Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal Menarik dari Pertarungan Gon Versus Pitou di Hunter x Hunter!

5 Hal Menarik dari Pertarungan Gon Versus Pitou di Hunter x Hunter!
Gon melawan Neferpitou. (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
Intinya Sih
  • Gon menunjukkan peningkatan kekuatan luar biasa hingga membuat Pitou kewalahan, membalikkan situasi dari pertemuan pertama mereka yang dulu berakhir tragis bagi Kite.
  • Transformasi Gon terjadi karena ia rela mengorbankan seluruh potensi masa depannya demi kekuatan instan, membuatnya kehilangan kemampuan Nen setelah pertarungan berakhir.
  • Meskipun menang melawan Pitou, Gon hampir tewas akibat kontrak Nen dan luka parah, namun akhirnya diselamatkan oleh kemampuan Alluka Zoldyck dengan konsekuensi besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menjelang akhir Chimera Ant Arc, Hunter x Hunter menyajikan sejumlah pertarungan luar biasa. Ada duel Isaac Netero melawan Meruem, perjuangan para Hunter menghadapi Youpi, dan tentu saja salah satu momen paling mengejutkan dalam seluruh seri: Gon dewasa melawan Neferpitou.

Yang membuat pertarungan ini berkesan bukan hanya karena kekuatannya yang absurd, tetapi juga karena konsekuensi dan makna di baliknya.

Apa saja hal menarik dari duel Gon melawan Pitou?

Table of Content

1. Sejak awal, Pitou kesulitan mengikuti pergerakan Gon

1. Sejak awal, Pitou kesulitan mengikuti pergerakan Gon

Gon Dewasa (id.quora.com)
Gon Dewasa (id.quora.com)

Hal ini terasa ironis jika mengingat pertemuan pertama mereka.

Saat pertama kali bertemu Gon dan kawan-kawan, Pitou bergerak begitu cepat hingga dalam sekejap berhasil memutus lengan Kite. Itu menunjukkan betapa absurd kecepatan dan kekuatan Pitou. Gon, Killua, Kite bahkan tak sempat bereaksi.

Namun situasinya berbalik total setelah Gon melakukan transformasinya.

Begitu Pitou mencoba menyerang Gon, ia mendapati targetnya sudah tidak berada di tempat.

Pitou bahkan sempat khawatir Gon bergerak menuju Meruem karena kecepatannya begitu sulit diikuti.

Pada akhirnya Gon hanya berpindah ke lokasi lain di area tersebut. Namun momen itu sudah cukup menunjukkan betapa jauhnya peningkatan kekuatannya.

Dan ketika Pitou akhirnya mencoba menyerang lagi?

Ia langsung menerima serangan balasan yang menghancurkan.

2. Pitou memahami harga yang dibayar Gon

kematian Neferpitou (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
kematian Neferpitou (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)

Sebelum transformasi terjadi, Gon mengucapkan dalam hati:

"Aku tidak peduli lagi apa yang akan terjadi padaku sekarang. Aku butuh semua kekuatan yang akan kumiliki."

Kalimat ini menjadi inti dari transformasi Gon.

Ia tidak sekadar menjadi lebih kuat. Ia mengorbankan seluruh potensi masa depannya demi memperoleh kekuatan yang seharusnya baru ia capai bertahun-tahun kemudian.

Menariknya, Pitou tampaknya langsung memahami apa yang terjadi.

Meski tubuhnya hancur akibat serangan Gon, dalam hati Pitou menyimpulkan bahwa Gon telah membayar harga yang sangat besar untuk memperoleh kekuatan tersebut.

Pitou bahkan menduga bahwa setelah pertarungan ini berakhir, Gon tidak akan bisa lagi menggunakan Nen.

Dan ternyata kesimpulan itu benar.

Bahkan setelah diselamatkan dan disembuhkan, Gon diketahui kehilangan akses terhadap Nen yang selama ini menjadi sumber kekuatannya.

3. Terpsichora justru memberi luka terbesar pada Gon

Neferpitou menggunakan Terpsichora melawan Gon (dok. Studio Madhouse/Hunter x Hunter)
Neferpitou menggunakan Terpsichora melawan Gon (dok. Studio Madhouse/Hunter x Hunter)

Jika dilihat secara keseluruhan, duel ini sebenarnya sangat tidak seimbang.

Sejak serangan pertama berhasil mengenai sasaran, Gon mendominasi pertarungan sepenuhnya.

Pitou nyaris tidak memiliki kesempatan untuk membalas.

Saat Killua tiba di lokasi, Pitou pada dasarnya sudah kalah dan tubuhnya telah mengalami kerusakan fatal.

Namun ada satu ancaman terakhir yang masih tersisa.

Setelah kematian Pitou, kemampuan Terpsichora terus bekerja sebagai Nen yang menjadi lebih kuat setelah kematian.

Tubuh Pitou yang sudah mati kembali bergerak dan menyerang Gon.

Serangan inilah yang menyebabkan Gon kehilangan salah satu tangannya.

Menariknya, luka paling serius yang diterima Gon bukan berasal dari duel melawan Pitou yang masih hidup, melainkan dari jasad Pitou yang digerakkan oleh Nen setelah kematiannya.

Meski begitu, Gon tetap menghancurkan tubuh Pitou hingga nyaris tidak tersisa.

4. Kemenangan yang nyaris membunuh Gon

Gon melawan Neferpitou. (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
Gon melawan Neferpitou. (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)

Meski berhasil membalas dendam atas Kite, kondisi Gon setelah pertarungan benar-benar mengerikan.

Tubuhnya rusak parah akibat kontrak Nen yang ia buat sendiri. Bahkan secara fisik ia tampak seperti mayat hidup atau mumi yang perlahan sekarat.

Pada momen itu, banyak karakter menganggap Gon sudah tidak mungkin diselamatkan.

Untungnya, kemampuan unik Alluka Zoldyck akhirnya berhasil memulihkan tubuhnya dan menyelamatkan nyawanya.

Namun harga yang harus dibayar tetap sangat besar.

5. Pitou lebih khawatir pada ancaman Gon terhadap Meruem

Neferpitou  (dok. Studio Madhouse/Hunter x Hunter)
Neferpitou (dok. Studio Madhouse/Hunter x Hunter)

Salah satu detail paling menarik dari pertarungan ini adalah fokus perhatian Pitou.

Ketika melihat transformasi Gon, kekhawatiran terbesar Pitou bukanlah keselamatannya sendiri. Sebaliknya, ia terus memikirkan Meruem.

Saat Gon menghilang dari pandangannya, Pitou langsung khawatir bahwa Gon sedang bergerak menuju sang Raja.

Bahkan kemudian, Pitou masih memikirkan ancaman yang mungkin ditimbulkan Gon terhadap Meruem.

Karena itulah Pitou merasa lega ketika menyadari bahwa Gon menggunakan seluruh potensinya untuk mengalahkannya. Bukan untuk menghadapi Meruem.

Apakah Gon dewasa benar-benar mampu mengalahkan Meruem?

Pertanyaan itu masih menjadi bahan perdebatan di kalangan penggemar hingga sekarang.

Namun satu hal yang jelas: ancaman yang dipancarkan Gon begitu besar hingga Neferpitou, salah satu Royal Guard terkuat, benar-benar khawatir terhadap keselamatan rajanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More