Kenapa Pencabutan Status Klan Zenin Ditangguhkan Tetua Jujutsu Kaisen?

- Pengaruh klan Zenin merosot semenjak insiden pembantaian, terutama setelah Maki membantai anggota Hei.
- Tetua jujutsu mempertimbangkan keberadaan Megumi sebagai kepala keluarga Zenin yang masih hidup.
- Kemungkinan masih ada keturunan Naobito yang selamat, sehingga status klan Zenin ditangguhkan.
Seperti yang kita tahu, insiden pembantaian klan Zenin sempat membuat klan Gojo dan Kamo sampai mengusulkan pencabutan status klan tersebut dari posisi tiga keluarga besar. Namun sayangnya, tetua jujutsu memutuskan untuk menunda keputusan tersebut dalam batas waktu yang tak ditentukan. Nasib klan tersebut bahkan tak disinggung lagi sampai cerita berakhir.
Kenapa pencabutan status klan Zenin sampai ditunda? Berikut pembahasannya!
1. Pengaruh klan Zenin bisa dibilang merosot jauh semenjak insiden pembantaian tersebut

Seperti yang kita tahu, klan Zenin punya pengaruh yang cukup kuat di dunia jujutsu.
Mereka bisa mengintervensi banyak hal termasuk promosi Maki yang kerap ditunda meski ia terampil dalam pekerjaannya sebagai penyihir. Satu-satunya yang tak bisa dilawan adalah pengaruh Gojo Satoru yang bahkan mampu menjauhkan Megumi dari jangkauan klan tersebut.
Namun semenjak Maki membantai semua orang termasuk para anggota Hei, pengaruh klan Zenin merosot jauh.
Hal itulah yang membuat Gojo dan Kamo memandang sebaiknya keluarga satu ini disingkirkan begitu saja karena level kekuatannya sudah tak setara lagi dengan mereka.
2. Kemungkinan, tetua jujutsu mempertimbangkan Megumi yang masih hidup

Penyingkiran klan Zenin memang bukan sesuatu yang bisa diputuskan secara cepat.
Para tetua jujutsu tampaknya sudah mengetahui bahwa Megumi masih hidup, karena ia tidak berada di kediaman klan saat tragedi itu terjadi. Ini menjadi poin penting, sebab Megumi sudah diakui sebagai kepala keluarga melalui wasiat Naobito.
Selama kepala klan masih ada, para tetua menganggap Zenin secara hukum belum benar-benar runtuh. Walaupun hampir seluruh anggotanya telah musnah, keberadaan pemimpin resmi membuat klan tersebut masih bisa dipandang “bertahan” dalam struktur dunia jujutsu.
Karena itulah pencabutan status Zenin akhirnya ditangguhkan. Para tetua tidak ingin menghapus salah satu dari Tiga Klan Besar hanya karena insiden internal, apalagi jika masih ada sosok sah yang bisa meneruskan nama klan tersebut.
3. Berdasarkan silsilah keluarga Zenin, harusnya ada beberapa anak Naobito yang masih hidup karena tak ada di tempat saat insiden terjadi

Selain Megumi, sebenarnya masih ada kemungkinan anggota klan Zenin lain yang selamat.
Jika melihat bagian ekstra di volume 17, disebutkan bahwa Naobito tidak hanya memiliki Naoya, tetapi juga beberapa anak lainnya. Ini menunjukkan bahwa garis keturunan Zenin tidak berhenti pada satu orang saja.
Karena itu, klan Zenin sebenarnya belum sepenuhnya musnah. Masih ada keturunan Naobito yang besar kemungkinan tetap hidup, terutama karena mereka tidak dikatakan berada di kediaman saat tragedi itu terjadi.
Perlu diingat juga, korban utama Maki kebanyakan berasal dari unit Kukuru dan Hei, yaitu para petarung inti klan. Selain ibunya sendiri, tidak pernah diperlihatkan bahwa Maki menyerang anggota non-kombatan. Setelah insiden tersebut pun, ia langsung terlibat dalam Culling Game bersama para penyihir lainnya, sehingga tak ada tanda bahwa ia memburu sisa keluarga Zenin sampai tuntas.
Itulah penjelasan kenapa pencabutan status klan Zenin ditangguhkan.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku


















