Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Made in Korea Season 2 Berlatar 9 Tahun Setelah Season 1?
Cuplikan drakor Made in Korea 2 (instagram.com/disneypluskr)
  • Made in Korea Season 2 memakai lompatan waktu sembilan tahun dari musim pertama.
  • Woo Min-ho memilih angka sembilan karena ia menyukai angka 8 dan 9, serta menganggap 9 lebih menarik untuk cerita.
  • Latar periode setelah Park Chung-hee dibunuh menjadi dasar konflik fiksi KCIA dan Baek Ki-tae dalam perebutan kekuasaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Oktober 1979

Presiden Park Chung-hee dibunuh oleh Kim Jae-gyu, direktur KCIA. Peristiwa itu menciptakan kekosongan kekuasaan dan memicu perebutan pengaruh.

2 September 2026

Dalam press conference Made in Korea Season 2, Woo Min-ho menjelaskan alasan lompatan waktu sembilan tahun dan kaitannya dengan sejarah Korea Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Woo Min-ho menjelaskan alasan Made in Korea Season 2 mengambil lompatan waktu sembilan tahun.
  • Who?
    Sutradara Woo Min-ho, Baek Ki-tae, KCIA, Park Chung-hee, Kim Jae-gyu, dan Joint Investigation Headquarters.
  • Where?
    Dalam latar sejarah Korea Selatan dan dunia fiksi Made in Korea.
  • When?
    Penjelasan disampaikan pada press conference Made in Korea Season 2, 2 September 2026. Peristiwa sejarahnya terjadi pada 26 Oktober 1979.
  • Why?
    Angka sembilan dipilih karena lebih menarik bagi Woo Min-ho dan terkait periode kekosongan kekuasaan di Korea Selatan.
  • How?
    Time skip membawa cerita ke periode perebutan kekuasaan, lalu membayangkan perlawanan KCIA dengan Baek Ki-tae di pusatnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Made in Korea Season 2 melompat sembilan tahun. Woo Min-ho, sutradaranya, suka angka 8 dan 9, tetapi ia memilih 9. Angka itu juga dekat dengan masa Korea Selatan saat kekuasaan jadi kosong setelah Park Chung-hee dibunuh. Di cerita ini, KCIA melawan untuk menjaga pengaruhnya, dan Baek Ki-tae ada di tengahnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lompatan sembilan tahun memberi ruang bagi Made in Korea Season 2 untuk menghubungkan sejarah Korea Selatan dengan konflik fiksi. Pilihan periode tersebut membuat gagasan perlawanan KCIA dan posisi Baek Ki-tae muncul dari situasi perebutan kekuasaan yang dijelaskan Woo Min-ho, bukan hanya dari perubahan usia karakter atau status quo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Made in Korea Season 2 mengambil lompatan waktu sembilan tahun setelah peristiwa di musim pertama.

Tapi kenapa harus sembilan tahun?

Apakah angka tersebut punya signifikansi tertentu? Atau ada alasan yang lebih spesifik terkait sejarah Korea dan periode waktu yang menjadi latar Made in Korea?

Dalam press conference Made in Korea Season 2 pada 2 September 2026, sutradara Woo Min-ho sempat ditanya mengenai keputusan tersebut.

Jawabannya ternyata cukup menarik.

1. Woo Min-ho memang suka angka 8 dan 9

poster drama Made in Korea 2 (x.com/DisneyPlusKR)

Woo Min-ho membuka jawabannya dengan pengakuan yang cukup sederhana: secara pribadi, ia memang menyukai angka 8 dan 9.

Jadi, ya, ternyata sedikit ada unsur karena sutradaranya senang dengan angkanya.

Namun, ketika harus memilih di antara keduanya untuk kebutuhan cerita, ia merasa angka 9 jauh lebih menarik.

2. Kenapa 9 tahun?

Hyun Bin di drama Made in Korea 2 (instagram.com/vast.ent)

Menurut Woo Min-ho, angka sembilan terasa lebih menarik ketika dikaitkan dengan sejarah Korea dan periode waktu yang menjadi latar Made in Korea.

Salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Korea Selatan pada periode tersebut adalah pembunuhan Presiden Park Chung-hee pada 26 Oktober 1979.

Park Chung-hee dibunuh oleh Kim Jae-gyu, yang saat itu menjabat sebagai direktur KCIA.

Peristiwa tersebut kemudian menciptakan kekosongan kekuasaan dan memicu perebutan pengaruh di antara berbagai pihak.

“There's just an incredible rush and fight and corruption wanting to fill that space at the very top of power,” (“Ada desakan, perebutan, dan praktik korupsi yang luar biasa untuk mengisi ruang di puncak kekuasaan itu.”), jelas Woo Min-ho.

Dengan kata lain, yang menarik bagi Woo Min-ho bukan semata-mata angka sembilannya, melainkan situasi politik yang tercipta setelah sebuah kekuasaan di puncak tiba-tiba runtuh.

Dan di situlah sejarah nyata mulai bertemu dengan fiksi Made in Korea.

3. Sejarah dan fiksi: “Lalu, apakah KCIA hanya diam?”

Still Baek Kitae dalam Made in Korea Season 2. (Disney+)

Woo Min-ho kemudian menjelaskan bagaimana peristiwa sejarah tersebut menjadi titik awal gagasan untuk Season 2.

“When you look at the actual history, with the head of the KCIA assassinating the president, the Joint Investigation Headquarters, all of the power is laid almost concentrated on the Joint Investigation Headquarters. That's where the power lies and there's a huge power struggle there.” (Jika kita melihat sejarah yang sebenarnya—mulai dari peristiwa pembunuhan presiden oleh kepala KCIA hingga pembentukan Markas Besar Investigasi Gabungan—hampir seluruh kekuasaan terpusat pada Markas Besar Investigasi Gabungan tersebut. Di situlah letak kekuasaan itu, dan di sana pula terjadi perebutan kekuasaan yang sangat besar.)

Dalam sejarah sebenarnya, setelah Park Chung-hee dibunuh, Joint Investigation Headquarters menjadi pusat kekuasaan yang sangat besar di tengah situasi politik yang kacau.

Namun Woo Min-ho kemudian mengajukan pertanyaan yang menjadi fondasi Season 2:

“But in Made in Korea Season 2, we beg the question: ‘then did the KCIA just stand idly by?’ That's where it really all began.” (“Namun, dalam Made in Korea Musim 2, muncul pertanyaan: ‘lalu, apakah KCIA hanya berdiam diri saja?’ Di situlah segalanya benar-benar bermula.”)

Jawabannya, tentu saja, adalah tidak.

Menurut Woo Min-ho, dalam dunia fiksi Made in Korea, KCIA pasti akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan pengaruhnya.

“You know the KCIA must have fought back. That's really where it all started. And at the heart of that fighting back, there is Baek Ki-tae.” (“Anda tahu KCIA pasti melakukan perlawanan. Di situlah sebenarnya semuanya bermula. Dan di jantung perlawanan itu, ada sosok Baek Ki-tae.”)

Jadi, lompatan sembilan tahun tersebut pada akhirnya bukan sekadar cara untuk membuat karakter-karakternya menjadi lebih tua atau mengubah status quo.

Woo Min-ho menggunakan time skip tersebut untuk membawa Made in Korea ke sebuah titik dalam sejarah ketika kekuasaan Korea Selatan mengalami kekosongan besar, lalu membayangkan apa yang mungkin terjadi di balik layar jika Baek Ki-tae dan KCIA berada di tengah perebutan kekuasaan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article