8 Pengguna Buah Iblis One Piece yang Tak Mencapai Awakening!

- Kaido tidak pernah mencapai Awakening Buah Iblis, meski dijuluki Makhluk Terkuat di Dunia.
- Borsalino (Kizaru) tidak pernah memperlihatkan Awakening Buah Iblis cahayanya secara eksplisit, meski merupakan veteran Angkatan Laut.
- Marco, veteran kru Edward Newgate, juga belum pernah memperlihatkan hagoromo, ciri visual Awakening Zoan.
Dalam dunia One Piece, Awakening Buah Iblis adalah simbol lompatan kekuatan yang membuat penggunanya jadi jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.
Pada Buah Iblis Paramecia, Awakening memungkinkan kemampuan menyebar dan memengaruhi lingkungan sekitar. Sementara pada Zoan, Awakening ditandai dengan transformasi baru, lengkap dengan asap menyerupai selendang hagoromo dalam mitologi Jepang—yang menunjukkan tubuh dan naluri telah melampaui batas normal.
Namun menariknya, tidak semua pengguna Buah Iblis mendapatkan momen tersebut.
Ada sejumlah karakter di One Piece yang sudah bertarung habis-habisan, mengerahkan kekuatan penuh, bahkan hingga tumbang… tanpa pernah memperlihatkan Awakening. Mereka bukan sosok misterius yang masih “disimpan” Oda untuk kejutan masa depan, kisah dan pertarungan mereka sudah hampir atau sepenuhnya selesai.
Lalu, siapa saja pengguna Buah Iblis yang hingga kini tak pernah mencapai Awakening?
Mari kita bahas satu per satu.
1. Kaido

Ya, ini memang terdengar aneh, tapi faktanya demikian.
Sosok yang dijuluki Makhluk Terkuat di Dunia ini tidak pernah secara jelas memperlihatkan Awakening Buah Iblis, bahkan setelah bertarung habis-habisan dan akhirnya dikalahkan oleh Luffy di Onigashima.
Keanehan ini makin terasa ketika kita membandingkannya dengan pertarungan Kaido melawan Yamato. Sang anak justru menunjukkan ciri Awakening Zoan: asap putih menyerupai hagoromo di tubuhnya, tanda transformasi tingkat lanjut yang biasanya hanya dicapai oleh segelintir pengguna.
Sebaliknya, Kaido, pemilik Buah Iblis Zoan Mythical Uo Uo no Mi, Model Seiryu yang jauh lebih brutal, tidak pernah menampilkan hagoromo serupa.
Fakta bahwa Kaido tetap jauh lebih kuat dari Yamato seolah menegaskan satu hal: ia tidak membutuhkan Awakening untuk berada di puncak rantai kekuatan.
Namun justru di situlah pertanyaan besarnya muncul.
Kenapa Kaido tak pernah mencapai level itu?
2. Borsalino (Kizaru)

Dalam Egghead Arc, Borsalino berada di posisi yang tidak biasa... ia ditunjuk sebagai algojo yang dipaksa menjalankan perintah Gorosei untuk membunuh Vegapunk, sosok yang ia anggap sebagai sahabat lama.
Meski terlihat ragu secara emosional, Kizaru tetap mengerahkan kekuatan Buah Iblis cahayanya secara maksimal. Ia menghadapi penghalang sekelas Luffy, bertarung di medan yang menuntut kecepatan, presisi, dan daya hancur terbaiknya.
Menariknya, Luffy sempat dua kali menjatuhkan Kizaru dalam rangkaian pertempuran di Egghead. Namun hingga konflik berakhir, satu hal tetap konsisten:
Kizaru tidak pernah memperlihatkan Awakening Buah Iblisnya.
Memang, hingga kini Awakening Logia belum pernah ditampilkan secara eksplisit di One Piece, berbeda dengan Paramecia dan Zoan yang sudah memiliki pola visual dan mekanik yang jelas. Tetapi kasus Kizaru terasa lebih mencolok.
Ia adalah veteran Angkatan Laut, pengguna Buah Iblis berpengalaman, dan salah satu manusia tercepat di dunia One Piece. Jika ada karakter Logia yang secara logis “seharusnya” mendekati Awakening, Kizaru jelas masuk daftar teratas.
Tapi ia belum menunjukkan Awakening Pika Pika no Mi!
3. Marco

