Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Napak Tilas Kelahiran REDSHiFT, Dari Forum Online Sampai Jadi Musisi!

Napak Tilas Kelahiran REDSHiFT, Dari Forum Online Sampai Jadi Musisi!
REDSHiFT (instagram.com/redshift_id)
Intinya Sih
  • REDSHiFT terbentuk pada 2009 dari komunitas online pecinta VOCALOID di Kaskus dan forum lokal, berawal dari ketertarikan Adit terhadap musik digital dan budaya internet Jepang.
  • Perjalanan karier mereka mulai dikenal setelah memenangkan lomba lagu tema CLASH 2013 dengan karya VOCALOID, yang membuka kesempatan tampil di berbagai event Jepang di Indonesia.
  • Adit menyoroti proses kreatif yang fleksibel antara remix dan lagu orisinal serta pengalaman panggung paling berkesan di Ennichisai dan event online era pandemi bersama DAIJOBUCLUB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Waktunya napak tilas perjalanan REDSHiFT bersama production unit-nya langsung! Kepo dengan awal kariernya? Cek obrolan kami bersama Adit, live performer dan music producer REDSHiFT di sini!

Table of Content

1. Lahirnya REDSHiFT!

1. Lahirnya REDSHiFT!

Q: Pertama-tama, bisa diceritain gak kisah lahirnya REDSHiFT?

A: Jadi, dulu gue terpapar DAW sama computer-based music production itu sekitar tahun 2007, awalnya sih mulai ngulik bikin cover/remix sama original song sendiri tapi selalu terbentur keterbatasan “wah gue gak bisa nyanyi” dan gak kenal siapapun yang bisa ngisi vocal buat lagu yang gue bikin. Sampai akhirnya, sekitar tahun 2009an gitu akhirnya gue nemu yang namanya VOCALOID dari artikel wikipedia tentang vocal synthesis/generation. "Ternyata lucu juga ya software musik serius tapi dengan persona/karakter anime." Pas banget memang dulu gue lumayan wibu dan banyak ngikutin internet culture Jepang pada masanya, jadi buat adopsi VOCALOID ini dalam workflow music production gue saat itu cukup seamless. Sambil jalan, ternyata banyak ketemu temen-temen online di Kaskus dan forum VOCALOID Indonesia yang juga punya interest yang sama, ada yang background-nya VOCALOID tuner, ada yang yang ilustrator, MV maker dan lain-lain. Jadilah kita group up dan bikin production unit REDSHiFT ini pada tahun yang sama.

Kalau soal mulai ngeDJ, dulu gue dan temen-temen REDSHiFT iseng-iseng ikut lomba bikin theme song buat event CLASH tahun 2013 pakai VOCALOID, bikin lagu original berjudul Keep the Joy Loop Forever yang dinyanyiin Hatsune Miku. Waktu itu kami dapet juara 1 dan hadiahnya  ternyata dapet DJ controller dan diundang perform di Ennichisai tahun yang sama. Mulai dari situ, kami banyak dapat undangan buat perform di event Jepang macem-macem, baik di daerah Jabodetabek sampai luar kota.

Gak ngira juga karena back then skena DJ anikura (Anisong Club) itu kayanya belum banyak ada di Indonesia, jadi agak susah buat cari referensinya kaya gimana. Ternyata nge-DJ itu fun dan gak terlalu time consuming, makanya sampai sekarang masih lumayan aktif dijalanin buat hepi-hepi.


2. Motivasi gede dan proses kreatif!

Q: Apa motivasi gede yang bikin kamu pengen nekunin electronic music sampai Anisong sampai sekarang?

A: I simply love listening to good music dan ternyata nge-produce atau mainin musik yang bagus juga bikin gue happy; dan sepertinya bikin orang-orang juga happy :)

Q: ⁠Seperti apa bedanya proses kreatif  kamu antara ketika remixing lagu sama ketika producing lagu original?

A: Sebetulnya kurang lebih sama, tentunya kalau original gue punya full creative control untuk arahan lagunya akan seperti apa, bisa lebih banyak gampang buat convey storytelling dan pesan yang mau disampaikan karena liriknya juga within our control. Tapi untuk bikin remix sekalipun biasanya gue cukup ambisius dan jatuhnya kayak  "Gimana kalau lagu ini gue yang bikin sendiri” - makanya kadang bisa nyebrang banget dari konsep lagu aslinya.


3. Pengalaman paling seru waktu performing!

Q:⁠ ⁠Ceritain dong, pengalaman paling seru kamu dalam performing secara langsung!

A: Buat gue peak-nya masih tahun-tahun akhir manggung di Ennichisai deh. Beberapa kali pas rehearsal suka ada ide cukup gila last minute kayak “gimana kalau kita bikin hologram Miku pakai proyektor buat encore-nya” dan beneran we connect with the right people, do planning and logistics and we managed to pull it off under 1 minggu. Not perfect, jatohnya kita nombok karena sewa proyektor + props-nya lebih mahal dari bayaran manggungnya, cuma happy banget sama what we have done back then. Kalau kamu inget di Ennichisai pernah ada hologram VOCALOID - berarti kamu sudah wibu tua :)

Mungkin satu lagi yang cukup memorable pas era COVID-19 kemarin, gue dengan temen-temen kolektif DAIJOBUCLUB bikin event online yang disponsorin Netflix Anime Japan. Kami ngerjain DIY macem-macem produksiannya, mulai dari konsep event, stage layout, dan lain-lain. Pertama kalinya juga gue nge-DJ sambil cosplay yang lumayan proper haha. Happy banget sama hasil dan reception yang nonton, tapi pasti lebih seru lagi kalau waktu itu bisa offline event kaya sekarang.

Udah denger lagu-lagu produksi REDSHiFT belum? Bagikan opinimu lewat kolom komentar!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More