5 Buah Iblis yang Mungkin Bisa Mengatasi Keabadian Kesatria Dewa!

- Mero Mero no Mi bisa mengubah Kesatria Dewa menjadi patung batu, meniadakan regenerasi mereka.
- Hobi Hobi no Mi dapat menghapus Kesatria Dewa dari tatanan realitas sosial, meskipun masih ada pertanyaan terkait ikatan mereka dengan Imu.
- Hie Hie no Mi bisa melumpuhkan Kesatria Dewa dengan membekukan tubuh mereka secara total, menghentikan fungsi tubuh dan regenerasi.
Elbaph arc mengungkap satu fakta penting: Kesatria Dewa di One Piece memiliki regenerasi yang nyaris tak masuk akal, mirip-mirip Gorosei dari Egghead arc. Berkat Perjanjian Laut Dalam dengan Imu, mereka bisa dilukai, dipotong, bahkan dihancurkan namun tubuh mereka akan selalu pulih kembali.
Sejauh ini, satu-satunya solusi yang benar-benar terbukti efektif adalah serangan berlapis Haoshoku Haki tingkat tinggi. Bukan untuk mematikan mereka secara instan, tapi untuk memperlambat regenerasi sampai luka yang tercipta tidak bisa sembuh seketika.
Masalahnya jelas: tidak semua karakter punya Haoshoku Haki apalagi di level itu.
Lalu muncul pertanyaan menarik: apakah ada Buah Iblis yang secara konsep mampu mengatasi “keabadian” Kesatria Dewa, bahkan tanpa bergantung pada Haki?
Saya curiga jawabannya: ada.
Dan jika kita melihat pola kekuatan yang sudah diperkenalkan Oda, beberapa kandidat mulai terlihat masuk akal.
Berikut adalah beberapa Buah Iblis yang menurut saya berpotensi menembus keabadian Kesatria Dewa, bukan dengan brute force, tapi dengan menyerang fondasi kekuatan mereka.
1. Mero Mero no Mi

Mero Mero no Mi memiliki efek yang tampak sederhana, tapi secara konsep justru sangat berbahaya bagi makhluk dengan regenerasi ekstrem: mengubah target menjadi patung batu.
Cara paling terkenal memang lewat ketertarikan emosional. Jika target terpikat pada pemakannya (Boa Hancock) maka satu aktivasi kekuatan saja sudah cukup untuk membatukan mereka secara instan. Efek ini bahkan bisa melumpuhkan satu pasukan sekaligus.
Namun yang sering dilupakan: Mero Mero no Mi tidak sepenuhnya bergantung pada rasa cinta atau nafsu. Hancock juga mampu membatukan target melalui kontak langsung, seperti tendangan atau proyektil Slave Arrow. Artinya, efek membuat jadi batu ini bisa dipicu lewat serangan fisik, bukan hanya reaksi emosional.
Di sinilah relevansinya terhadap Kesatria Dewa menjadi menarik.
Regenerasi (seberapa pun gilanya) tetap membutuhkan bentuk hidup untuk bekerja. Jika tubuh Kesatria Dewa sepenuhnya berubah menjadi batu, maka tidak ada jaringan hidup untuk beregenerasi, tidak ada “luka” yang bisa disembuhkan, dan kemungkinan besar, kontrak keabadian mereka menjadi tidak berguna selama petrifikasi aktif.
Dengan kata lain, Mero Mero no Mi tidak mengalahkan keabadian dengan damage, tapi dengan meniadakan kondisi biologis yang memungkinkan keabadian itu bekerja.
Jika ada Buah Iblis yang secara konseptual bisa “mengabaikan” regenerasi Kesatria Dewa, maka Mero Mero no Mi adalah kandidat yang sangat masuk akal!
2. Hobi Hobi no Mi

Hobi Hobi no Mi milik Sugar adalah salah satu Buah Iblis paling mengerikan (dan paling gak adil) di dunia One Piece.
Efeknya bukan sekadar mengalahkan musuh, melainkan menghapus mereka dari tatanan realitas sosial. Siapa pun yang disentuh Sugar akan berubah menjadi mainan dan bisa dipaksa menjadi pengikut yang sepenuhnya patuh. Lebih kejam lagi, keberadaan korban itu akan dilupakan oleh dunia. Keluarga, teman, sejarah, semuanya terhapus seketika.
Sejauh yang kita ketahui, Kesatria Dewa memang tidak pernah menjadi korban Hobi Hobi no Mi. Bisa jadi ini murni karena kehati-hatian... Doflamingo tentu tidak ingin memicu kemarahan langsung dari Mary Geoise.
Tapi saya curiga Hobi Hobi no Mi kalau beneran dipakai ke Kesatria Dewa masih bisa berdampak.
Soalnya... tubuh mereka tidak “mati”, tapi diubah, regenerasi tak punya peran karena tidak ada luka, dan kehendak mereka sepenuhnya dilucuti.
Satu-satunya faktor pembatas yang masuk akal adalah ikatan Kesatria Dewa dengan Imu. Bisa jadi, perubahan mendadak ini akan langsung terdeteksi oleh Imu, yang kemudian bereaksi dengan menghukum Sugar, Doflamingo, atau bahkan membatalkan efeknya melalui cara yang belum kita ketahui.
3. Hie Hie no Mi

