Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

5 Momen yang Bikin Sedih Saat Nonton Avengers Endgame Lagi

4 min read
5 Momen yang Bikin Sedih Saat Nonton Avengers Endgame Lagi
Black Panther (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Avengers: Endgame)
  • Menonton ulang Avengers: Endgame pada 2026 membuat sejumlah adegan terasa lebih menyedihkan karena konteks setelah filmnya berubah.

  • Kepergian Chadwick Boseman membuat penampilan terakhir T'Challa dalam film live-action MCU terasa semakin pahit.

  • Potensi James Rhodes, Alam Quantum, dan masa depan MCU juga terasa berbeda setelah perkembangan berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Momen mana yang paling terasa berbeda saat Endgame ditonton ulang?
Share Article

Saat saya menonton Avengers: Endgame Encore, ada beberapa adegan yang ternyata terasa lebih menyedihkan dibanding ketika saya pertama kali menontonnya pada 2019.

Menariknya, konteks sedihnya sekarang berbeda-beda.

Ada yang memang sedih karena kehilangan seorang aktor atau karakter.

Ada juga yang lebih terasa seperti: "Wah, dulu ini kelihatannya punya potensi besar..."

...lalu kita melihat apa yang terjadi setelahnya. dan sekarang kita sadar potensi itu gak terwujud.

Apa saja?

  1. 1. Penampilan terakhir Chadwick Boseman sebagai T'Challa di film live-action

    Black Panther (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Avengers: Endgame)
    Black Panther (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Avengers: Endgame)

    Ada yang terasa pahit ketika melihat T'Challa di Avengers: Endgame pada 2026.

    Chadwick Boseman memang masih bisa terdengar sebagai T'Challa setelah Endgame, melalui What If...?, dalam peran Star-Lord T'Challa.

    Namun, Endgame tetap merupakan penampilan terakhir Boseman sebagai T'Challa dalam film live-action MCU.

    Dan sekarang, ketika melihat T'Challa muncul bersama para Avengers untuk menghadapi pasukan Thanos, ada perasaan yang sulit dihindari: seharusnya kita masih mendapatkan lebih banyak adegan seperti ini.

    Boseman meninggal pada 2020 dalam usia 43 tahun.

    Enam tahun kemudian, rasa kehilangan itu masih terasa.

    Bahkan mungkin semakin terasa karena kita sekarang tahu betapa banyak cerita MCU yang seharusnya masih bisa dijalani T'Challa.

  2. 2. Ending Steve dan Peggy sekarang terasa tidak sesederhana dulu

    Steve Rogers memutuskan hidup bersama Peggy di masa lalu
    Steve Rogers memutuskan hidup bersama Peggy di masa lalu (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)

    Ini salah satu yang paling menarik kalau Endgame ditonton ulang pada 2026.

    Pada 2019, ending Steve Rogers terasa sangat manis.

    Setelah bertahun-tahun menjadi orang yang selalu mendahulukan orang lain, Steve akhirnya memilih sesuatu untuk dirinya sendiri.

    Dia kembali ke masa lalu, bertemu Peggy Carter, dan akhirnya mendapatkan kehidupan yang selama ini ia lewatkan.

    Bahkan ada sesuatu yang menarik dari keputusan itu: Steve, yang sepanjang MCU dikenal sangat selfless, akhirnya melakukan sesuatu yang sangat personal untuk dirinya sendiri.

    Lalu sekarang kita tahu Chris Evans akan kembali sebagai Steve Rogers di Avengers: Doomsday.

    Itu tentu belum otomatis berarti kehidupan Steve bersama Peggy "dibatalkan".

    Tapi secara emosional, ada perubahan besar.

    Dulu kita bisa melihat adegan dansa itu sebagai: "Steve akhirnya mendapatkan happy ending."

    Sekarang muncul pertanyaan: "Ini happy endingnya Steve gak dibatalkan Marvel kan?"

  3. 3. Peak James Rhodes, yang lalu... tak dilanjutkan dengan berarti

    James Rhodes di The Falcon and The Winter Soldier. (Dok. Marvel Studio/The Falcon and The Winter Soldier)
    James Rhodes di The Falcon and The Winter Soldier. (Dok. Marvel Studio/The Falcon and The Winter Soldier)

    Kalau bicara karakter yang terasa sangat menyenangkan di Endgame, bagi saya salah satunya adalah James Rhodes.

