- Kekuatan yang relevan secara spesifik
Entah itu Haoshoku Haki tingkat tinggi, kemampuan unik yang bisa menandingi keabadian atau manipulasi eksistensial Imu, atau sekadar pengalaman menghadapi entitas di atas logika biasa. - Alasan naratif yang kuat
Semakin personal alasan mereka untuk melawan Imu—entah dendam, penebusan, atau tanggung jawab sejarah, semakin masuk akal kehadiran mereka di pertempuran puncak.
5 Karakter One Piece yang Paling Cocok Membantu Luffy Lawan Imu

- Monkey D. Dragon adalah sosok yang pantas berdiri di sisi Luffy melawan Imu, dengan motivasi personal dan kekuatan yang relevan.
- Marshall D. Teach (Kurohige) memiliki motivasi kuat untuk membalas dendam pada sistem dan potensi unik untuk menghadapi Imu.
- Shanks, dengan kekuatan murni dan latar belakangnya, adalah karakter yang tepat untuk berdiri di sisi Luffy dalam pertempuran puncak melawan Imu.
Semakin mendekati Final Saga, satu hal terasa makin jelas: Imu adalah final boss sejati One Piece.
Ia bukan sekadar figur di balik layar. Imu adalah sumber keabadian para Kesatria Dewa dan Gorosei. Dan karena Gorosei tunduk sepenuhnya kepadanya, masuk akal jika seluruh kebusukan Pemerintah Dunia (dari penindasan hingga penghapusan sejarah) berakar pada satu nama: Imu.
Jika Luffy memang ditakdirkan untuk menjatuhkan sistem ini, maka pertanyaannya bukan lagi apakah Imu akan dilawan, melainkan siapa saja yang pantas berdiri di sisinya saat momen itu tiba.
Untuk menyusun daftar ini, saya memakai dua kriteria utama:
Dengan kriteria itu, berikut adalah lima karakter One Piece yang menurut saya paling cocok membantu Luffy melawan Imu, bukan sekadar kuat, tapi juga tepat secara cerita.
1. Monkey D. Dragon

Menariknya, bahkan Monkey D. Dragon tampaknya tidak mengetahui sepenuhnya keberadaan Imu sejak awal, kalau kita lihat dari reaksi-reaksinya ketika mendengar kisah Sabo yang lolos dari Mary Geoise.
Namun memang sejak awal, tujuan Dragon bukanlah menghancurkan negara-negara anggota Pemerintah Dunia seperti Arabasta atau kerajaan lain yang terjebak dalam sistem. Targetnya selalu lebih tinggi dan lebih kotor: para Tenryuubito, simbol kekuasaan busuk yang berdiri di atas penderitaan dunia.
Dengan konteks itu, sangat masuk akal jika puncak perjuangan Dragon bukan berhenti pada Tenryuubito saja, melainkan diarahkan langsung pada akar dari semuanya: Imu. Sosok yang selama ini bahkan membuat para Tetua Dunia berlutut, dan yang secara literal duduk di atas Tahta Kosong yang seharusnya tidak pernah ditempati.
Secara naratif, ini juga membuka kemungkinan yang kuat dan emosional: ayah dan anak menghadapi musuh yang sama. Luffy sebagai simbol kebebasan, Dragon sebagai simbol perlawanan terorganisir, dua jalur yang berbeda, tapi menuju satu final boss yang sama.
2. Marshall D. Teach (Kurohige)

