka yang haus akan pengetahuan dan kebenaran sesungguhnya dunia One Piece.
Tempat ini merupakan area di mana Saul menyelamatkan sisa-sisa koleksi buku milik peneliti Ohara pasca-kehancuran pulau tersebut oleh serangan Buster Call. Di sinilah, ia mengkoleksi dan mengkurasi semua buku yang masuk.
Nah, salah satu buku paling penting yang pernah dikoleksi perpustakaan ini adalah buku Harley yang diperlihatkan Saul pada Robin dan Chopper.
2. Berisi cerita yang terdiri dari tiga babak

Meski tampak cukup tebal dari segi jumlah halaman, konten utama buku ini sebenarnya hanya terdiri dari sebuah cerita pendek yang dibagi ke dalam tiga babak.
Namun, yang membuatnya terasa menantang bukanlah panjang ceritanya, melainkan cara penyampaiannya. Setiap bab ditulis dengan gaya narasi yang sarat simbol, metafora, dan berbagai makna tersirat. Banyak bagian yang sengaja dibuat ambigu sehingga sulit dipahami hanya dengan sekali baca.
Karena itu, tampaknya butuh orang dengan pengetahuan sekaliber para ilmuwan Ohara atau Robin sendiri untuk menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis. Saul sendiri mengatakan kalau semua mitologi dan legenda di Elbaph bersumber dari teks kuno tersebut.
3. Isi kontennya berkaitan dengan Nika dan abad kekosongan

Meski isi buku tersebut belum bisa dipahami sepenuhnya, semua karakter yang sempat membacanya sepakat bahwa pembahasan utamanya berpusat pada Nika, sang Dewa Matahari, serta misteri Abad Kekosongan.
Hampir setiap bab menyinggung sosok Dewa Matahari dalam konteks yang berbeda. Pada siklus pertama, Nika dikisahkan sebagai sosok yang membawa harapan dan kemunculan baru. Memasuki siklus kedua, ia diceritakan mengalami kejatuhan yang mengubah jalannya sejarah. Sementara itu, siklus ketiga memuat ramalan mengenai kebangkitannya, seolah menandai dimulainya era baru yang akan mengubah dunia.
Menurut Saul, dunia saat ini telah memasuki siklus ketiga. Karena itulah, bab terakhir dalam buku Harley tidak lagi terasa seperti kisah legenda atau catatan sejarah semata, melainkan sebuah nubuat tentang peristiwa yang akan segera terjadi.
4. Jadi bahan perdebatan para raksasa soal Dewa Matahari

Nah, karena gaya penceritaan teks Harley yang cenderung ambigu, para raksasa sampai memiliki pemikiran berbeda-beda soal Dewa Matahari.
Ada yang menganggap NIka adalah dewa penguasa, ada yang berpikir sosok tersebut adalah dewa pembebas, namun ada juga yang menduga tokoh legendaris itu adalah sang penghancur.
Gara-gara itu, terkadang sebuah perkelahian bisa terjadi karena para raksasa sering cekcok mempertahankan pendapat mereka masing-masing.
Namun satu hal yang mereka sepakati, kemunculan Nika adalah sebuah pertanda perubahan besar di dunia sehingga eksistensinya justru ditakuti para raja yang tak mau kekuasaannya terguling.
5. Diduga beberapa nama dewa yang disebut dalam cerita adalah sosok-sosok yang tampaknya dipercaya orang Shandia

Jika diperhatikan dari narasi yang dibacakan Robin, buku Harley menyebutkan beberapa sosok dewa yang memiliki peran penting dalam setiap siklus sejarah.
Sosok yang paling sering muncul tentu saja adalah Dewa Matahari. Namanya disebut di ketiga bab dan selalu menjadi tokoh sentral dalam setiap siklus, mulai dari kemunculannya, kejatuhannya, hingga ramalan tentang kebangkitannya.
Selain itu, bab pertama juga memperkenalkan Dewa Bumi. Dalam kisah tersebut, sang dewa dikatakan murka hingga menyelimuti dunia dengan kegelapan dan kematian, menandai berakhirnya sebuah era.
Sementara itu, bab kedua menghadirkan dua sosok dewa lainnya, yaitu Dewa Hutan yang dikisahkan berhasil menjinakkan para iblis, serta Dewa Laut yang mengamuk setelah manusia membunuh Dewa Matahari dan mengambil posisi sebagai dewa.
Menariknya, nama-nama seperti Dewa Matahari, Dewa Hutan, dan Dewa Bumi bukanlah istilah yang benar-benar baru di dunia One Piece. Ketiganya pernah disebut sebagai bagian dari kepercayaan masyarakat Shandia dalam kilas balik Skypiea. Kesamaan ini mengindikasikan bahwa isi buku Harley kemungkinan besar memang mengisahkan para dewa yang dipercaya oleh berbagai peradaban kuno, termasuk bangsa raksasa di Elbaph dan suku Shandia, sehingga keduanya diduga kuat memiliki akar mitologi yang sama.
Itulah fakta-fakta menarik tentang buku Harley, teks kuno yang menceritakan para dewa dari masa lalu.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku


















