Mahershala Ali Ungkap 3 Dampak yang Dirasakannya Akibat Film Blade

Proyek Blade bersama Mahershala Ali tidak terwujud setelah mengalami penundaan, masalah produksi, dan perubahan kreatif.
Ketidakpastian Blade memengaruhi pilihan peran Ali selama delapan tahun terakhir, meski ia tetap mengerjakan proyek lain.
Ali berlatih pedang lebih dari setahun, mengalami cedera lutut, dan sempat membawa keluarganya ke Atlanta untuk produksi.
Ketika Blade diumumkan, proyek ini terasa seperti sesuatu yang seharusnya mudah diwujudkan.
Mahershala Ali, aktor peraih Academy Award, akan memerankan Blade. Karakternya sendiri sudah lama dikenal luas, terutama berkat penampilan Wesley Snipes dalam trilogi Blade.
Jadi, setidaknya produksinya seharusnya bisa berjalan dengan relatif lancar, bukan? Terlebih setelah suara Mahershala Ali terdengar sebagai Blade dalam adegan post-credits Eternals, ketika ia berbicara kepada Dane Whitman (Kit Harington).
Namun, kenyataannya jauh berbeda.
Blade bukan hanya mengalami penundaan. Setelah bertahun-tahun diterpa berbagai masalah produksi dan perubahan kreatif, proyek tersebut akhirnya tidak terwujud bersama Mahershala Ali.
Lantas, apa saja kesulitan yang dirasakan Mahershala Ali akibat situasi Blade?
Table of Content
1. Harus menolak berbagai peran

Mahershala Ali sebagai Blade versi MCU (dok. Marvel Studios/Blade) Ketidakpastian produksi Blade ternyata turut memengaruhi kesempatan Ali untuk terlibat dalam proyek-proyek lain.
Dalam wawancaranya dengan GQ, Ali mengakui bahwa dirinya seharusnya bisa membuat lebih banyak film selama delapan tahun terakhir. Namun, situasi Blade ikut memengaruhi arah kariernya selama periode tersebut.
“Seharusnya saya membuat lebih banyak film selama delapan tahun terakhir ini, tetapi Blade tidak jadi terlaksana, dan menurut saya hal itu jelas memengaruhi bagaimana berbagai hal berkembang.”
Ali juga menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar mengosongkan jadwal selama bertahun-tahun hanya untuk menunggu Blade. Ia tetap mengerjakan proyek lain, tetapi tetap harus melakukan berbagai persiapan untuk memerankan Blade.
Dengan kata lain, masalahnya bukan sekadar Ali “menunggu Blade.” Ketidakpastian proyek tersebut tetap memiliki konsekuensi terhadap pilihan pekerjaan yang bisa ia ambil selama bertahun-tahun.
2. Latihan pedang selama lebih dari satu tahun untuk film yang akhirnya batal

Your Mother Your Mother Your Mother (dok. Amazon MGM Studios/Your Mother Your Mother Your Mother) Salah satu pengorbanan terbesar Ali untuk Blade adalah persiapan fisiknya.
Saat menghadiri pemutaran perdana Your Mother Your Mother Your Mother di TIFF, Ali ditanya apakah dirinya benar-benar berlatih selama lebih dari satu tahun untuk Blade.
Jawabannya tegas.
“Oh, tentu saja. Selama setahun. Ya, selama setahun. Sepertinya malah lebih dari setahun.”
Kepada GQ, Ali kemudian memberikan gambaran yang lebih pahit mengenai proses tersebut.
“Saya berlatih untuk film Blade selama lebih dari setahun. Saya berlatih dengan begitu intens hingga lutut saya cedera. Produksinya terus ditunda, namun saya terus berlatih—mempelajari teknik pedang dan hampir semua jenis seni bela diri yang bisa Anda bayangkan.”
Jadi, ketika produksi Blade terus mengalami penundaan, Ali tidak sekadar duduk menunggu. Ia tetap melakukan persiapan fisik untuk sebuah film yang pada akhirnya bahkan tidak sempat merekam satu adegan pun bersamanya.
Untungnya, latihan tersebut pada akhirnya tidak sepenuhnya sia-sia.
Ali memang tidak pernah mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan berpedangnya sebagai Blade, tetapi ia kemudian dapat memanfaatkan kemampuan tersebut dalam Your Mother Your Mother Your Mother.
Menariknya lagi, film tersebut disutradarai oleh Bassam Tariq, sutradara yang sebelumnya sempat ditunjuk untuk menggarap Blade sebelum akhirnya meninggalkan proyek tersebut.
Jadi, kemampuan yang awalnya dipersiapkan Ali untuk Blade justru menemukan tempatnya di proyek lain bersama mantan sutradara Blade.
3. Ali bahkan sempat memindahkan keluarganya ke Atlanta

Your Mother Your Mother Your Mother (dok. Amazon MGM Studios/Your Mother Your Mother Your Mother) Konsekuensi dari situasi Blade ternyata tidak hanya mempengaruhi karier dan persiapan fisik Ali.
Ali juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat memboyong keluarganya ke Atlanta, lokasi yang dipersiapkan untuk produksi film tersebut.
“Saya bahkan memboyong seluruh keluarga saya ke Atlanta dan menunggu di sana sampai proses produksi dimulai, tetapi mereka terus menundanya hingga akhirnya tidak ada satu pun adegan yang direkam.”
Situasi tersebut kemudian semakin rumit dengan terjadinya pemogokan penulis dan aktor Hollywood.
“Lalu terjadilah pemogokan penulis dan aktor. Jadi, begitulah akhirnya.”
Dengan demikian, dampak Blade terhadap Ali ternyata cukup besar. Ia bukan hanya kehilangan kesempatan memainkan salah satu karakter Marvel yang sudah lama ia persiapkan, tetapi juga harus menghadapi konsekuensi terhadap pilihan proyek, menjalani latihan fisik selama lebih dari setahun, bahkan sempat memindahkan keluarganya ke Atlanta demi produksi yang pada akhirnya tidak pernah dimulai.
Yang membuat situasinya semakin pahit adalah Ali sendiri kini sudah menyatakan bahwa ia telah move on dari proyek tersebut.
Setelah bertahun-tahun persiapan, Blade akhirnya tidak menjadi bagian dari filmografi Mahershala Ali—meskipun jejak proyek tersebut masih terlihat dari kemampuan yang ia bawa ke film lain.

