Di Naruto, ada momen ikonik ketika Naruto dan Sasuke (dua rival dengan jalan hidup bertolak belakang) terpaksa bertarung bersama melawan ancaman yang melampaui konflik pribadi mereka: Kaguya.
Bagaimana jika One Piece juga memiliki momen serupa?
Bukan dalam bentuk rekonsiliasi manis, tapi aliansi rapuh antara dua bajak laut dengan ideologi yang saling bertabrakan: Luffy dan Kurohige. Namun karena musuh bersama, mereka terpaksa bekerja sama setidaknya untuk satu pertarungan saja.
Dari sisi motivasi, Elbaph arc mengungkap lapisan kelam masa lalu Teach. Ia ternyata adalah anak Rocks D. Xebec. Bersama ibunya, Teach kecil dititipkan di God Valley, kampung halaman Rocks, untuk ditampung oleh klan Davy, kerabat darah ayahnya.
Namun tempat itu justru berubah menjadi neraka.
Tenryuubito menjadikan God Valley sebagai lokasi perburuan manusia. Ide tersebut datang dari Figarland Garling, yang menemukan keberadaan klan Davy, klan yang dibenci Imu, di sana. Klan Davy, termasuk Teach yang saat itu baru berusia dua tahun, diseret ke panggung dan dijadikan target utama.
Adegan Teach kecil yang terkejut dan ketakutan menghadapi nafsu haus darah para Tenryuubito, yang ingin membantai mereka hanya karena garis keturunan. memberi konteks baru pada kegelapan karakternya.
Ironisnya, ketika Rocks datang untuk menyelamatkan anak dan istrinya, Imu justru menjadikan Rocks iblis, bahkan sempat hampir membunuh Teach sendiri.
Dengan latar ini, motivasi Kurohige terasa jauh lebih tajam. Ia bukan sekadar oportunis yang haus kekuasaan. Bisa jadi, seluruh rencana panjangnya, dimulai dari pembunuhan Thatch demi merebut Yami Yami no Mi, adalah langkah demi langkah menuju satu tujuan akhir: membalas dendam pada sistem yang membantai klannya dan memutarbalikkan sejarah ayahnya.
Dari sisi kekuatan, Teach memang belum pernah diperlihatkan memiliki Haoshoku Haki. Namun dia punya kekuatan unik lain. Yami Yami no Mi memungkinkan Teach meniadakan kekuatan Buah Iblis dari musuh yang Teach sentuh.
Pertanyaannya jadi menarik: jika Teach mampu menyentuh tubuh asli Imu, apakah seluruh “keajaiban” dan kekuatan eksistensial Imu akan runtuh seketika?
Jika itu terjadi, maka untuk satu momen singkat, di hadapan Imu yang mengerikan, Luffy dan Kurohige mungkin bukan lagi rival… melainkan dua sisi dari kehendak “D” yang sama-sama menolak dunia yang dibangun oleh para “dewa palsu.”
Kekuatan Nika dan kegelapan bersatu untuk menyingkirkan Imu.
3. Shanks

Dari sisi kekuatan murni, Shanks adalah pemilik Haoshoku Haki paling mengerikan di One Piece saat ini. Dalam beberapa aspek, penguasaannya bahkan masih terasa melampaui Luffy. Ia mampu melakukan hal yang nyaris “ajaib”, seperti mengintimidasi Admiral Ryokugyu dari jarak yang sangat jauh, tanpa kontak fisik sama sekali.
Namun bobot terbesar Shanks justru datang dari sisi naratifnya.
Shanks adalah putra keluarga Figarland. Darah Tenryuubito mengalir di tubuhnya, namun ia jelas membenci garis keturunan itu.
Hingga kini, langkah Shanks memang masih penuh misteri. Keputusannya untuk tiba-tiba menyatakan niat mengklaim One Piece setelah Wano terasa kontras dengan masa lalunya, sosok yang dulu menolak ajakan Buggy untuk langsung menuju Laugh Tale. Namun jika semua tindakannya selama ini adalah bagian dari rencana panjang untuk menantang Tenryuubito, maka satu kesimpulan menjadi semakin masuk akal: Shanks memang sedang menunggu waktu yang tepat.
Dan jika tujuan akhirnya adalah menjatuhkan puncak kekuasaan dunia, maka tidak ada tempat yang lebih logis bagi Shanks selain berdiri di sisi Luffy saat melawan Imu.
hanks adalah idola bagi Luffy. 12 tahun lalu di Desa Foosha, Shanks sudah jadi pria dengan bounty 1 miliar sementara Luffy bocah kecil dari desa terpencil. Namun jika suatu hari mereka bertarung bersama melawan Imu, hubungan itu akan berubah sepenuhnya. Bukan lagi idola dan pengikut, melainkan dua Yonko yang berdiri sejajar, menantang kegelapan dunia.
4. Loki