    Sarkasmenya. Dinamika dengan Scott Lang.

    Dan terutama ide absurdnya untuk menyelesaikan masalah Thanos dengan: "Kenapa kita tidak kembali ke masa lalu dan membunuh bayi Thanos?"

    Dan kemudian muncul harapan bahwa cerita Rhodey akan mendapatkan kelanjutan besar melalui Armor Wars.

    Lalu Secret Invasion memperkenalkan twist bahwa Rhodey ternyata sudah lama digantikan Skrull.

    Dan di sinilah semuanya menjadi agak aneh.

    Karena tiba-tiba muncul pertanyaan: berapa banyak momen Rhodey yang kita lihat setelah Civil War sebenarnya dilakukan oleh Rhodey yang asli?

    Dan Armor Wars sendiri hingga kini proyeknya mandeg.

  4. 4. Alam Quantum: dari misterius menjadi... ya, Quantumania

    cuplikan film Ant-Man and the Wasp: Quantumania (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Ant-Man and the Wasp: Quantumania)
    cuplikan film Ant-Man and the Wasp: Quantumania (dok. Walt Disney Studios Motion Pictures/Ant-Man and the Wasp: Quantumania)

    Ini mungkin contoh paling jelas dari kategori kedua: bukan sedih karena tragedi, tapi sedih karena potensi.

    Di Ant-Man and the Wasp, Alam Quantum diperkenalkan sebagai tempat yang terasa sangat misterius.

    Lalu Scott Lang terjebak di sana setelah Snap.

    Ketika dia berhasil keluar lima tahun kemudian, justru dialah yang memberikan Avengers ide bahwa perjalanan waktu mungkin dilakukan melalui Alam Quantum.

    Pada 2019, konsep tersebut terasa sangat menarik.

    Kalau Alam Quantum bisa menjadi kunci perjalanan waktu, sebenarnya apa saja yang ada di dalamnya?

    Lalu Marvel akhirnya membawa kita lebih jauh ke Alam Quantum melalui Ant-Man and the Wasp: Quantumania.

    Dan... ya.

    Justru setelah melihat bagaimana Quantumania menggunakannya, sebagian daya tarik dan misteri yang dulu dimiliki konsep tersebut terasa berkurang.

  5. 5. Betapa menariknya masa depan MCU terasa pada saat itu

    Cuplikan trailer Avengers: Endgame Encore dari kanal YouTube Marvel dengan adegan film pahlawan super.
    cuplikan trailer Avengers: Endgame Encore (youtube.com/marvel)

    Dan mungkin ini yang paling getir.

    Bukan karena satu adegan tertentu, melainkan karena perasaan yang ditinggalkan Endgame tentang masa depan MCU.

    Endgame menutup tiga fase pertama MCU dengan memberikan begitu banyak kemungkinan.

    Steve menyerahkan tameng kepada Sam Wilson.

    Valkyrie menjadi penguasa baru New Asgard.

    Thor pergi bersama Guardians of the Galaxy.

    Gamora versi 2014 hilang.

    Peter Parker kembali setelah Snap.

    Tony, Steve, Natasha, dan bahkan perjalanan awal beberapa karakter lama akhirnya mencapai titik akhir.

    Rasanya seperti: "Oke. Generasi pertama sudah selesai. Sekarang mari kita lihat generasi berikutnya."

    Dan pada saat itu, masa depan MCU memang terasa sangat menarik.

    Ada begitu banyak pertanyaan.

    Apa yang akan dilakukan Sam sebagai Captain America? Bagaimana Thor akan melanjutkan hidupnya? Apa yang terjadi dengan Gamora? Bagaimana Spider-Man menjalani hidup setelah kehilangan Tony? Bagaimana MCU akan memperkenalkan karakter-karakter baru?

    Lalu Phase 4 dan Phase 5 datang dengan kualitas gak konsisten.

    Ada film dan series yang mendapatkan sambutan positif, ada pula yang mendapatkan reaksi lebih beragam. Secara keseluruhan, arah MCU setelah Endgame terasa jauh lebih tidak konsisten dibanding ekspektasi yang muncul ketika film tersebut berakhir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More