Sejauh ini, Kuzan tidak pernah diperlihatkan memiliki Haoshoku Haki, bahkan ketika ia bertarung serius melawan mantan mentornya, Monkey D. Garp, di Hachinosu. Namun absennya Haoshoku bukan berarti kekuatannya gak cocok lawan Kesatria Dewa.
Justru sebaliknya.
Hie Hie no Mi bekerja dengan cara yang sangat berbeda dari serangan Buah Iblis normal. Es Kuzan bukan sekadar memperlambat atau melukai, melainkan menghentikan fungsi tubuh secara total. Begitu target membeku sepenuhnya, kekuatan, kecepatan, dan regenerasi praktis tidak punya ruang untuk bekerja.
Contoh paling jelas adalah Jozu dari Bajak Laut Shirohige. Jozu adalah petarung luar biasa dengan daya tahan tinggi, namun sekali ia membeku total, ia menjadi tak berdaya dalam sekejap.
Memang, sosok seperti Edward Newgate mampu mengatasi pembekuan dengan kekuatan murni. Ia masih bisa menciptakan getaran untuk memecah es dari dalam. Tapi ini justru menegaskan poin penting: tidak semua orang punya kekuatan fisik absolut atau Buah Iblis selevel Shirohige.
Di sinilah Hie Hie no Mi menjadi kandidat menarik melawan Kesatria Dewa.
Keabadian dan regenerasi tetap membutuhkan waktu dan fungsi. Jika tubuh Kesatria Dewa dibekukan sepenuhnya: regenerasi bisa tertunda karena tidak ada pergerakan sel, kontrak keabadian mereka tidak otomatis memecahkan kondisi beku, dan selama es itu tidak dihancurkan dari luar, mereka efektif dilumpuhkan, bukan dikalahkan lewat damage.
4. Magu Magu no Mi

Magu Magu no Mi adalah Buah Iblis yang kekuatan destruktifnya itu... membekas.
Setiap serangan magma meninggalkan bekas permanen. Bekas luka di dada Luffy, kaki Kuzan yang hilang dan luka bakar di tubuhnya, hingga kematian brutal Portgas D. Ace dan separuh wajah Edward Newgate yang lenyap, semuanya menunjukkan satu pola: Magu Magu no Mi itu bisa membunuh, dan yang selamat pun akan merasakan dampaknya pada tubuh mereka.
Memang, Kesatria Dewa kemungkinan besar bisa pulih dari serangan seperti itu. Regenerasi mereka mungkin mampu menutup luka, bahkan memperbaiki tubuh yang hancur.
Namun di sinilah skenario yang lebih mengerikan muncul.
Bayangkan jika seorang Kesatria Dewa tidak hanya diserang, tetapi terjebak, ditahan di dalam kolam magma ciptaan Sakazuki, tanpa cara untuk meloloskan diri.
Dalam kondisi itu tubuh mereka akan terus terbakar, regenerasi akan terus bekerja, dan penderitaan tidak pernah benar-benar berakhir.
Ini bukan kematian cepat. Ini adalah siklus abadi antara kehancuran dan pemulihan.
Jika keabadian adalah anugerah, maka Magu Magu no Mi berpotensi mengubahnya menjadi kutukan. Bukan dengan mengalahkan keabadian secara langsung, tapi dengan memaksa pemiliknya merasakan konsekuensi paling kejam dari hidup yang tidak bisa berakhir.
5. Yami Yami no Mi

Yang satu ini memang kasus spesial.
Yami Yami no Mi memiliki kemampuan yang secara konsep sangat berbahaya: meniadakan kekuatan Buah Iblis target yang disentuh langsung. Efek ini sudah terbukti konsisten. Bukan ilusi, bukan penghambat sementara, melainkan mematikan kekuatan di level paling dasar.
Pertanyaannya: apakah ini juga akan bekerja pada keabadian Kesatria Dewa?
Nah ini fans masih agak bingung.
Di satu sisi, keabadian Kesatria Dewa bukan milik mereka secara personal. Itu adalah efek dari kontrak Perjanjian Laut Dalam yang mengikat mereka dengan Imu. Namun jika kontrak tersebut sendiri bersumber dari kekuatan Buah Iblis Imu, maka celahnya menjadi sangat menarik.
Jika Yami Yami no Mi mampu meniadakan efek Buah Iblis pada sumbernya, atau memutus aliran kekuatan dari pengguna ke target, maka ada kemungkinan bahwa sentuhan Yami Yami no Mi bisa memutus efek keabadian itu, meski hanya sementara.
Namun ada kemungkinan yang gak kalah unik.
Bisa jadi Marshall D. Teach tetap kesulitan mengatasi Kesatria Dewa satu per satu. Tapi jika ia berhasil menyentuh tubuh asli Imu, dan seluruh “keajaiban” Imu (kontrak, keabadian, kontrol absolut) memang bergantung pada satu Buah Iblis?
Dampaknya bisa berskala dunia.
Dalam satu sentuhan, keseimbangan kekuatan bisa runtuh:
-Kesatria Dewa kehilangan keabadian,
-Gorosei tak lagi tak tersentuh,
-dan sistem yang menopang Pemerintah Dunia selama ratusan tahun bisa ambruk seketika.
Yami Yami no Mi mungkin bukan senjata untuk mengalahkan keabadian secara langsung. Tapi ia berpotensi menjadi saklar pemutus.
Dan kalau benar begitu, maka masuk akal kenapa Kurohige baru memulai semua rencananya setelah dia akhirnya dapat Yami Yami no Mi.

















