Peringkat 3 Jean Grey Live-Action Terkuat di Film Marvel!

- Sadie Sink belum menunjukkan Phoenix Force, tetapi kemampuan psioniknya meningkat drastis setelah eksperimen Metzger.
- Famke Janssen memperlihatkan telekinesis yang kuat sebelum sisi Dark Phoenix membuat kekuatannya semakin berbahaya.
- Sophie Turner menempati urutan pertama setelah melepaskan kekuatan Phoenix untuk menghancurkan Apocalypse dan menghadapi Vuk.
Menarik juga, sejauh ini sudah ada beberapa versi Jean Grey live-action di film Marvel, mulai dari X-Men hingga Spider-Man: Brand New Day.
Ketiganya punya interpretasi dan perjalanan karakter yang berbeda.
Lalu, siapa Jean Grey live-action terkuat?
Ini pilihan saya!
Table of Content
3. Jean Grey versi Sadie Sink

Satu-satunya alasan Jean Grey versi Sadie Sink berada di peringkat ketiga adalah karena ia belum menunjukkan kekuatan Phoenix Force.
Kalau kita hanya membandingkan kemampuan Jean tanpa Phoenix, versi ini sebenarnya sudah tergolong mengerikan.
Jean mampu membajak tubuh orang lain dalam radius tertentu, bahkan bisa mengambil alih sosok dengan tekad kuat seperti Frank Castle dan Bruce Banner. Setelah eksperimen Metzger membuat kekuatannya berkembang, kemampuan psioniknya meningkat drastis.
Ia bisa menggunakan telekinesis dan membuat begitu banyak warga New York di sekitar East River kehilangan kemampuan untuk bergerak.
Dan yang membuatnya semakin menarik: semua itu terjadi ketika Jean bahkan belum menjadi Dark Phoenix.
Untuk sekarang belum diketahui apakah Jean versi Sadie Sink nantinya akan memperoleh Phoenix Force. Marvel Studios juga bisa saja memilih pendekatan berbeda terhadap elemen tersebut.
Namun kalau suatu hari Jean versi MCU mendapatkan Phoenix Force?
Versi Sadie Sink punya potensi untuk menjadi Jean Grey live-action terkuat.
2. Jean Grey versi Famke Janssen

Jean Grey versi Famke Janssen juga memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan sebelum transformasinya menjadi Dark Phoenix.
Salah satu demonstrasi kekuatannya yang paling mengesankan terjadi di X2: X-Men United.
Ketika X-Jet terancam air bah, Jean menggunakan telekinesisnya untuk mengangkat pesawat sekaligus membantu menyalakan mesinnya kembali.
Ia juga menghadapi air bah yang datang dan menggunakan kekuatannya untuk menahan ancaman tersebut.
Namun setelah sisi Dark Phoenix dalam dirinya semakin dominan, kekuatannya berkembang menjadi jauh lebih berbahaya.
Di X-Men: The Last Stand, kekuatan Jean bahkan menjadi ancaman bagi orang-orang di sekitarnya.
Pada akhirnya, Wolverine harus menggunakan Healing Factor-nya untuk mendekati Jean dan menghentikannya dengan membunuhnya.
Jadi meskipun The Last Stand punya banyak kontroversi, sulit menyangkal bahwa Dark Phoenix versi Famke Janssen adalah salah satu karakter paling overpower dalam trilogi X-Men pertama.
1. Jean Grey versi Sophie Turner

Kalau membandingkan Jean Grey biasa, versi Famke Janssen mungkin punya perkembangan yang lebih konsisten.
Namun kalau yang dinilai adalah puncak kekuatan, versi Sophie Turner layak berada di posisi pertama. Terutama setelah kekuatan Phoenix dalam dirinya benar-benar terbangkitkan.
Di X-Men: Apocalypse, Jean mampu melepaskan kekuatan Phoenix untuk menghancurkan Apocalypse, salah satu mutan terkuat yang pernah muncul di film X-Men.
Sementara di Dark Phoenix, kekuatannya berkembang lebih jauh.
Jean mampu menghadapi Vuk dan kemudian mencapai kondisi yang jauh lebih dahsyat, dengan tubuhnya bahkan berubah menjadi semacam entitas energi berbentuk Phoenix.
Dengan demikian, versi Sophie Turner sejauh ini memiliki demonstrasi kekuatan puncak paling ekstrem dari tiga Jean Grey live-action.



![[QUIZ] Dari Villain Spider-Man yang Paling Ditakuti, Kami Tebak Kelemahanmu](https://image.idntimes.com/post/20251107/maxresdefault_21d720bd-9ad4-44a3-9653-dcb990763fdb.jpg)





![[QUIZ] Dari Superhero Marvel, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260729/picture5_f808b9a8-3cc7-4f6c-903e-a1d704344050.png)









