Penilaian Film Operasi Pesta Copet, Film Pestapora yang In Your Face

- Operasi Pesta Copet memakai latar Pestapora dan tema kemiskinan Indonesia, tetapi struktur ceritanya dinilai akrab dengan formula drama komedi coming-of-age Amerika awal 2000-an.
- Drama Ijal lebih dulu ditonjolkan sebelum komedi memuncak pada hari festival, membuat klimaks humor terasa terlambat; sinematografi cerah juga dinilai kurang menguatkan momen kejatuhan tokoh.
- Penampilan empat pemeran utama memiliki chemistry, sementara Fauzan Lubis dinilai lebih realistis; komposisi Mar Galo dan Ken Jenie membantu tempo serta motif karakter lewat musik.
Film Operasi Pesta Copet hadir mengusung Pestapora sebagai latar gedenya! Penasaran seperti apa penilaian dari kami sendiri? Temukan di sini!
Table of Content
Synopsis Operasi Pesta Copet (2026)
Ijal ditinggal ibunya dari kecil dan besar di tengah kemiskinan struktural di Jakarta. Setelah mencapai titik didih dan mencelupkan kakinya ke dalam dunia copet, Ijal bersama teman-temannya merancang sebuah rencana nekat: mencopet di tengah-tengah rangkaian konser besar Pestapora.
Operasi Pesta Copet20263/5Directed by Edy KhemodProducer Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, James Erlangga
Writer Rino Sarjono, Edy Khemod
Age Rating 13+
Genre Komedi, Kejahatan, Musik
Duration 113 Minutes
Release Date 27-08-2026
Theme concert, pickpocket, musical, music festival, heist, thief, music concert, drama
Production House Imajinari, Angin Segar Production, Boss Creator, Legacy Pictures, Navvaros
Where to Watch Cinema
Cast Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, Fauzan Lubis
Trailer Operasi Pesta Copet (2026)
Galeri Operasi Pesta Copet (2026)
1. Plot yang tidak asing!

Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari) Meskipun dibawakan dengan segar dengan tema kemiskinan di Indonesia dan festival musik lokal lewat kolaborasinya dengan Pestapora, film ini terasa membangun plot yang sama sekali tidak asing di tangan penyutradaraan debut dari Edy Khemod. Pasalnya, babak demi babak filmnya dibangun dengan pendekatan film-film coming of age remaja Amerika yang sempat meramaikan bioskop maupun televisi lokal di awal tahun 2000-an.
Meskipun demikian, pendekatannya yang lebih mencoba untuk empatik dalam merasakan Ijal membuat tontonan ini terasa seperti dibangun terbalik pula. Justru perkenalan yang umumnya dimulai dengan komedi justru dikedepankan porsi dramanya untuk menggaet perhatian, sebelum akhirnya sampai di momen hari H di mana komedi yang datang sampai puncak dramatisnya terasa hadir terlambat untuk menarik reaksi yang lebih wah sepanjang tontonan.
2. Komposisi dan akting yang terfokus!

Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari) Porsi akting Iqbaal Ramadhan, Kawai Labiba, Kristo Immanuel, dan Zulfa Maharani yang memerankan tokoh sentral di film inipun juga jadi komponen penting yang membuat filmnya menarik sepanjang durasinya. Meskipun secara kemistri tidak diragukan, namun bagaimana mereka menggambarkan tokoh yang kompleks terpengaruh lingkungannya ini terasa kurang meyakinkan walaupun oke dalam menjiwai 'warga lokal'-nya. Peran Fauzan Lubis sebagai Silet yang di atas kertas lebih karikatur justru dibawakan lebih realistis oleh vokalis Sisitipsi tersebut.
Dari adegan demi adegan, sinematografi Dicky R. Maland membingkai film drama komedi ini dengan warna-warna cerahnya siang, meskipun di malam hari bahkan sampai hari H di Pestapora. Selain nuansanya yang cerah, film ini masih segan untuk membangun nuansa yang benar-benar suram ketika Ijal terhukum atas jalan keputusannya sepanjang film, sehingga momen-momen 'jatuh'-nya terasa nanggung untuk film yang bisa disajikan jauh lebih baik ini.
3. Mencoba mainstream justru tetap unik

Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari) Komposisi Mar Galo dan Ken Jenie mampu mengimbangi tempo nuansa dan emosi film ini yang maju-mundur-nya cepat. Bahkan, yang menarik lagi dari film ini juga kamu bisa dengan mudah mengikuti motif karakter-karakternya dari lagu motif atau soundtrack apa yang diputar, bahkan dalam adegan yang melibatkan Rhoma Irama di panggung sekalipun.
Secara keseluruhan, meskipun secara tema dan eksekusi film ini berusaha untuk setipikal mungkin dengan babak-babak drama komedi coming of age yang kental, film ini menjadi sebuah pengalaman unik yang punya karakter tokoh-tokohnya yang berusaha keras untuk membuat kita peduli, dan musik yang tidak mau kalah dengan filmnya.
Apa pendapatmu sendiri terhadap Operasi Pesta Copet? Sampaikan di kolom komentar!



















