Kenapa Roh Kutukan Jujutsu Kaisen Hanya Ada di Jepang? Ini Situasinya!

- Jepang jadi pusat energi kutukan karena memiliki konsentrasi emosi negatif manusia tertinggi, diperkuat oleh sejarah panjang para penyihir jujutsu sejak ribuan tahun lalu.
- Sistem barrier Tengen berperan besar mengumpulkan dan menstabilkan energi kutukan di wilayah Jepang, menjadikannya hotspot utama bagi roh kutukan dan aktivitas jujutsu.
- Roh kutukan tetap bisa muncul di luar Jepang, tapi sangat jarang dan lemah karena tidak ada sistem terorganisir seperti di Jepang serta efek barrier Tengen yang membatasi persebarannya.
Di Jujutsu Kaisen, hampir semua kejadian besar mulai dari kemunculan roh kutukan sampai konflik para penyihir terpusat di Jepang. Ini bikin banyak yang bertanya, apakah kutukan memang cuma ada di sana?
Jawabannya. tidak sepenuhnya, tapi Jepang memang jadi pusatnya. Dan alasannya cukup dalam, berkaitan dengan sistem energi kutukan itu sendiri.
Berikut penjelasan soal situasi roh kutukan Jujutsu Kaisen di Jepang!
1. Jepang Adalah Pusat Konsentrasi Energi Kutukan

Dalam dunia Jujutsu Kaisen, energi kutukan berasal dari emosi negatif manusia. Secara teori, ini harusnya ada di seluruh dunia karena semua manusia bisa mengeluarkan energi dan emosi negatif yang menciptakan roh kutukan.
Namun, dijelaskan bahwa Jepang memiliki konsentrasi energi kutukan yang jauh lebih tinggi dibanding negara lain. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem yang sudah ada sejak lama dengan hadirnya banyak penyihir jujutsu sejak ribuan tahun lalu.
Akibatnya, roh kutukan di Jepang jauh lebih sering muncul, lebih kuat, dan lebih aktif dibandingkan di tempat lain.
2. Sistem Barrier Tengen Mengumpulkan Energi Kutukan di Jepang

Salah satu alasan utama kenapa Jepang jadi “pusat kutukan” adalah keberadaan Tengen.
Tengen menggunakan teknik barrier berskala besar yang melindungi Jepang, termasuk sekolah jujutsu dan berbagai lokasi penting. Tapi efek sampingnya besar, barrier ini juga membantu mengumpulkan dan menstabilkan energi kutukan di dalam wilayah Jepang saja.
Dengan kata lain, energi kutukan yang tersebar jadi terkonsentrasi di satu negara. Inilah yang membuat Jepang jadi hotspot bagi roh kutukan dan penyihir.
3. Di Luar Jepang Tetap Ada, Tapi Jauh Lebih Jarang dan Tidak Terorganisir

Bukan berarti negara lain bebas dari kutukan. Meskipun sedikit dan sangat langka, roh kutukan dan energinya tetap bisa muncul di luar Jepang karena emosi negatif manusia ada di mana-mana, tapi tentu sangat minim karena di Jepang saja perihal energi kutukan ini tak diketahui oleh publik.
Karena barrier Tengen, hasilnya kutukan di sana cenderung lebih lemah, lebih jarang, dan tidak membentuk sistem seperti di Jepang. Tapi penyihir Jujutsu dari luar Jepang tetap ada seperti Miguel, Larue, atau contoh lain seperti Dhruv Lakdawalla yang dikatakan menguasai Jepang dahulu, tapi nama dan tampilannya seperti keturunan India.
Jadi energi kutukan di luar Jepang tetap berpotensi ada, tapi minim sekali, ini juga alasan kenapa dunia luar tidak terlalu menyadari keberadaan jujutsu, karena fenomenanya tidak sebesar dan seintens di Jepang.
Nah jadi itu jawabannya, bagaimana menurutmu?


















