Still Baek Kitae dalam Made in Korea Season 2. (Disney+)
Woo Min-ho kemudian menjelaskan bagaimana peristiwa sejarah tersebut menjadi titik awal gagasan untuk Season 2.
“When you look at the actual history, with the head of the KCIA assassinating the president, the Joint Investigation Headquarters, all of the power is laid almost concentrated on the Joint Investigation Headquarters. That's where the power lies and there's a huge power struggle there.” (Jika kita melihat sejarah yang sebenarnya—mulai dari peristiwa pembunuhan presiden oleh kepala KCIA hingga pembentukan Markas Besar Investigasi Gabungan—hampir seluruh kekuasaan terpusat pada Markas Besar Investigasi Gabungan tersebut. Di situlah letak kekuasaan itu, dan di sana pula terjadi perebutan kekuasaan yang sangat besar.)
Dalam sejarah sebenarnya, setelah Park Chung-hee dibunuh, Joint Investigation Headquarters menjadi pusat kekuasaan yang sangat besar di tengah situasi politik yang kacau.
Namun Woo Min-ho kemudian mengajukan pertanyaan yang menjadi fondasi Season 2:
“But in Made in Korea Season 2, we beg the question: ‘then did the KCIA just stand idly by?’ That's where it really all began.” (“Namun, dalam Made in Korea Musim 2, muncul pertanyaan: ‘lalu, apakah KCIA hanya berdiam diri saja?’ Di situlah segalanya benar-benar bermula.”)
Jawabannya, tentu saja, adalah tidak.
Menurut Woo Min-ho, dalam dunia fiksi Made in Korea, KCIA pasti akan melakukan perlawanan untuk mempertahankan pengaruhnya.
“You know the KCIA must have fought back. That's really where it all started. And at the heart of that fighting back, there is Baek Ki-tae.” (“Anda tahu KCIA pasti melakukan perlawanan. Di situlah sebenarnya semuanya bermula. Dan di jantung perlawanan itu, ada sosok Baek Ki-tae.”)
Jadi, lompatan sembilan tahun tersebut pada akhirnya bukan sekadar cara untuk membuat karakter-karakternya menjadi lebih tua atau mengubah status quo.
Woo Min-ho menggunakan time skip tersebut untuk membawa Made in Korea ke sebuah titik dalam sejarah ketika kekuasaan Korea Selatan mengalami kekosongan besar, lalu membayangkan apa yang mungkin terjadi di balik layar jika Baek Ki-tae dan KCIA berada di tengah perebutan kekuasaan tersebut.