Garp dan Monkey D. Dragon. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Menariknya, perbedaan paling besar mungkin ada pada cara mereka memandang dunia.
Garp tahu dunia penuh dengan ketidakadilan. Namun dalam flashback God Valley, terlihat bahwa ia memilih tetap berada di Angkatan Laut meski sadar organisasi itu memiliki sisi korup.
Alasannya pun cukup jelas: ia ingin melindungi anak buahnya dari pengaruh kejam para atasan dan Tenryuubito.
Garp bahkan tampaknya sadar bahwa pilihan ini akan membuat Dragon membencinya, namun ia tetap bertahan pada jalannya.
Luffy berada di spektrum yang berbeda lagi.
Ia tidak terlalu peduli dengan struktur dunia. Tujuan Luffy sederhana: menjadi orang yang paling bebas di lautan.
Dragon justru mengambil jalan yang paling radikal.
Ia percaya bahwa untuk memperbaiki dunia yang rusak, struktur kekuasaan yang korup harus diguncang dari akarnya.
Karena itu, sejak awal target Dragon bukan sekadar bajak laut atau penguasa lokal, melainkan langsung Tenryuubito dan World Government.
Menariknya, Luffy kemungkinan juga akan berhadapan dengan Tenryuubito dan puncak WG di masa depan.
Namun jika itu terjadi, kemungkinan besar karena takdir dan perjalanan petualangannya, bukan karena ia sejak awal memiliki visi revolusi seperti Dragon.