Kurapika dan mata suku Kurta yang dia peroleh lagi. Dok. Madhouse
Tidak ada kematian individual di Hunter x Hunter yang terasa lebih mengerikan daripada tragedi ini.
Sebanyak 128 anggota Suku Kurta dibantai. Banyak di antara mereka disiksa terlebih dahulu.
Mata Scarlet Eyes mereka dicongkel untuk dijual di pasar gelap.
Bahkan ada indikasi bahwa anak-anak disiksa di depan orang tua mereka demi menghasilkan warna merah yang lebih pekat pada mata mereka.
Yang membuat tragedi ini semakin menyeramkan adalah Togashi tidak benar-benar menggambarkannya secara langsung.
Ia hanya menjelaskan hasil akhirnya melalui laporan penemuan mayat.
Namun justru karena pembaca dipaksa membayangkannya sendiri, tragedi ini terasa jauh lebih mengerikan.
Dan sampai sekarang masih ada satu misteri besar yang belum terjawab.
Di lokasi pembantaian ditemukan slogan Meteor City:
"Kami menerima apa pun yang kalian tinggalkan. Tapi jangan pernah mengambil apa pun dari kami."
Ini adalah slogan yang biasanya digunakan ketika warga Meteor City merasa ada sesuatu yang telah direnggut dari mereka.
Yang membuat fans terus bertanya-tanya:
Apa sebenarnya yang dilakukan Suku Kurta hingga Phantom Troupe meninggalkan pesan tersebut di lokasi pembantaian?
Karena bahkan ketika Uvogin mati di Yorknew City, Phantom Troupe tidak meninggalkan slogan itu.
Dan pertanyaan itulah yang membuat tragedi Suku Kurta terasa semakin mengganggu hingga sekarang.