Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

3 Film Horor yang Menyorot Ketakutan Menjadi Ayah! Resident Evil?

3 min read
3 Film Horor yang Menyorot Ketakutan Menjadi Ayah! Resident Evil?
Potret para pemain Resident Evil (instagram.com/zachcreggeruniverse)
  • Ketakutan menjadi ayah muncul dalam tiga film horor dengan pendekatan yang berbeda.

  • Eraserhead menggambarkan kecemasan ayah baru melalui mimpi buruk surreal hitam-putih.

  • Exit 8 dan Resident Evil menghadirkan tokoh yang belum siap menghadapi kehamilan pasangannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana pendekatan horor yang paling menarik bagimu?
Share Article

Kemungkinan menjadi orang tua bisa terasa menakutkan, terutama ketika seseorang merasa belum siap, tidak yakin dengan masa depannya, atau bahkan sejak awal tidak pernah berencana untuk menjadi orang tua.

Yang menarik, tema ketakutan menjadi ayah ternyata muncul dalam beberapa film horor dengan pendekatan yang sangat berbeda. Ada yang menyajikannya sebagai mimpi buruk psikologis, ada yang mengubahnya menjadi permainan penuh anomali, dan ada juga yang menjadikannya bagian dari survival horror penuh monster.

Apa saja filmnya?

  1. 1. Eraserhead

    Scene di film Eraserhead.(dok.Libra Films/Eraserhead)
    Scene di film Eraserhead.(dok.Libra Films/Eraserhead)

    Saya rasa ini salah satu contoh paling ekstrem.

    Eraserhead karya David Lynch bisa dibaca sebagai representasi kecemasan mengenai menjadi seorang ayah. Filmnya sendiri memang sangat surreal dan tidak memberikan jawaban sederhana mengenai apa yang sebenarnya terjadi, tetapi pengalaman Henry sebagai seorang ayah baru dipenuhi rasa takut, kebingungan, tekanan, dan ketidakberdayaan.

    Menariknya, semua kecemasan tersebut tidak disajikan sebagai drama keluarga biasa.

    Lynch mengubahnya menjadi mimpi buruk hitam-putih yang penuh dengan gambaran surreal dan mengerikan.

    Bayi yang seharusnya menjadi simbol kehidupan baru justru menjadi salah satu sumber ketakutan terbesar dalam film.

    Dengan kata lain, Eraserhead mengambil pertanyaan sederhana seperti, "Bagaimana kalau saya tidak siap menjadi ayah?" lalu mengubahnya menjadi sebuah nightmare.

  2. 2. Exit 8

    cuplikan dalam film Exit 8
    cuplikan dalam film Exit 8 (dok. Story Inc./Exit 8)

    Exit 8 mungkin terlihat seperti pilihan yang sangat ajaib, tetapi ternyata memiliki kemiripan yang menarik.

    The Lost Man dalam versi film tampak tidak siap ketika dihubungi oleh mantan pacarnya dan diberi tahu bahwa sang mantan sedang hamil.

    Masalahnya, sebelum ia benar-benar bisa menghadapi persoalan tersebut secara langsung ia justru terjebak dalam sebuah koridor yang terus berulang.

    Dan koridor tersebut seolah-olah memaksanya menghadapi berbagai kecemasan yang selama ini ia coba hindari.

    Anomali yang muncul bukan sekadar kejutan visual. Beberapa di antaranya terasa berkaitan dengan hubungan, penyesalan, serta ketakutan The Lost Man terhadap kemungkinan menjadi seorang ayah.

    Jadi konsep "temukan anomali" dari game aslinya kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lebih personal dalam film: semakin lama The Lost Man berada di dalam koridor, semakin sulit baginya untuk menghindari persoalan yang sebenarnya ingin ia hindari.

  3. 3. Resident Evil (2026)

    cuplikan dalam film Resident Evil 2026
    cuplikan dalam film Resident Evil 2026 (dok. Columbia Pictures/Resident Evil)

    Yang cukup menarik, Resident Evil (2026) juga memiliki elemen serupa dengan Exit 8.

    Bryan pada awal film sebenarnya enggan menjadi ayah. Ia belum yakin dengan kehamilan pacarnya dan belum siap menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.

    Namun situasinya memiliki kemiripan dengan The Lost Man dalam Exit 8.

    Sebelum Bryan benar-benar sempat bertemu langsung dengan pacarnya untuk membicarakan persoalan tersebut, ia justru terseret ke dalam situasi fantastis yang jauh lebih mengerikan.

    Bedanya, kalau Exit 8 mengubah kecemasan menjadi sebuah koridor penuh anomali, Resident Evil mengubahnya menjadi survival horror dengan monster, infeksi, dan body horror.

    Menariknya lagi, motif bayi dan keluarga terasa muncul beberapa kali dalam kengerian yang dialami Bryan, termasuk melalui beberapa desain monster dan situasi yang ia temui.

    Apakah semua itu memang dimaksudkan sebagai metafora langsung mengenai ketakutan Bryan menjadi ayah? Film tidak memberikan konfirmasi eksplisit mengenai hal tersebut. Tetapi sebagai interpretasi, hubungan antara kecemasan Bryan mengenai keluarga dan bentuk-bentuk horror yang ia alami cukup menarik untuk diperhatikan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More