Marco bukan sekadar petarung kuat, ia adalah veteran sejati.
Ia sudah menjadi bagian dari kru Edward Newgate bahkan sebelum sosok legendaris seperti Kozuki Oden bergabung. Marco juga sudah bertarung bersama Bajak Laut Shirohige sejak era awal, jauh sebelum kru tersebut dipecah menjadi divisi-divisi karena jumlah anggotanya yang terus membengkak.
Pengalaman tempurnya luar biasa, posisinya jelas, dan kekuatannya tidak diragukan. Buah Iblis Zoan Mythical miliknya memberinya regenerasi ekstrem, mobilitas tinggi, dan daya tahan yang membuatnya mampu menghadapi Admiral maupun Yonko Commander lain secara langsung.
Namun, ada satu detail mencolok.
Marco tidak pernah memperlihatkan hagoromo, ciri visual Awakening Zoan.
Padahal secara logika, ia memenuhi hampir semua syarat: pengalaman puluhan tahun, pemahaman mendalam terhadap Buah Iblisnya, serta mental petarung yang sudah ditempa dalam perang besar seperti Marineford.
Justru karena itu, absennya Awakening Marco memunculkan pertanyaan menarik: apakah yang kurang dari dirinya untuk menembus tahap tersebut?
4. Edward Newgate

Buah Iblis Gura Gura no Mi memang terasa unik sejak awal. Bahkan tanpa Awakening, kekuatannya sudah berskala masif dan mempengaruhi sekeliling: mengguncang laut, udara, dan daratan.
Namun justru di situlah letak pertanyaannya.
Ketika Marshall D. Teach merebut kekuatan Gura Gura no Mi, efek destruktif yang ia hasilkan tetap sama secara fundamental. Tidak ada perubahan pola, tidak ada limit seperti "hanya mempengaruhi tubuh Kurohige". Hal ini menguatkan asumsi bahwa daya hancur dahsyat tersebut memang kekuatan dasar Gura Gura no Mi, bukan hasil Awakening.
Dari sini muncul teori menarik: Shirohige mungkin tidak pernah mencapai Awakening, meski dijuluki Manusia Terkuat di Dunia.
Alasannya diduga bukan soal kekuatan, melainkan kontras antara sifat penggunanya dan hakikat buahnya. Gura Gura no Mi adalah simbol kehancuran total.
Sementara Edward Newgate adalah sosok yang sepanjang hidupnya justru ingin membangun keluarga, melindungi “anak-anaknya”, dan menciptakan tempat pulang, bukan meratakan dunia.
Jika Awakening memang menuntut keselarasan antara kehendak pengguna dan esensi Buah Iblisnya, maka Shirohige mungkin secara mental tidak pernah benar-benar selaras dengan kekuatan tersebut.
Dan di titik inilah segalanya jadi mengerikan.
Jika teori ini benar, maka Kurohige, sosok yang tak ragu menghancurkan siapa pun demi ambisinya, bisa jadi adalah pengguna yang jauh lebih cocok dengan esensi Gura Gura no Mi.
5. Portgas D. Ace

Seperti kebanyakan pengguna Logia lainnya, Ace tidak pernah memperlihatkan Awakening Logia sepanjang kemunculannya di One Piece.
Namun kisah Ace terasa jauh lebih tragis dibandingkan kasus Logia lain.
Tokoh seperti Sakazuki atau Kuzan masih hidup. Masih punya waktu, ruang, dan kesempatan untuk suatu hari menunjukkan apa yang sebenarnya bisa dicapai oleh Awakening Logia.
Ace tidak.
Ia gugur di Marineford, tepat ketika hidupnya mulai menemukan makna: sebagai anak Shirohige, sebagai kakak Luffy, dan sebagai seseorang yang akhirnya merasa pantas untuk hidup. Artinya, Ace benar-benar tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk menembus tahap Awakening.
Kini, harapan itu mungkin berpindah tangan. Melalui Sabo, kita mungkin suatu hari akan melihat seperti apa bentuk sejati Awakening Mera Mera no Mi.
6. Enel