Loki, pangeran terkutuk Elbaph, selama ini dikenal sebagai sosok yang dituding membunuh ayahnya sendiri (Raja Harald) demi merebut Buah Iblis pusaka Elbaph. Versi resmi itu sudah cukup kelam.
Namun kebenarannya jauh lebih tragis.
Raja Harald mematahkan tanduknya sendiri dan bersedia tunduk pada Pemerintah Dunia demi satu tujuan: agar Elbaph diakui sebagai bagian dari sistem dunia. Ia bahkan naik derajat menjadi Kesatria Dewa, unit elit Mary Geoise, dengan harapan pengorbanannya bisa menyelamatkan bangsanya.
Yang ia dapatkan justru sebaliknya.
Sejak awal, Imu tidak pernah berniat menjadikan Elbaph mitra sejajar. Yang diinginkannya hanyalah satu hal: para raksasa Elbaph sebagai prajurit budak. Diikat kontrak Perjanjian Laut Dalam , Harald menjadi alat Imu, bisa dikendalikan kapan saja dan di mana saja. Memang, ia memperoleh kekuatan luar biasa dan regenerasi nyaris tak terbatas seperti Kesatria Dewa lain. Tapi harganya adalah kehendaknya sendiri.
Harald nyaris berubah menjadi penindas bagi bangsanya sendiri.
Terungkap kalau Loki memakan Buah Iblis pusaka Elbaph dan membunuh ayahnya bukan sebagai pemberontakan, melainkan untuk memenuhi permintaan Harald sendiri, sebelum kendali Imu sepenuhnya merenggut dirinya.
Dan setelah itu, Loki memilih diam.
Ia membiarkan dirinya dicap sebagai pembunuh ayah, demi menjaga nama Raja Harald sementara Loki mencoba balas dendam. Sebuah pengorbanan reputasi demi menyelamatkan martabat.
Jika ditarik ke akarnya, seluruh tragedi ini bermuara pada satu nama: Imu.
Karena itu, akan terasa sangat pantas jika suatu hari Loki berdiri di medan perang melawan sosok tersebut. Dari sisi kekuatan, ia tak perlu diragukan: darah Ancient Giant, palu hidup raksasa Ragnir yang memadukan elemen petir dan es, Haoshoku Haki tingkat tinggi, serta kekuatan destruktif dari Buah Iblis Elbaph.
Dan dari sisi narasi? Loki bukan sekadar layak menghadapi Imu, ia punya alasan paling pribadi untuk menghantamnya hingga runtuh.
5. Roronoa Zoro

Saat ini, Roronoa Zoro adalah satu-satunya anggota kru Topi Jerami selain Luffy yang telah menunjukkan Haoshoku Haki tingkat tinggi. Bukan sekadar memilikinya, tapi mampu menyalurkannya ke dalam pedangnya. Hasilnya nyata: tebasannya mampu meninggalkan luka pada Kaido, luka yang bahkan Kaido sendiri akui akan membekas, sejajar dengan luka legendaris yang pernah ditorehkan Kozuki Oden.
Dari sisi kekuatan, Zoro terasa sebagai pendamping paling logis bagi Luffy jika harus menghadapi Imu, sosok yang diduga memiliki regenerasi dan ketahanan melampaui Kesatria Dewa maupun Gorosei. Dalam skenario seperti itu, dibutuhkan petarung yang bukan hanya kuat, tapi mampu melukai sesuatu yang seharusnya tak bisa dilukai. Dan Zoro punya potensi melakukan itu.
Namun bobot terbesar Zoro justru datang dari sisi naratif.
Zoro adalah kru Topi Jerami pertama yang direkrut Luffy. Ia adalah orang pertama yang mempertaruhkan mimpinya sendiri demi mengikuti kapten yang saat itu reputasinya bahkan belum jelas.
Karena itu, terasa sangat pas jika di ujung dunia nanti, Zoro juga menjadi orang yang tetap berdiri di sisi Luffy, bahkan ketika musuh yang mereka hadapi adalah Imu, puncak dari seluruh tatanan dunia.


