Seperti kebanyakan pengguna Logia lainnya, Enel tidak pernah memperlihatkan jurus atau perubahan kemampuan yang bisa secara jelas diidentifikasi sebagai Awakening.
Padahal, ia sudah bertarung habis-habisan melawan Luffy hingga mengalami kekalahan. Selama pertarungan tersebut, kekuatan Enel tetap berada dalam batas yang masih bisa kita pahami sebagai pemanfaatan maksimal Goro Goro no Mi, ditambah kemampuan Mantra.
Serangan petir berskala besar, kecepatan ekstrem, hingga kendali medan tempur… semuanya mengesankan, namun tidak menunjukkan lompatan kualitas seperti yang biasa kita asosiasikan dengan Awakening.
Namun, kisah Enel belum benar-benar berakhir.
Enel masih hidup, dan kini berada di bulan. Jika Enel suatu hari kembali, dengan pengalaman, pemahaman baru, dan mungkin sudut pandang yang berubah, potensi Awakening Goro Goro no Mi bukan lagi sekadar angan-angan.
7. Alber (King)

Alber, yang lebih dikenal dengan nama King, adalah seorang Lunarian, ras langka yang dikenal dengan ketangguhan fisik nyaris absurd. Ia juga merupakan tangan kanan Kaido, sosok yang setia mengikutinya sejak Kaido membebaskannya dari fasilitas eksperimen Pemerintah Dunia.
Sebagai Lunarian, King sudah memiliki daya tahan ekstrem, kemampuan bertarung udara, serta kendali api alami. Ditambah lagi, ia memakan Ryu Ryu no Mi, Model: Pteranodon, sebuah Zoan purba yang memperkuat fisiknya ke tingkat monster.
Namun ada satu detail mencolok.
Meski bertarung habis-habisan melawan Zoro hingga kalah, King tidak pernah memperlihatkan hagoromo, ciri khas Awakening Zoan yang kini mulai konsisten ditampilkan pada pengguna Zoan tingkat lanjut.
Padahal, jika dipikirkan secara logis, King adalah kandidat nyaris sempurna untuk Awakening Zoan. Bayangkan ketangguhan Lunarian + peningkatan fisik Awakening Zoan, kombinasi itu seharusnya menghasilkan petarung yang nyaris tak bisa ditumbangkan.
Absennya Awakening pada King memunculkan pertanyaan menarik: apakah ia memang belum sempat mencapai tahap tersebut, ataukah trauma masa lalu dan hidupnya sebagai “senjata” membuatnya tidak pernah benar-benar menyatu dengan Buah Iblisnya?
8. Sengoku

Ini adalah salah satu kasus paling menarik... bahkan agak ironis.
Jika kita bicara soal pengguna Zoan yang paling pantas memiliki hagoromo Awakening, maka Sengoku jelas yang teratas. Wujud Zoan-nya bukan hewan buas, bukan makhluk mitologis perusak, melainkan patung Buddha emas, simbol pencerahan, ketenangan, dan kekuatan spiritual tertinggi.
Asap mirip hagoromo terasa pas sekali dipasangkan ke dia.
Namun kenyataannya berkata lain.
Di Perang Marineford, Sengoku bertarung di situasi paling genting yang bisa dibayangkan: perang raksasa yang tak kunjung berhenti bahkan setelah Ace tewas, lalu diperparah oleh kemunculan Kurohige dengan dua Buah Iblis yang mengguncang keseimbangan dunia. Dalam kekacauan sebesar itu, Sengoku turun langsung ke medan tempur… tanpa pernah menampilkan hagoromo Awakening Zoan.
Hal ini memunculkan pertanyaan besar.
Apakah Sengoku memang tidak pernah mencapai Awakening, meski telah meniti karier panjang sebagai Laksamana Armada dan dikenal sebagai salah satu pilar kekuatan Angkatan Laut?
Ataukah ia justru memilih untuk tidak menggunakannya, menyembunyikan Awakening sebagai kartu as terakhir, bahkan di perang sebesar Marineford?


















